alexametrics
Minggu, 20 September 2020
Minggu, 20 September 2020

Akhirnya Pemprov NTB Bertindak, Sekolah Diliburkan, Kapal Cepat dari Bali Dihentikan

MATARAM-Pemprov NTB akhirnya mengambil langkah nyata untuk membatasi sebaran pandemi Covid-19.  Sekolah diliburkan dua pekan, pembatasan terhadap wisatawan dilakukan dengan menutup akses kapal cepat dari Bali menuju Tiga Gili.

“Kita sangat serius mengantisipasi dan mewaspadai ini (virus Korona),” kata Gubernur NTB H Zulkieflimansyah, usai rapat khusus penanganan virus Korona dengan pemda se-NTB, di kantor gubernur NTB, Minggu (16/3).

Pemprov juga menetapkan status siaga darurat bencana non alam Coronavirus Disease 2019 (Covid-19). Status siaga darurat berlaku hingga 31 Agustus mendatang. Status itu berlaku bagi seluruh kabupaten/kota selama 169 hari ke depan.

Libur sekolah selama dua pekan, berlaku bagi semua jenjang pendidikan. Mulai dari PAUD-TK, SD, SMP, dan SMA. Khusus siswa kelas 12 SMA yang akan menghadapi ujian, mereka tetap masuk. ”Tapi yang libur ini bukan berarti mereka santai-santai,” katanya.

Dia tidak mau, saat diliburkan siswa justru pelesiran dan berkumpul di mal. Justru itu membuat potensi penyebaran semakin masif. ”Banyak tugas-tugas dikerjakan di rumah dibandingkan sekolah, ini untuk menghindari kerumunan,” katanya.

Selain itu, pemprov juga melarang seluruh ASN termasuk para pejabat dan anggota DPRD keluar daerah. ”Kecuali untuk hal yang betul-betul mendesak,” kata Zul.

Selain ke Tiga Gili, kapal-kapal cepat dari Bali akan distop termasuk yang ke Senggigi. ”Ini dilakukan karena kontrolnya (di pelabuhan) relatif susah,” tegasnya.

Tapi bukan berarti ketika dibatasi  dua pekan, tiga gili mejadi tempat mati yang harus dijauhi. ”Justru menjadi kesemapatan untuk memastikan tiga gili dan tempat wisata di NTB aman,” ujarnya.

Selama pembatasan  pemerintah akan melakukan fogging dan penyemprotan disinfektan, termasuk membersihkan seluruh pulau. ”Sehingga ketika kita buka, siapa pun yang datang ke sana akan merasa aman dan nyaman,” harap Zul.

Bagi wisatawan yang ada di tiga gili, mereka tetap bisa berlibur namun kesehatan mereka dipantau. ”Pokoknya jangan gaduh dulu, kita akan periksa,” katanya.

Soal uji laboratorium, pemprov belum bisa. Sebab izin pengujian dari Kementerian Kesehatan tidak ada. Uji lab swab pasien dalam pengawasan (PDP) Korona NTB dilakukan di Surabaya. Karena itu, dia meminta dinas kesehatan mengajukan izin ke pusat agar uji laboratorium bisa lakukan diNTB. ”Kalau bisa uji di sini mungkin akan lebih mudah,” katanya.

Sementara jalur penerbangan tidak ditutup atau dikurangi karena kontrolnya lebih mudah. ”Kita belum sampai ke sana (tutup rute), satu-satu dulu,” katanya.

Tunggu Instruksi Bupati

Di Lombok Utara, wacana menutup tiga gili (Meno, Air, Trawangan) masih menunggu arahan pimpinan daerah. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Lombok Utara Vidi Eka Kusuma mengatakan, rencananya semua OPD akan dikumpulkan besok (hari ini, red).

“Kita masih tunggu arahan bupati,” kata dia, kemarin (15/3).

Kata Vidi, pemberlakuan penutupan tersebut juga tidak lepas dari kebijakan kepala daerah (bupati). Penutupan Gili karena dianggap sebagai pintu masuknya wisatawan yang sulit dikontrol. Sehingga perlu ditutup selama dua Minggu. Bahkan Syahbandar sendiri, kata dia, sudah mulai mengkonfirmasi pihaknya perihal kepastian penutupan tersebut.

“Tetapi kalaupun itu adalah sebuah keputusan,  itu tetap kita lakukan,” sambung dia.

Penutupan itu sendiri, kata Vidi, dengan asumsi dilakukan pembersihan agar tiga gili steril. Sehingga ketika dibuka kembali, destinasi tersebut sudah aman dikunjungi.

“Jadi sekarang intinya kita masih menunggu. Karena kita bergerak atas dasar perintah pak bupati,” aku dia.

Vidi mengatakan, untuk menerima pengunjung saat ini, setidaknya pihaknya harus yakin wisatawan yang datang itu bebas dari korona. Selain itu juga memastikan tempat wisata aman dari Korona.

Rencana penutupan tersebut diakui Vidi akan berimbas pada para pelaku wisata. Hal ini tentu juga menjadi atensi pemkab untuk memberikan win-win solution. Sebab itu, dalam rapat tersebut juga akan dibahas nasib pengusaha selama dua minggu ke depan.

“Ini kan untuk kebaikan,” kata dia. (ili/fer/r3)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

14 Ribu UMKM Lombok Utara Diusulkan Terima Banpres

Jumlah UMKM KLU yang diusulkan menerima bantuan presiden (Banpres) Rp 2,4 juta bertambah. Dari sebelumnya hanya 4. 890, kini tercatat ada 14 ribu UMKM. ”Itu berdasarkan laporan kabid saya, sudah 14 ribu UMKM yang tercatat dan diusulkan ke pusat,” ujar Plh Kepala Diskoperindag KLU HM Najib, kemarin (18/9).

Cegah Penyimpangan, Bupati Lobar Amankan 640 Dokumen Aset Daerah

Dinas Arsip dan Perpustakaan Lombok Barat (Lobar) terus mencari dokumen-dokumen aset milik pemkab. ”Kalau arsip (dokumen) hilang, aset daerah juga melayang,” kata Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Lobar H Muhammad Yamil.

Penuh Sampah, Warga Dasan Geres Turun Bersihkan Sungai

Pola hidup bersih digalakkan warga di Lingkungan Dasan Geres Tengah. Salah satunya melalui program sungai bersih. ”Kita ciptakan lingkungan bersih dan asri,” kata Lurah Dasan Geres Hulaifi, kemarin.

Perintah Menteri, RT Wajib Bentuk Satgas Penaganan Covid-19

Upaya menekan penyebaran virus COVID-19 masih harus gencar. Salah satu kebijakan baru yang digagas adalah mewajibkan membentuk satgas penanganan COVID-19 hingga level kelurahan, dusun atau RT/RW. Satgas tersebut nantinya bertugas mengawal pelaksanaan kebijakan satgas pusat di lapangan.

Senggigi Telah Kembali (Bagian-2)

SELAMA berminggu-minggu “kegiatan tidak berarti ini” dilaksanakan tanpa ada maksud apa-apa kecuali biar sampah tidak menumpuk. Namun keberartian “kegiatan tidak berarti ini” justru menjadi simpul efektif dari kebersamaan dan rasa senasib sepenangungan seluruh komponen yang ikut bergotong royong.

Gowes di Jalan Raya Kini Tak Bisa Lagi Serampangan, Ini Aturannya

Belakangan tren bersepeda marak. Agar tertib, maka Kementerian Perhubungan mengeluarkan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 59 Tahun 2020 Tentang Keselamatan Pesepeda di Jalan pada 14 Agustus lalu. Kemenhub rutin untuk melakukan sosialisasi.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Pemda di NTB Wajib Daftarkan Honorer Ikut BPJS Ketenagakerjaan

"Seluruh tenaga kerja di NTB, baik yang ada di lingkungan pemerintah atau pun swasta, baik sektor formal maupun informal wajib mendapatkan jaminan sosial ketenagakerjaan," tegas Wisma.
Enable Notifications    Ok No thanks