alexametrics
Kamis, 22 Oktober 2020
Kamis, 22 Oktober 2020

Sebulan Razia Masker Lobar Kumpulkan Rp 54,7 Juta, KLU Rp 8,6 Juta

GIRI MENANG-Sebanyak 2.128 orang  ditindak Satpol PP Lombok Barat (Lobar). Setelah satu bulan penerapan sanksi di Perda NTB Nomor 7 Tahun 2020 tentang Penanggulangan Penyakit Menular.

”Itu hasil razia setiap hari yang kita lakukan bersama TNI dan Polri,” kata Kepala Bidang Operasional Satpol PP Lobar I Ketut Rauh beberapa hari lalu.

Upaya penindakan terus dilakukan tim non yustisi. Secara konsisten razia dilakukan di sejumlah titik keramaian dan ruang publik yang berada di Lobar. Dilakukan bersama Satpol PP dengan bantuan penuh dari kepolisian dan TNI.

Kemarin, Satpol PP Lobar kembali melakukan razia protokol kesehatan. Di bundaran Giri Menang Square (GMS), Kecamatan Gerung. Hasilnya, masih banyak ditemukan masyarakat yang tidak mematuhi protokol kesehatan, salah satunya tidak memakai masker.

”Pelanggar yang kita jaring itu 94 orang. 90 dari masyarakat umum dan empat sisanya itu ASN,” ungkapnya.

Dari 94 pelanggar, sebanyak 29 orang memilih untuk membayar sanksi administrasi. Dengan variasi denda Rp 100 ribu hingga Rp 200 ribu. Kemudian 65 orang lainnya disanksi sosial. Dihukum push up serta membersihkan sampah.

Penambahan 94 pelanggar tersebut menambah daftar panjang warga yang terjaring operasi non yustisi. Total, kata Rauh, sudah 2.128 orang yang ditindak jajarannya. Pelanggar terbanyak didominasi masyarakat umum yakni 2.094 orang. Sisanya berasal dari ASN sebanyak 34 orang.

Sebanyak 1.615 orang memilih untuk menebus kesalahannya dengan menjalani hukuman sanksi sosial. Kemudian 513 orang membayar denda. Yang nilainya mencapai Rp 54,7 juta. Denda ini langsung masuk ke kas daerah.

Rauh mengatakan, upaya razia akan terus dilakukan jajarannya. Sampai batas waktu yang tidak ditentukan. Satpol PP akan menindak tegas setiap pelanggar protokol kesehatan, sesuai dengan Perda NTB Nomor 7 Tahun 2020 tentang Penanggulangan Penyakit Menular.

”Tentu kita berharap masyarakat, terutama ASN, untuk bisa lebih disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan ini,” kata Rauh.

Sementara itu, Kasatpol PP Lobar Baiq Yeni Satriani Ekawati mengatakan, banyak masyarakat yang belum paham bagaimana penerapan protokol kesehatan. Beberapa bahkan menjalankan protokol dengan tidak maksimal.

”Ada yang cuma melihat dari sudut pandang mereka. Misal, di dalam mobil, boleh tidak pakai masker. Salah itu, di perda ketentuannya harus pakai masker di tempat umum,” tegas Yeni.

 

530 Warga Terjaring di KLU

Sementara di Kabupaten Lombok Utara (KLU), total 530 pelanggar terjaring.

Terkumpul denda Rp 8,6 juta. ”Ada juga yang diberikan sanksi sosial,” kata Kasatpol PP dan Damkar KLU Wartawan, kemarin (13/10).

Pada 14 September lalu, sembilan orang langsung didenda Rp 100 ribu dan langsung diarahkan ke Pemprov NTB. Setelah itu, Pemda KLU menggunakan Perbup KLU untuk penindakan. Yakni memberi denda maksimal Rp 500 ribu bagi pelanggar.

”Tetapi rata-rata mereka bayar hanya sampai Rp 100 ribu bahkan ada yang Rp 20 ribu. Paling banyak itu kita kenakan sanksi sosial,” sambung dia.

Wartawan merinci hingga 5 Oktober lalu, 116 pelanggar disanksi denda dan 414 orang sanksi sosial.

Selain penegakan, pihaknya bersama TNI/Polri melakukan sosialisasi dan edukasi. Bahkan sejak 6 Oktober hingga 17 Oktober, mereka melakukan pengawasan protokol kesehatan di SD dan SMP.

”Edukasi terkait Covid-19 ini sangat penting,” tegasnya.

Hal itu mengingat warga masih belum menggunakan masker dengan tepat. Ada yang hanya mencantolkannya di dagu, ada juga yang hanya menutup mulut, namun hidung tidak. Bahkan sejumlah temuan, masker hanya disimpan di kantong celana.

”Yang seperti ini kami beri sanksi sosial,” tegas dia.

Ia berharap dengan itu warga bisa lebih disiplin. Diingatkan, taat aturan adalah cirri orang beradab. Diingatkan juga, menggunakan masker tak hanya untuk melindungi diri. Namun juga melindungi orang lain, sebagai bentuk kepedulian. ”Kalaupun ada yang menggunakan mobil tidak menggunakan masker tetap kita tindak,” kata dia mencontohkan jenis pelanggaran lain.

Sanksi denda maksimal Rp 500 ribu tersebut, lanjut dia, mengacu paca Perbup 15 tahun 2020. Namun di lapangan, pihaknya menerapkan denda sesuai kemampuan pelanggar. Denda tersebut langsung masuk ke kas daerah melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) KLU.

Kepala Bapenda KLU H Hermanto mengatakan, total denda yang terkumpul sebanyak Rp.8.685.000 dari 101 pelanggar. Denda tersebut terhitung sejak 15 September hingga 5 Oktober.

”Sanksi sosial lebih banyak,” kata dia.

Hermanto mengimbau warga tetap patuh menjalankan protokol kesehatan. ”Yang terjaring ini banyak bawa masker tapi tidak digunakan dengan baik,” tutup dia. (dit/fer/r3/r9)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Kenali La Nina, Waspadai Dampaknya

HUJAN dengan intensitas sedang hingga tinggi mengguyur sebagian wilayah Indonesia beberapa waktu belakangan ini. Tentu banyak pihak yang bertanya-tanya, apakah memang musim hujan telah datang ? Berdasarkan prakiraan awal musim kemarau tahun 2020/2021 oleh BMKG, musim kemarau tahun 2020 ini sifatnya memang tidak sekering tahun sebelumnya.

17 Ribu Tenaga Kesehatan NTB Bakal Divaksin Lebih Dulu

Pemprov NTB telah menyetor nama-nama tenaga kesehatan untuk diberikan vaksin anti Covid-19. ”Daftar tenaga medis sudah saya serahkan ke pusat,” kata Kepala Dinas Kesehatan NTB dr Hj Nurhandini Eka Dewi, kemarin (20/10).

Kampanye Sehat di Dompu Pasangan Eri-HI Bagi Masker untuk Para Lansia

PASANGAN Calon Bupati dan Wakil Bupati Dompu Eri Aryani-H Ichtiar (Eri-HI) terus menyuarakan kampanye sehat. Salah satunya dengan bagi-bagi masker saat ada kegiatan kampanye tertutup.

Juri Kampung Sehat NTB Mulai Menilai Pemenang di Sumbawa

Tim Penilai Lomba Kampung Sehat tingkat provinsi sedang berada di Sumbawa. Penilaian kini sedang dilakukan pada tiga pemenang Lomba Kampung Sehat tingkat kabupaten di wilayah tersebut. Yang sudah dinilai hingga kemarin Kelurahan Samapuin dan Desa Moyo Hilir.

XL Axiata, Pertama di Asia Tenggara yang Pakai SAP S/4HANA Cloud

“XL Axiata berhasil melakukan transformasi menjadi pemimpin dalam hal penyedia layanan digital dan data. Kami sangat percaya dan berkomitmen penuh terhadap transformasi digital sebagai bagian dari strategi bisnis perusahaan,” kata Yessie D. Yosetya, Director & Chief Information-Digital Officer XL Axiata.

Anggota DPR RI Ragukan NTB Siap Selenggarakan MotoGP

”Kami belum melihat ada promosi besar-besaran di tengah masyarakat,” katanya dalam keterangan pers di restoran Taliwang H Moerad, Rabu (20/10/2020).

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

52 Ribu UMKM NTB Bakal Dapat Bantuan Presiden Rp 2,4 Juta

Pemprov NTB mengusulkan 52.661 UMKM sebagai penerima bantuan presiden (banpres) produktif. ”Data ini terus kita perbarui sampai minggu kedua bulan September,” kata Kepala Dinas Koperasi dan UKM NTB H Wirajaya Kusuma, pada Lombok Post, kemarin (23/8).

Bantuan Presiden, Pedagang Kaki Lima Bakal Diberi Rp 2,4 Juta

Kucuran bantuan pemerintah dalam rangka stimulus ekonomi di tengah pandemi Covid-19 semakin beragam. Kemarin (19/8) sore di halaman tengah Istana Merdeka bersama sejumlah pedagang kecil, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkenalkan Bantuan Presiden (Banpres) Produktif.

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Pemerintah Janji Bantu UMKM NTB Terdampak Korona, Ini Syaratnya

encairan bantuan Rp 800 triliun bagi UMKM dan IKM masih menunggu petujuk pemerintah pusat. ”Kita tunggu petunjuk teknisnya dari kementerian koperasi UKM,” kata Kepala Dinas Koperasi dan UKM NTB Wirajaya Kusuma, Jumat (10/7
Enable Notifications    Ok No thanks