alexametrics
Sabtu, 19 September 2020
Sabtu, 19 September 2020

Kasus Korona Menurun Drastis, Masjid di Lotim Berpeluang Dibuka Lagi

MATARAM-Pemkab Lombok Timur (Lotim) optimis penyebaran kasus pandemi virus korona (Covid-19) bisa berkurang. “Bahkan jika zero kasus, pemkab akan membuka rumah ibadah,” kata Bupati Lotim HM Sukiman Azmy, kemarin (15/5).

Dari data gugus penanganan covid-19 Lotim, tercatat ada 39 kasus pasien yang positif. Dan 35 orang telah dinyatakan sembuh, setelah dilakukan swab dua kali. Sementara itu, untuk kasus meninggal dunia, tercatat ada satu kasus, yakni seorang balita. “Jadi, untuk saat ini, kami fokus pada bagaimana menstabilkan kesejahteraan masyarakat. Dan meminimalisir kasus,” tutur mantan Dandim 1615/Lotim itu.

Jika kasus pasien covid-19 terus membaik dan memperlihatkan angka yang terus menurun, Pemkab Lotim optimis jika masyarakat bisa kembali menunaikan ibadah masjid.

“Mudah-mudahan bisa Jumat depan kami semua di Lotim bisa melaksanakan salat jumat,” harapnya.

Namun sebelum membuka masjid-masjid, pemkab akan menunggu update terbaru dari kasus-kasus covid-19 di Lotim. Baik itu kasus positif maupun PDP. “Jadi tidak semua masjid. Contohnya, Masjid agung di Selong, 21 masjid di kecamatan, dan 254 masjid yang ada di desa,” tuturnya.

Pemkab Lotim tetap akan menerapkan standar protokol kesehatan. Seperti menyediakan tempat cuci tangan, masker gratis, hingga pengecekan suhu. “Intinya, semua dikontrol,” terangnya.

Selain membuka masjid, Pemkab Lotim juga optimis bisa meggelar salat Id seperti tahun-tahun sebelumnya. “Dengan syarat, kasus di sini zero. Dan hasil swab yang positif ataupun PDP negatif. Tapi kami optimis angkanya bisa menurun,” katanya.

Untuk mengembalikan dan mensejahterakan masyarakat terdampak, pemkab membagikan sejumlah bantuan. Seperti bansos, BPNT, PKH, bantuan dari Kementerian Sosial, bantuan dari desa, hingga bantuan sapu bersih dari kabupaten. “Intinya, jangan sampai ada masyarakat yang tidak menerima bantuan, semua harus dapat. Masyarakat harus sejahtera,” tegasnya.

Jubir gugus tugas percepatan penanganan covid-19 Lotim Pathurrahman menambahkan, tingkat kesembuhan di Lotim sudah mencapai 90 persen lebih. Saat ini, ketiga orang pasien positif masih mendapat perawatan di RSUD Selong bersama Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang masih menunggu hasil swab. Dari total 210 orang PDP yang masih dalam perawatan dan menunggu hasil swab 47 orang. “Jika tidak ada tambahan PDP dan jumlah sembuh terus bertambah, maka Lotim tinggal fokus pada pencegahan,” terangnya.

Ia memastikan, jika masyarakat mematuhi aturan pemerintah, maka tidak akan lama situasi kembali normal. Namun bebasnya Lotim belum tentu aman selama NTB dan Indonesia belum terbebas. “Kita terus imbau agar warga tetap mengenakan masker  saat berada di luar rumah,” pintanya.

Terpisah, sekretaris gugus tugas covid-19 Lotim HM Juaini Taofik mengatakan, gugus tugas telah melewati fase awal penanganan covid-19. Hal itu ditunjukkan dengan telah habisnya klaster Jakarta di Aikmel dan pasien positif yang berjumlah tinggal tiga orang. “Ini menjadi motivasi untuk kita semakin gencar melakukan pencegahan,” kata Taofik.

Taofik sendiri telah memastikan beberapa langkah yang sedang dilakukan pemerintah. Namun jika tahapan pencegahan dan penanganan covid-19 terlewati, maka gugus tugas tinggal fokus ke pemulihan ekonomi masyarakat yang terdampak. “Semua tahapan ini membutuhkan kerja sama kita semua,” jelasnya. (tea/tih/r5)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Proyek Pasar ACC Ampenan Terancam Molor

Pengerjaan konstruksi fisik Pasar ACC Ampenan masih dalam proses sanggah. Belajar dari pengalaman tahun lalu, Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Mataram tidak ingin gegabah mengerjakan proyek yang anggarannya dari Kementerian Perdagangan itu. “Kita tidak ingin kejadian seperti  tahun lalu di Pasar Cakarenagara. Molor,” kata Kepala Disdag Kota Mataram H Amran M Amin, kemarin (18/9).

Saat Pandemi, Anak 14 Tahun di Mataram Nikah Dini

Fenomena pernikahan usia anak masih terjadi di Kota Mataram. Seperti yang terjadi di Kelurahan Karang Baru pekan lalu. AA, perempuan usia 14 tahun juga memilih menikah dengan IW, 20 tahun warga kelurahan Selagalas. Keduanya enggan dipisahkan dengan alasan cinta.

Kasus Korona di Mataram Kembali Meningkat

Tren kasus Covid-19 dalam sepekan terakhir mengalami peningkatan. Terjadi penambahan kasus tiap hari. “Biasanya kasus baru positif satu, dua. Tapi tadi malam sepuluh orang yang positif,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Mataram I Nyoman Suwandiasa, kemarin (17/9).

TGB Minta Kasus Penusukan Syaikh Ali Jaber Diusut Tuntas

Mantan Gubernur NTB yang juga ulama TGB M Zainul Majdi menyinggung kasus penusukan terhadap salah satu ulama nasional Syaikh Ali Jaber. Menurutnya, di balik kasus penusukan ini, ada upaya untuk memecah belah umat dan bangsa Indonesia.

Kampung Sehat NTB Jadi Energi Baru Penanganan Covid-19

Program Kampung Sehat yang diinisiasi Polda NTB mendapat sambutan hangat dari masyarakat dan telah memberi dampak nyata pada upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah pun tak sungkan memberikan apresiasi yang tinggi pada Polda NTB atas program inovatif ini.

Paling Sering Dibaca

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Hari Pertama Razia Masker di NTB, Pemda Kumpulkan Denda Rp 9,1 Juta

Sebanyak 170 orang tidak menggunakan masker terjaring razia di hari pertama penerapan sanksi denda bagi pelanggar protokol kesehatan di seluruh NTB, kemarin (14/9). Dari para pelanggar di semua titik operasi ini, Badan Pendapatan Daerah NTB pun mengumpulkan uang sebesar Rp 9,1 juta.

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.
Enable Notifications    Ok No thanks