alexametrics
Senin, 21 September 2020
Senin, 21 September 2020

Jangan Ada Kerumunan Massa Pilkada, Polisi Siap Tindak Pelanggar

MATARAM-Pilkada serentak di NTB rawan menjadi pusat penularan baru Covid-19. Kepatuhan kontestan menerapkan protokol kesehatan menjadi keharusan.

”Kita semua berharap, kasus Covid-19 yang mulai melandai di NTB ini terus menurun. Jangan sampaiada klaster Pilkada yang membuat kasus Covid-19 kembali melonjak,” imbuh Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah dalamrapat koordinasi penegakan hukum protokol kesehatan Covid-19 di Polda NTB, Senin (14/9/2020).

Karena dalam situasi pandemi, Pilkada tahun ini tidak diperbolehkan mengumpulkan orang banyak. Karena itu seluruh bakal pasangan calon harus bisa mengatur dan mengendalikan simpatisannya untuk patuh terhadap protokol kesehatan.

”Silakan berkampanye, silakan sampaikan visi-misi. Tapi taati aturan yang ada, seperti Perda, PKPU hingga undang-undang,” katanya.

Ia menyarankan, bakal pasangan calon kepala daerah bisa manfaatkan teknologi informasi atau media sosial, hingga rapat umum virtual untuk mempengaruhi suara pemilih. ”Bisa berkampanye melalui Facebook dan Instagram. Atau dia menyampaikan gagasan dan visi-misi melalui media,” ujarnya.

Rohmi mengingatkan, Perda Nomor 7 Tahun 2020 tentang Penanggulangan Penyakit Menular sudah diterapkan. Tidak ada lagi negosiasi kepada orang yang tidak patuh terhadap protokol kesehatan. Termasuk saat Pilkada nanti, semuanya harus berjalan dengan mematuhi protokol kesehatan yang ada.

”Memilih pemimpin itu sebuah keharusan. Tapi, menjaga diri dan keluarga menjadi sebuah kewajiban,” tandasnya.

Sementara itu, Kapolda NTB Irjen Pol Muhammad Iqbal mengatakan, dalam waktu dekat seluruh bakal pasangan calon kepala daerah di NTB akan diundang jajaran Forkopimda. ”Pilkada di zaman pandemi tidak hanya bicara beruntung atau tidak beruntung, tapi yang terpenting, kita pikirkan kesehatan masyarakat,” katanya.

Ia menegaskan, siapapun yang melanggar protokol kesehatan di setiap tahapan Pilkada akan langsung ditindak. Baik dengan sanksi administratif hingga pidana.

”Kami tidak akan segan-segan memberlakukan sanksi kepada siapapun yang melanggar protokol kesehatan,” ujarnya.

Tujuannya semata-mata untuk menjaga kesehatan masyarakat. Jangan sampai, karena euforia, massa pendukung lupa dengan kesehatan diri dan kesehatan orang lain.

”Kalau ada orang yang tau dirinya terpapar Covid-19, lalu sengaja datang ke acara Pilkada, kami langsung akan pidana,” tegasnya. (ili/r5)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Simulasi KBM Tatap Muka SMA Sederajat di NTB Pekan Kedua Dimulai

Simulasi KBM tatap muka untuk SMA sederajat di NTB memasuki pekan kedua. ”Sambil kami tetap memantau perkembangan penyebaran Pandemi Virus Korona,” kata Kepala Dinas Dikbud NTB H Aidy Furqan, pada Lombok Post, Minggu (20/9/2020).  

Mendikbud Pastikan Wacana Penghapusan Mapel Sejarah Hoaks

”Tidak ada sama sekali kebijakan regulasi atau perencanaan penghapusan mata pelajaran sejarah di kurikulum nasional,” tegas dia.

HARUM Goda Pemilih Millenial Lewat Lomba Film Pendek dan E-Sport

Bakal Calon Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana mencoba menggoda pemilih milenial. Caranya, dengan menggelar film pendek dan e-sport. "Orang yang menggeluti dunia film tidak banyak. Bagi sebagian orang ini ekslusif. Prosesnya panjang," kata Mohan Sabtu malam (19/9) lalu.

Cerita Shaina Babheer saat Memerankan Sosok Kikin dalam film MOHAN

Shaina Azizah Putri dipilih untuk memerankan sosok Kikin Roliskana dalam film pendek berjudul "Mohan". Ini menjadi tantangan baru bagi dara yang sudah membintangi beberapa sinetron dan FTV nasional ini.

“Menara Eiffel”di Desa Seruni Mumbul Lombok Timur Ramai Pengunjung

Pengelola wisata Denda Seruni, Desa Seruni Mumbul, Kecamatan Pringgabaya tak ingin puas dengan keberhasilannya menyedot wisatawan. Realisasi target PADes Rp 30 juta per bulan harus dapat bertambah.

Bale Mediasi Lotim Damaikan Delapan Perselisihan

SELONG-Permohonan mediasi terus berdatangan ke Bale Mediasi Lotim. “Sudah ada 36 permohonan yang masuk,” kata Koordinator Administrasi Bale Mediasi Lotim Lalu Dhodik Martha Sumarna pada Lombok Post, kemarin (18/9).

Paling Sering Dibaca

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Film MOHAN, Ini Dia Official Teasernya

Rumah Produksi Warna tengah merampungkan pembuatan film MOHAN. Film bergenre drama remaja tersebut tengah memasuki fase shooting. Namun demikian sebagai bocoran Warna telah meluncurkan cuplikan Official Teaser nya.
Enable Notifications    Ok No thanks