alexametrics
Jumat, 26 Februari 2021
Jumat, 26 Februari 2021

Sehari setelah Divaksin, Ini yang Dirasakan Sekda NTB

MATARAM-Sosialisasi vaksin covid terus dimasifkan oleh pemerintah. Karena sampai saat ini masih banyak masyarakat ragu. Sejumlah pejabat yang sudah divaksin pun ikut angkat bicara.

Di NTB, sejumlah pejabat dan tokoh yang mendapat vaksin perdana covid, Kamis (14/1) kembali beraktivitas seperti biasa. Tidak ada efek samping berlebihan pascavaksinasi.

”Sudah lewat satu hari ini, biasa saja tidak ada gejala-gejala lain seperti demam atau apa,” kata Sekda NTB H Lalu Gita Ariadi, Jumat (15/1).

Bagi Gita, masyarakat sebenarnya tidak perlu ragu lagi. Pemerintah melalui BPOM sudah melakukan serangkaian uji terkait keamanan vaksin. Begitu juga dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang telah mengeluarkan sertifikat halal.

Vaksinasi terhadap kepala daerah, tokoh agama maupun masyarakat, disebut sekda untuk menjawab keraguan masyarakat. Terhadap kondisi dan keberadaan vaksin sinovac dari pemerintah.

”Filosofi masyarakat kita itu kan, dia lihat langsung baru dipercaya. Sekarang gubernur, tuan guru, tokoh agama juga sudah divaksin, ya apalagi yang mau diragukan,” sebut sekda.

Gita mengatakan, pejabat dan tokoh memiliki tanggung jawab terkait vaksinasi. Untuk menumbuhkan kesadaran dari masyarakat. ”Saya juga, ini sebagai tanggung jawab, dengan segala kesadaran saya ikut vaksin,” tuturnya.

Lebih lanjut, meski sudah mendapat vaksinasi covid, tetap diwajibkan menerapkan protokol kesehatan. Selebihnya menyerahkan sepenuhnya kepada Tuhan Yang Maha Esa.

”Masyarakat yang nanti akan vaksin, tidak usah takut-takut. Kalau dari segi rasa, kemarin tidak ada rasanya. Lebih dramatis kalau kita lakukan tes swab,” beber sekda.

Sementara itu, vaksinasi covid tidak bisa dilakukan sembarangan. Ada sejumlah syarat dan ketentuan yang harus diikuti. Adapun untuk mereka yang pernah terpapar covid, dipastikan tidak mendapat vaksin.

”Sudah terbentuk antibodi alami di tubuhnya,” kata Kepala Dinas Kesehatan (Dikes) NTB dr Hj Nurhandini Eka Dewi.

Dalam menentukan seseorang terpapar covid, cara yang paling akurat untuk mengetahuinya melalui tes swab PCR. Namun, dalam beberapa kasus, sejumlah orang pernah mengalami gejala ringan covid. Tapi, tidak menindaklanjutinya dengan melakukan tes PCR. Sehingga tidak mengetahui secara pasti, apakah mereka positif covid atau gejala penyakit biasa.

Salah satu ciri terpapar covid, antara lain, hilangnya indera penciuman atau anosmia serta indera perasa. Meski di waktu bersamaan, tidak sedang sakit flu.

Terkait hal tersebut, Eka menyarankan agar masyarakat yang pernah mengalami anosmia untuk melakukan tes antibodi secara mandiri. ”Tes antibodi saja, bisa diketahui dari sana,” kata Eka. (dit/r5)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications   OK No thanks