alexametrics
Kamis, 22 Oktober 2020
Kamis, 22 Oktober 2020

Jaga Netralitas, Lurah Mataram Timur Tolak Bantuan Sembako Parpol

MATARAM-Netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN) benar-benar diuji dalam Pilkada Kota Mataram tahun ini. Berbagai godaan menghampiri para ASN datang dari calon wali kota dan wakil wali kota, partai, hingga tim pemenangannya.

“Ada salah satu partai (pengusung pasangan calon wali kota dan wakil wali kota) mau masuk ke Kelurahan Mataram Timur ngasih bantuan sembako,” beber Lurah Mataram Timur Rahmawati kepada Lombok Post kemarin (14/10).

Bantuan tersebut diniatkan untuk warga yang ada di kelurahan itu. Namun karena ada embel-embel partai, Watik, sapaannya kemudian menanyakan apa tujuan bantuan diberikan. Apakah murni untuk warga yang terdampak Covid-19 atau tidak. Termasuk apakah ada kewajiban yang harus dipenuhi penerima bantuan atau tidak.

“Namun karena sifatnya politik, kami menolak. Kalau tujuannya fisabilillah kami persilakan. Tapi kalau tujuannya agar dipilih masyarakat, ya kami tolak,” tegasnya.

Ia tidak mau, bantuan tersebut akan menimbulkan polemik baru di wilayah yang dipimpinnya. Sekilas mungkin disayangkan jika lurah tak menerima bantuan partai tersebut. Namun jika diterima, justru dampak kondusivitas dan kegaduhan yang ditimbulkan bisa lebih besar. Apalagi jika muncul anggapan lurah dan pegawainya ikut kampanye mendukung salah satu pasangan calon.

“Tapi dengan netralitas yang kami lakukan, masih ada beberapa warga yang justru meragukan komitmen ASN,” sesalnya. Hal itu bisa dipahami Rahmawati karena bisa jadi ada oknum ASN di luar kelurahan yang memang demikian. Namun pada prinsipnya, ia bersama ASN yang ada di Kelurahan Mataram Timur tetap menjaga netralitas.

Rahmawati mengaku tak mau ambil risiko. Di saat momentum Pilkada seperti saat ini, ia sudah mengantisipasi jika akan banyak pihak yang tiba-tiba datang menawarkan bantuan. Namun dengan tendensi politik berharap warga memilih mereka atau calon yang diusung di Pilkada.

Untuk itu, sejak awal lurah bersama jajarannya tegas menolak semua bantuan yang memiliki niatan politik membantu warga. Tak hanya itu, bantuan untuk PKH, JPS Covid, BST atau yang lainnya dijaga agar tidak dibalut untuk kepentingan politik. Mengingat program ini murni bantuan pemerintah kota, provinsi, dan pusat. Bukan bantuan dari pasangan calon atau partai.

“Kalau hari ini kami terima bantuan 128 karung masing-masing 10 kilo gram untuk PKH. Kami berkoordinasi dengan pendamping PKH untuk penyaluran ini. Memastikan tidak ada kepentingan apapun untuk penyaluran ini,” tegasnya.

Kasi Kesos Kelurahan Mataram Timur Hj Rusni juga menambahkan, pihaknya tidak ingin terkontaminasi kepentingan politik dengan bantuan sosial. “Kami sangat tegas menolak apapun yang berupaya mempolitisir bantuan bagi masyarakat,” ungkapnya.

Pihak Kelurahan Mataram Timur menegaskan jika pegawai di lingkup kelurahan benar-benar menjaga komitmen netralitas mereka. Apalagi telah dilakukan deklarasi netralitas ASN. “Apapun yang sifatnya batuan politik kami tolak,” imbuhnya.

Sehingga ia berharap masyarakat di Kelurahan Mataram Timur tidak lagi meragukan netralitas mereka. Karena semua yang dilakukan untuk kepentingan masyarakat. Tidak ada kepentingan calon mana pun. (ton/r3)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Kenali La Nina, Waspadai Dampaknya

HUJAN dengan intensitas sedang hingga tinggi mengguyur sebagian wilayah Indonesia beberapa waktu belakangan ini. Tentu banyak pihak yang bertanya-tanya, apakah memang musim hujan telah datang ? Berdasarkan prakiraan awal musim kemarau tahun 2020/2021 oleh BMKG, musim kemarau tahun 2020 ini sifatnya memang tidak sekering tahun sebelumnya.

17 Ribu Tenaga Kesehatan NTB Bakal Divaksin Lebih Dulu

Pemprov NTB telah menyetor nama-nama tenaga kesehatan untuk diberikan vaksin anti Covid-19. ”Daftar tenaga medis sudah saya serahkan ke pusat,” kata Kepala Dinas Kesehatan NTB dr Hj Nurhandini Eka Dewi, kemarin (20/10).

Kampanye Sehat di Dompu Pasangan Eri-HI Bagi Masker untuk Para Lansia

PASANGAN Calon Bupati dan Wakil Bupati Dompu Eri Aryani-H Ichtiar (Eri-HI) terus menyuarakan kampanye sehat. Salah satunya dengan bagi-bagi masker saat ada kegiatan kampanye tertutup.

Juri Kampung Sehat NTB Mulai Menilai Pemenang di Sumbawa

Tim Penilai Lomba Kampung Sehat tingkat provinsi sedang berada di Sumbawa. Penilaian kini sedang dilakukan pada tiga pemenang Lomba Kampung Sehat tingkat kabupaten di wilayah tersebut. Yang sudah dinilai hingga kemarin Kelurahan Samapuin dan Desa Moyo Hilir.

XL Axiata, Pertama di Asia Tenggara yang Pakai SAP S/4HANA Cloud

“XL Axiata berhasil melakukan transformasi menjadi pemimpin dalam hal penyedia layanan digital dan data. Kami sangat percaya dan berkomitmen penuh terhadap transformasi digital sebagai bagian dari strategi bisnis perusahaan,” kata Yessie D. Yosetya, Director & Chief Information-Digital Officer XL Axiata.

Anggota DPR RI Ragukan NTB Siap Selenggarakan MotoGP

”Kami belum melihat ada promosi besar-besaran di tengah masyarakat,” katanya dalam keterangan pers di restoran Taliwang H Moerad, Rabu (20/10/2020).

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

52 Ribu UMKM NTB Bakal Dapat Bantuan Presiden Rp 2,4 Juta

Pemprov NTB mengusulkan 52.661 UMKM sebagai penerima bantuan presiden (banpres) produktif. ”Data ini terus kita perbarui sampai minggu kedua bulan September,” kata Kepala Dinas Koperasi dan UKM NTB H Wirajaya Kusuma, pada Lombok Post, kemarin (23/8).

Bantuan Presiden, Pedagang Kaki Lima Bakal Diberi Rp 2,4 Juta

Kucuran bantuan pemerintah dalam rangka stimulus ekonomi di tengah pandemi Covid-19 semakin beragam. Kemarin (19/8) sore di halaman tengah Istana Merdeka bersama sejumlah pedagang kecil, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkenalkan Bantuan Presiden (Banpres) Produktif.

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Pemerintah Janji Bantu UMKM NTB Terdampak Korona, Ini Syaratnya

encairan bantuan Rp 800 triliun bagi UMKM dan IKM masih menunggu petujuk pemerintah pusat. ”Kita tunggu petunjuk teknisnya dari kementerian koperasi UKM,” kata Kepala Dinas Koperasi dan UKM NTB Wirajaya Kusuma, Jumat (10/7
Enable Notifications    Ok No thanks