alexametrics
Senin, 21 September 2020
Senin, 21 September 2020

Hari Pertama Razia Masker di NTB, Pemda Kumpulkan Denda Rp 9,1 Juta

MATARAM-Sebanyak 170 orang tidak menggunakan masker terjaring razia di hari pertama penerapan sanksi denda bagi pelanggar protokol kesehatan di seluruh NTB, kemarin (14/9). Dari para pelanggar di semua titik operasi ini, Badan Pendapatan Daerah NTB pun mengumpulkan uang sebesar Rp 9,1 juta.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) NTB Tri Budiprayitno menjelaskan, dari 170 orang itu, tidak semua dikenakan denda. Sebanyak 82 orang memilih sanksi sosial dan 88 orang memilih sanksi denda. ”Tiga orang di antaranya merupakan ASN, dua di Lombok Barat satu lagi di Sumbawa,” katanya.

Dari 88 orang tersebut, terkumpul uang denda Rp 9,1 juta. Sebanyak 85 orang warga biasa masing-masing dikenakan denda Rp 100 ribu, dan tiga orang ASN dikenakan Rp 200 ribu.

”Kami sayangkan cukup banyak yang kena denda. Sebenarnya kami berharap tidak ada warga yang didenda,” katanya.

ASN dikenakan sanksi lebih besar karena mereka harusnya memberi contoh kepada warga. Hal itu sudah diatur dalam Perda Nomor 7 Tahun 2020 tentang Penanggulangan Penyakit Menular dan Peraturan Gubernur NTB Nomor 31 Tahun 2020.

Regulasi juga membolehkan warga memilih sanksi denda atau sanksi sosial. Bagi mereka yang tidak mampu membayar mereka akan dikenakan sanksi sosial. ”Pemerintah bukan mencari uang tapi semangatnya ingin warga sadar menggunakan masker,” katanya.

Razia hari pertama dilakukan serentak hampir di seluruh daerah di NTB. Sebagian besar pelanggar yang terjaring berasal dari wilayah Lombok Barat. Di sana petugas menjaring 58 orang tidak memakai masker.

“Sebanyak 32 orang dikenakan sanksi denda dan 26 orang sanksi sosial,” kata Tri.

Sedangkan di Kota Mataram razia dilakukan di dua lokasi dan menjaring 24 orang pelanggar. Pagi operasi di Jalan Langko menjaring 10 orang, kemudian sore harinya di Jalan Majapahit dengan 14 orang pelanggar.

Pemda Lombok Timur juga melakukan razia dua sesi. Paginya menjaring 28 orang pelanggar, 14 orang memilih sanksi denda dan 14 orang memilih sanksi sosial. Dilanjutkan sore harinya dan menemukan 25 orang pelanggar. ”Tujuh orang sanksi denda dan 18 orang sanksi sosial,” jelasnya.

Di Lombok Utara, razia dilakukan di dua tempat dengan 24 orang yang kena razia. Tujuh orang di antaranya kena sanksi denda dan 17 sanski sosial. Di Bima empat orang kena razia dan dikenakan denda. ”Di Kabupaten Sumbawa tujuh orang kena razia, semuanya dikenakan sanksi denda,” jelasnya.

Daerah lain seperti Lombok Tengah belum dilakukan karena mereka masih fokus mengawal pembebasan lahan di KEK Mandalika. Kabupaten Dompu sampai sore kemarin belum memberikan laporan.

Selain itu, razia juga dilakukan secara mobile. Tim keliling ke beberapa kantor pemerintah seperti Sekretariat Daerah di kantor gubernur, Dispenda Kota Mataram, dan RS Mata NTB. ”Semuanya pakai masker, baik petugas maupun warga pengguna layanan,” katanya.

Tapi pada sore hari, petugas patroli menemukan seorang petugas cleaning service di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah NTB tidak memakai masker sehingga dikenakan denda. ”Kasihan, tapi ini aturan harus kita tegakkan,” katanya.

Terkait respons masyarakat yang tidak terima, keberatan, dan melakukan protes, menurut Tri, hal itu bagian dari risiko. Ia meminta semua anggotanya tetap tenang.

”Ini memang dinamikanya, saya minta teman-teman bersabar,” katanya.

Razia, kata Tri, akan terus dilakukan agar warga disiplin menerapkan protokol kesehatan selama masa pandemi Covid-19.

 

Tidak Terima Didenda

 

Sementara itu, dalam razia yang dilakukan di Jalan Langko, Kota Mataram, warga yang terjaring razia tidak terima begitu saja. Mereka keberatan karena merasa tidak ada sosialisasi dari pemerintah. Mereka yang tidak membawa uang memilih sanksi sosial dengan menyapu selokan di depan kantor Dinas Perhubungan NTB.

Kamarudin, salah seorang warga tampak kesal dikenakan denda Rp 100 ribu. Ia sebenarnya membawa masker namun disimpan di kantong. Harusnya, kata dia, petugas memberi kesempatan memakai sehingga tidak didenda.

”Ini langsung dibawa dan langsung didenda. Mending tidak bawa sama sekali. Ini main denda saja. Tidak benar caranya,” ketusnya.

Sosialisasi, kata Kamarudin, memang ada tapi belum terlalu masif. Sehingga tidak semua orang tahu. Ketika ada orang seperti dirinya yang belum terlalu paham, harusnya diperingatkan dulu.

”Masa harus main denda. Apa sudah kurang PAD atau gimana?” katanya.

Demikian juga dengan Munawir Gazali, salah seorang mahasiswa yang terjaring razia. Ia memilih sanksi sosial karena tidak memiliki uang. Ia pun akhirnya rela membersihkan selokan dengan baju bertuliskan pelanggar Perda.

”Denda menurut saya sangat memberatkan. Karena sudah kondisi Covid-19, semua orang butuh uang lagi dikenakan denda,” katanya.

Demikian juga dengan sanksi sosial. Menurutnya, meski sifatnya sanksi sosial tidak serta merta mempermalukan dan menurunkan harkat seseorang. ”Kalau bisa di tempat tertutuplah. Jangan sampai diejek-ejek kayak tadi itu,” katanya.

Ia meminta pemerintah melakukan sosialisasi lebih baik lagi. Sebab, tidak semua warga menerima informasi lengkap. Bahkan, mahasiswa seperti dirinya yang tinggal di Mataram saja kurang mendapatkan sosialisasi.

Protes dan wajah kesal juga ditunjukkan warga lainnya yang terjaring razia. Bahkan, salah seorang ibu-ibu pengendara motor teriak-teriak dan kabur saat distop petugas. Aksinya sempat mengundang perhatian warga di lokasi razia.

Razia masker di Jalan Langko dimulai pukul 09:15 Wita. Selain anggota Satpol PP, anggota dari TNI, Polda NTB, dan pramuka terlibat dalam operasi itu.

Kepala Bidang Penegakan Perda Satpol PP NTB I Made Gania menjelaskan, sosialisasi penegakan perda telah digelar sepekan lebih. Sehingga saat ini waktunya eksekusi aturan bukan lagi sosialisasi.

”Kita juga sudah simulasikan kemarin tentang alur pelangar perda yang ditemukan melanggar,” katanya.

Kabag Ops Polresta Mataram Kompol Taufik menambahkan, kepolisian mendukung penuh upaya penegakan Perda NTB Nomor 7 Tahun 2020. Meski melaksanakan penindakan, tapi tetap mengedepankan upaya humanis.

”Hindari kata-kata yang salah. Ini aturannya sudah jelas. Jangan sampai kita diprotes dan sebagainya,’’ katanya.

Dalam kegiatan itu, kepolisian tidak hanya memberhentikan pengendara yang tidak menggunakan masker. Pelanggar aturan lalu lintas juga diberhentikan seperti tidak pakai helm dan SIM. ”Sekarang langsung ditindak. Sudah cukup kemarin diberikan sosialisasi,’’ tegas Taufik.

Pantauan Lombok Post, dalam opersi itu lebih banyak pelanggar aturan lalu lintas dibandingkan pelanggar Perda. Banyak pengendara harus berurusan dengan polisi untuk kelengkapan kendaraan.

 

Berskala Lokal

 

Sementara itu, dari Jakarta, Penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di DKI Jakarta memang sudah diterapkan per kemarin (14/9). Meskipun demikian, pemerintah pusat masih mengisyaratkan perbedaan pendapat dengan DKI meskipun secara lisan membantah hal tersebut. PSBB menjadi salah satu hal yang dibahas dalam rapar kabinet terbatas virtual yang dipimpin Presiden Joko Widodo kemarin.

Dalam ratas, Presiden menyatakan bahwa strategi pemerintah pusat adalah intervensi berbasis lokal. ’’Strategi pembatasan berskala lokal, baik itu di tingkat RT, RW, di tingkat desa, di tingkat kampung,’’ terangnya. Sehingga penanganannya bisa lebih detail dan fokus. Dia meminta manajemen penanganan secara  lokal ditingkatkan terutama di delapan provinsi utama yang kasusnya paling banyak. Itu artinya termasuk DKI Jakarta.

Jokowi beralasan, dalam satu provinsi belum tentu semua kabupaten/kota-nya berada di zona merah. Begitu pula di kabupaten/kota, belum tentu semua kelurahan/desa-nya merah. Masing-masing wilayah perlu penanganan yang berbeda-beda. ’’Jangan buru-buru menutup sebuah wilayah, menutup sebuah kota, menutup sebuah kabupaten,’’ lanjut Jokowi.

Meskipun demikian, presiden juga mengakui bahwa kasus Covid-19 di Indonesia memang tidak kunjung turun. Sebaliknya, makin meningkat. ’’Per 13 September, rata-rata kasus aktif di Indonesia 25,02 persen atau sedikit lebih tinggi dari rata-rata kasus aktif dunia yang mencapai 24,78 persen,’’ urai presiden. Padahal, belum lama ini kasus aktif di Indonesia masih di angka 23 persen.

Demikian pula dengan tingkat kesembuhan Indonesia yang belum lama ini masih di atas rata-rata dunia. Saat ini, tingkat kesembuhan di Indonesia sudah berada di angka 71 persen. Sehingga lebih rendah dari rata-rata global yang 72 persen.

Karena kasus positif meningkat, persentase kematian turun menjadi 3,99 persen. Namun tetap saja lebih tinggi dari rata-rata global di angka 3,18 persen. Ada empat provinsi dengan tingkat fatalitas tinggi di atas 6 persen. yakni Jawa Timur, Jawa Tengah, Sumatera Selatan, dan Bengkulu.

 

Antisipasi Kasus Baru

 

Sementara itu, Menkes Terawan Agus Putranto menjelaskan, pihaknya mengantisipasi kemungkinan semakin tingginya kasus Covid-19 aktif. Khususnya dalam hal kebutuhan tenaga kesehatan untuk merawat pasien. Dia mengklaim masih ada sejumlah tenaga kesehatan yang bisa dikerahkan bila sewaktu-waktu diperlukan.

Terawan menuturkan, saat ini total relawan tenaga kesehatan dan internship yang sudah ditempatkan berjumlah 16.286 orang. Mereka tersebar di berbagai RS rujukan Covid-19 dan laboratorium kesehatan. ’’Masih ada 3.500 dokter internship, 800 tenaga nusantara sehat, dan tenaga relawan 685 orang,’’ terangnya. Mereka siap diperbantukan bila memang memerlukan tambahan personel tenaga kesehatan.

Selain itu, pihaknya menyiapkan sejumlah lokasi isolasi tambahan di berbagai provinsi yang tingkat penularannya masih tinggi. Di DKI Jakarta saja, ada sekitar 8.600 bed yang disiapkan khusus untuk isolasi mandiri bagi mereka yang tanpa gejala.

Terdiri dari tower 4 dan 5 wisma atlet Kemayoran dengan kapasitas total 4.944 bed. Kemudian Balai Pelatihan kesehatan (Bapelkes) Ciloto 653 bed, dan 10-15 hotel bintang 2 dan 3 dengan daya tampung sekitar 3.000 bed. ’’Jumlah hotel ini dapat ditambah menjadi 15-30 hotel jika diperlukan,’’ terangnya di kantor presiden kemarin.

Bed yang sudah terisi baru ada di tower 5 Wisma Atlet, sebanyak 81 pasien. Di luar Jakarta, kebijakan serupa akan diterapkan. Yakni menggunakan bapelkes dan hotel untuk cadangan, khususnya bagi para OTG. Misalnya Bapelkes Batam dan Makassar.

Kemudian, bagi yang bergejala ringan sampai berat, tentu akan dirawat di ruang isolasi lain. baik di RS maupun Wisma atlet. menggunakan tower 6 dan7 dengan kapasitas total 4.218 bed. Saat ini sudah terisi 1.637 bed.

Bagi pasien covid-19 bergejala sedang, masih terdapat ruang isolasi pasien yang kosong dengan kapasitas 1.088 dari 4.271 tempat tidur. ’’Dalam beberapa hari ke depan ruang isolasi ini akan ditambah sebanyak 1.022 tempat tidur,’’ lanjut mantan Kepala RSPAD Gatot Soebroto itu. Sehingga totalnya menjadi 5.293 tempat tidur.

Sedangkan pasien covid-19 dengan gejala berat memerlukan ruang ICU untuk perawatan. Saat ini masih ada 115 dari 584 bed ICU yang kosong. Dalam beberapa hari ke depan dapat ditambah 138 tempat tidur sehingga total menjadi 722 untuk ruang ICU.

Menanggapi klaim Terawan soal tenaga kesehatan, Ketua Tim Mitigasi PB IDI dr Adib Khumaidi SpOT mengingatkan bahwa jumlah dokter di Indonesia terendah kedua di Asia Tenggara. 1 dokter melayani 2500 orang. Kematian satu dokter akan membawa dampak untuk sekitar 2500 orang.

Untuk dokter spesialis lebih rendah lagi rasionya, yakni 0,13 persen per 1000 penduduk. ”Selain itu, distribusi tenaga medis dan tenaga kesehatan juga terkonsentrasi di Jawa dan kota-kota besar,” ungkapnya.

Jika sekarang ada 115 dokter yang meninggal karena Covid-19, Adib menjelaskan, ada sekitar 300 ribu orang yang akan kehilangan pelayanan. Belum lagi jika menghitung kematian dokter gigi dan perawat. ”Dokter adalah aset bangsa, investasi untuk menghasilkan dokter dan dokter spesialis sangat mahal. Kehilangan dokter tentunya akan dapat berakibat  menurunnya kualitas pelayanan bagi rakyat Indonesia,” kata Adib.

Dia berharap perlu ketegasan pemerintah untuk membuat langkah-langkah konkret dalam upaya perlindungan dan keselamatan bagi para dokter dan tenaga kesehatan lainnya. Adib mencontohkan, upaya konkret itu bisa melalui pembentukan Komite Nasional Perlindungan dan Keselamatan Tenaga Medis dan Tenaga Kesehatan. Lembaga tersebut bertugas mengintegrasikan seluruh stakeholder kesehatan untuk fokus dalam upaya perlindungan dan keselamatan serta upaya-upaya pengawasan nya .

Kerjasama pun dibutuhkan. Kebutuhan dokter menjadi pekerjaan rumah bagi organisasi profesi dan perhimpunan-perhimpunan spesialis. Mereka dapat menjamin proporsi pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

 

Kasus Sejumlah Daerah Turun

 

Di sisi lain, pemerintah menekankan bahwa kasus aktif di berbagai daerah sudah mulai menurun. Jubir Pemerintah Untuk Penanganan Covid-19 Reisa Broto Asmoro mengungkapkan, hingga 14 September kemarin, pasien sembuh bertambah sebanyak 3.395 sehingga kesembuhan total nasional mencapai 158.405 orang.

Menurut catatan data dari Satgas Penanganan Covid-19, jumlah kesembuhan memang meningkat cukup signifikan. Pada hari sebelumnya yakni 13 September 2020, prosentase kasus sembuh sempat turun ke angka 71 persen. Namun meningkat kembali ke angka 71,5 persen kemarin.

Jumlah kasus sembuh tertinggi berada di DKI Jakarta dengan 1.494 orang. “Recovery-rate nya 71 persen. Ini cukup tinggi.  Artinya 7 diantara 10 orang sudah sembuh,” kata Reisa. Sementara itu, pertambahan kasus positif juga masih tinggi, yakni sebanyak 3.141 orang sehingga total akumulatifnya 221.523 kasus.

Reisa menjelaskan, jika melihat perkembangan terakhir, kasus aktif justru mengalami penurunan di berbagai tempat. Secara nasional, kasus aktif adlaah 54.277 orang. Turun dari sehari sebelumnya yakni 54.649 orang.

Data ini kata Reisa, melihat pada beberapa daerah dengan kasus aktif terbanyak. Kasus aktif tertinggi masih berada di DKI Jakarta dengan 11.436.  ”Jumlah ini mengalami penurunan dari sehari sebelumnya 12.078 kasus,” kata Reisa.

Dilanjutkan dengan Jawa Barat dengan 6.443 kasus aktif. Naik dari sehari sebelumnya 6.404 kasus. Yang ketiga adalah Jawa Tengah dengan kasus aktif 5.439 persen. Menurun dari hari sebelumnya  5.518 orang. jumlah kasus aktif sangat fluktuatif.

Reisa juga menambahkan, Berdasarkan keterangan dari Kemenkes, keterisian rumah sakit atau  Bed Occupancy Ratio (BOR) di seluruh indonesia saat ini dalam kondisi aman dapat mengantisipasi lonjakan 20 persen. Sesuai dengan ketentuan dari WHO. “Tapi tentu kita tidak menginginkan hal tersebut,” jelasnya.

Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Doni Monardo memperingatkan pada daerah-daerah agar tidak lengah. Saat ini, 8 provinsi yang menjadi perhatian pemerintah yakni DKI Jakarta, Jabar, Jateng, Jatim, Sumut, Kalsel, Sulsel dan Papua perkembangannya belum cukup menggembirakan.

Meski demikian, Doni menyebut bahwa Papua mengalami penurunan kasus yang menyolok. Sulawesi Selatan meskipun pernah tumbuh cukup tinggi saat ini sudah mulai terkendali.  ”Namun ada beberapa daerah yang selama ini tenang-tenang sekarang sudah mulai ada peningkatan, seperti Kalimantan Timur dan Provinsi Bali,” kata Doni.

Doni menyebut, secara umum Provinsi Bali sudah sangat bagus. Namun dalam beberapa hari terakhir tren angka kasus positif meningkat. ”Daerah-daerah yang mengalami peningkatan harus ada kerjasama dengan berbagai komponen. Pamerintah jangan kerja sendirian,” pungkas Doni. (ili/JPG/r6)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Simulasi KBM Tatap Muka SMA Sederajat di NTB Pekan Kedua Dimulai

Simulasi KBM tatap muka untuk SMA sederajat di NTB memasuki pekan kedua. ”Sambil kami tetap memantau perkembangan penyebaran Pandemi Virus Korona,” kata Kepala Dinas Dikbud NTB H Aidy Furqan, pada Lombok Post, Minggu (20/9/2020).  

Mendikbud Pastikan Wacana Penghapusan Mapel Sejarah Hoaks

”Tidak ada sama sekali kebijakan regulasi atau perencanaan penghapusan mata pelajaran sejarah di kurikulum nasional,” tegas dia.

HARUM Goda Pemilih Millenial Lewat Lomba Film Pendek dan E-Sport

Bakal Calon Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana mencoba menggoda pemilih milenial. Caranya, dengan menggelar film pendek dan e-sport. "Orang yang menggeluti dunia film tidak banyak. Bagi sebagian orang ini ekslusif. Prosesnya panjang," kata Mohan Sabtu malam (19/9) lalu.

Cerita Shaina Babheer saat Memerankan Sosok Kikin dalam film MOHAN

Shaina Azizah Putri dipilih untuk memerankan sosok Kikin Roliskana dalam film pendek berjudul "Mohan". Ini menjadi tantangan baru bagi dara yang sudah membintangi beberapa sinetron dan FTV nasional ini.

“Menara Eiffel”di Desa Seruni Mumbul Lombok Timur Ramai Pengunjung

Pengelola wisata Denda Seruni, Desa Seruni Mumbul, Kecamatan Pringgabaya tak ingin puas dengan keberhasilannya menyedot wisatawan. Realisasi target PADes Rp 30 juta per bulan harus dapat bertambah.

Bale Mediasi Lotim Damaikan Delapan Perselisihan

SELONG-Permohonan mediasi terus berdatangan ke Bale Mediasi Lotim. “Sudah ada 36 permohonan yang masuk,” kata Koordinator Administrasi Bale Mediasi Lotim Lalu Dhodik Martha Sumarna pada Lombok Post, kemarin (18/9).

Paling Sering Dibaca

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Film MOHAN, Ini Dia Official Teasernya

Rumah Produksi Warna tengah merampungkan pembuatan film MOHAN. Film bergenre drama remaja tersebut tengah memasuki fase shooting. Namun demikian sebagai bocoran Warna telah meluncurkan cuplikan Official Teaser nya.
Enable Notifications    Ok No thanks