alexametrics
Jumat, 14 Agustus 2020
Jumat, 14 Agustus 2020

Satu Staf Gubernur NTB Positif Terjangkit Korona

STAF dan seluruh pegawai pendopo gubernur dan wakil gubernur NTB dites cepat (rapid test) Covid-19. ”Arahan pak gubernur kami di-rapid test karena beberapa hari lalu ada rekan kami yang positif (Covid-19), pasien nomor 37,” kata Anugrah Fajar Fahrurazie, salah satu staf Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan Daerah (TGP2D) NTB, usai tes di pendopo, kemarin (15/4).

Pasien nomor 37 dengan inisial  NE, merupakan salah satu staf di  TGP2D NTB. Beberapa hari lalu dia dinyatakan positif Covid-19 karena pernah melakukan perjalanan ke Bali.  ”Arahannya kami yang pernah interaksi, malaupun terakhir di bulan Februari, untuk memastikan dilakukan rapid test,” katanya.

Dia memastikan, sejak pulang dari Bali, NE sudah melakukan isolasi mandiri dan tidak pernah berinteraksi dengan staf yang lainnya. Sehingga lingkungan pendopo menurutnya aman. ”Dia tidak pernah ikut rapat dengan tim maupun gubernur, ke kantor juga tidak pernah lagi,” katanya.

Pasien nomor 37 merupakan pegawai Bappeda NTB yang diperbantukan sebagai staf TGP2D yang berkantor di pendopo gubernur NTB. ”Kondisi saya dan teman-teman baik, tidak ada yang sakit atau apa, semuanya normal,” kata Fajar.

Selain staf TGP2D, semua yang bertugas di pendopo juga harus tes cepat. Mulai dari juru masak, tukang kebun, petugas kebersihan, dan anggota Satpol PP. ”Juga driver dan pramusaji,” katanya.

I Made Agus Adi, staf TGP2D lainnya menjelaskan, tes awal bertujuan untuk mengetahui kondisi kesehatan mereka. ”Dilakukan rapid test untuk memastikan kondisi kesehatan kami,” katanya.

Rapid diagnostic test (RDT) dilakukan kepada seluruh staf untuk memastikan keamanan di pendopo gubernur NTB. Dalam tes kemarin, 47 orang dites dan sebelumnya 90 orang sudah dites lebih dahulu.

Sri Endang Kusrini, Kepala Seksi Pelayanan Rujukan, Bidang Pelayanan Kesehatan, Dinas Kesehatan NTB menjelaskan, mereka melakukan tes atas permintaan melalui Biro Umum Setda NTB.

Tim bekerja sama dengan Balai Laboratorium Kesehatan NTB melakukan pengecekan awal atau RDT. ”Semua orang yang berada di pendopo dilakukan rapid test, hasilnya akan diumumkan secara resmi Dikes NTB,”  katanya.

Selain di pendopo gubernur dan wakil gubernur, rapid test juga dilakukan di rumah dinas sekda NTB. ”Kami tidak mendapat informasi seperti itu (staf positif) kami diperintahkan tes saja,” katanya.

Infromasi yang dapat Lombok Post, berdasarkan laporan Laboratorium Kesehatan NTB, hasil RDT Covid-19 bagi 47 orang tanggal 15 April, semuanya negatif non reaktif. Jumlah yang dites di pendopo gubernur sebanyak 36 orang, rumah dinas sekda lima orang dan pendopo wakil gubernur enam orang.

Sedangkan hasil tes 90 orang sebelumnya belum diumumkan. Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari dinas kesehatan.(ili/r2)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Belajar Tatap Muka Harus Ada Izin Orang Tua Siswa

TALIWANG- Bupati Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) HW. Musyafirin menegaskan belajar tatap muka di sekolah di tengah covid-19 bisa saja digelar. Tetapi syaratnya harus ada izin atau persetujuan orang tua siswa.

Lima Daerah di NTB Alami Kekeringan Parah, Ini Daftarnya

Lima daerah di NTB mengalami kekeringan ekstrem dengan status awas. Yaitu Kabupaten Dompu, Bima, Sumbawa, Sumbawa Barat, dan Lombok Timur. ”Masyarakat  kami imbau mewaspadai dampak dari kekeringan,” kata Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Stasiun Klimatologi Lombok Barat Luhur Tri Uji Prayitno, kemarin (11/8).

Tertular Korona, Satu Anggota DPRD Lombok Timur Diisolasi

SELONG-Salah seorang anggota DPRD Lotim berinisial SM terpapar covid-19. “Ya, ada anggota kami yang dikonfirmasi positif,” kata Wakil Ketua DPRD Lotim H Badran Achsyid membenarkan informasi tersebut saat dihubungi Lombok Post, Selasa (11/8).

Soal Wifi Gratis Dewan Mataram : Pak Sekda Jangan Siap-Siap Saja!

Niat DPRD Kota Mataram untuk memasang wifi gratis di setiap lingkungan segera terealisasi. “Pak Sekda sudah bilang siap. Tapi saya bilang jangan siap-siap saja. Harus segera, karena anak-anak sangat butuh,” terang Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Mataram Nyayu Ernawati.

Lale-Yusuf atau Pathul-Nursiah, Siapa Didukung Golkar di Loteng?

MATARAM-Tampilnya H Yusuf Saleh mendampingi Lale Prayatni atau Lale Sileng membuat dinamika politik di Lombok Tengah (Loteng) semakin dinamis. Tidak hanya untuk peta perebutan kursi Kepala Daerah tetapi untuk arah dukungan partai Golkar.

H Masrun : TGH Saleh Hambali Harus Jadi Pahlawan Nasional

PRAYA-Kiprah dan nama besar ulama NU TGH Saleh Hambali tercatat dalam sejarah. Tokoh ulama karismatik yang berkontribusi nyata dalam membangun pendidikan dan semangat kebangsaan di Lombok, NTB.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Penggali Kubur LNS di Mataram Sakit, Arwah Minta Organ Dikembalikan

Penyidik telah melakukan otopsi terhadap jenazah Linda Novita Sari (LNS) maha siswi unram yang diduga jadi korban pembunuhan. Bagian tubuh LNS diambil dokter forensik untuk proses pemeriksaan.

Berkarya Pecah, Baihaqi-Diyah Terancam

MATARAM-Dualisme kepengurusan di DPP Partai berkarya berimbas ke daerah. terutama bagi Paslon yang sebelumnya menerima SK dukungan dari kepengurusan Berkarya terdahulu. Salah satunya pasangan H Baihaqi-Hj Baiq Diyah Ratu Ganefi (Baru) di Pilwali Mataram.

Ayo, Pekerja NTB Setor Nomor Rekening Dapat Bantuan Rp 600 Per Bulan

Para pekerja yang merupakan karyawan swasta di NTB tak boleh ketinggalan. Bagian Sumber Daya Manusia (HRD) di setiap perusahaan di NTB diingatkan agar proaktif menyetorkan rekening karyawan untuk mendapatkan bantuan Rp 600 ribu per bulan dari pemerintah.
Enable Notifications.    Ok No thanks