alexametrics
Rabu, 30 November 2022
Rabu, 30 November 2022

Antisipasi Anjing Liar, ITDC Disarankan Tutup Lubang di Pagar Sirkuit

MATARAM-Tim tanaman dan satwa liar dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) NTB turut sukses mengamankan gelaran World Superbike (WSBK) Mandalika 2022, akhir pekan kemarin.

”Tim berhasil menghalau sejumlah anjing liar. Beberapa ada yang kami bawa ke dog shelter di Mandalika,” kata Kepala BKSDA NTB Budhy Kurniawan.

Tim dari BKSDA berjumlah sekitar 20 orang. Berkolaborasi dengan Lombok Animal Rescue (LAR), keduanya turun melakukan patroli di Pertamina Mandalika International Street Circuit, selama gelaran WSBK dari 11 hingga 13 November.

Tugas tim untuk menghalau satwa liar di areal sirkuit. Yang berpotensi mengganggu jalannya balapan maupun kenyamanan penonton WSBK. Seperti monyet, biawak, serta anjing liar. Upaya ini juga dilakukan pada balapan WSBK Mandalika 2021 dan MotoGP di Maret lalu.

Baca Juga :  DBH-CHT Provinsi NTB Disalurkan Untuk Saprodi

Di hari kedua WSBK pada 12 November, tim melakukan patroli. Mengecek lubang yang berada di tembok batas sirkuit, pada tribun D serta di sekitar lokasi UMKM. Di lokasi ini ditemukan satu ekor anjing liar yang kemudian dihalau petugas keluar tembok.

Satu ekor anjing liar lainnya ditemukan di tribun F. Serta masing-masing satu ekor pada tribun K dan I yang dihalau petugas keluar pagar melalui tembok wilkon yang berlubang. Setelah itu tim menutup lubang-lubang yang dijadikan pintu masuk anjing liar dengan menggunakan batu.

”Untuk anjing liar yang di tribun F itu ditembak bius dan kami evakuasi ke dog shelter,” jelasnya.

Selanjutnya di race day atau 13 November, tim kembali melakukan patroli. Pengecekan juga dilakukan pada lubang-lubang di sekitar tribun D, E, J, dan K. Serta parkiran di sekitar paddock dan lokasi UMKM. Di tempat terakhir, petugas menemukan dua anjing liar berada di bawah mobil penonton.

Baca Juga :  Dewan Minta Inspektorat Turun Tangan Awasi Pemeliharaan Jalan

”Karena waktu itu race day, tim hanya menyisir dan menghalau saja. Agar anjing liar tidak masuk ke dalam sirkuit,” sebut Budhy.

Budhy mengatakan, jumlah personel menjadi kendala selama bertugas melakukan pengamanan. Tim yang berjumlah 20 orang, kesulitan untuk mengcover seluruh areal sirkuit. Termasuk mengecek lubang di tembok pembatas yang dijadikan pintu masuk anjing liar.

Guna mengurangi potensi gangguan anjing liar pada event balapan berikutnya, Budhi meminta Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) menurunkan petugas khusus. Mengecek sekaligus menutup lubang di areal sirkuit secara permanen. (dit/r5)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications OK No thanks
/