alexametrics
Jumat, 10 Juli 2020
Jumat, 10 Juli 2020

11.853 Rumah Korban Gempa di NTB Belum Tersentuh Bantuan

MATARAM-Pemprov NTB masih melakukan lobi-lobi agar Instruksi Presiden (Inpres) terbaru terkait percepatan rehab rekon untuk korban gempa di NTB segera terbit. Tanpa inpres itu, perbaikan rumah korban gempa tersendat-sendat. ”Kita koordinasikan, BPBD juga terus komunikasi,” kata Sekda NTB H Lalu Gita Ariadi, kemarin (15/6).

Inpres Nomor 5 Tahun 2018 menjadi dasar pelaksanaan rehabilitasi dan rekonstruksi rumah korban gempa Lombok-Sumbawa. Inpres berakhir 31 Maret lalu, sampai saat ini belum ada perpanjangan kembali.  Data BPBD mencatat  hingga kini 194.049 rumah korban gempa di NTB telah dibangun. 18.579 dalam proses dan 11.853 belum tersentuh.

Gita memastikan, pemerintah tetap berkomitmen menuntaskan pembangunan rumah korban gempa. Belum terbitnya inpres sebagai dasar hukum fasilitator sipil bekerja akan segera diatasi. ”Tetap kita minta, bersurat pun sudah,” katanya.

Tapi dengan bencana covid-19 yang tengah melanda Indonesia, perhatian pemerintah pun terpecah. Semua daerah mengalami masalah yang sama. ”Terus yang diperhatikan tidak hanya NTB,” katanya.

Demikian juga dengan pemprov, selain menangani korban gempa juga harus berjibaku menangani dampak covid-19. Tapi proses pembangunan diupayakan tetap jalan. ”Terus dikonsolidasikan,” katanya.

Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (Diskominfotik) NTB I Gede Putu Aryadi menambahkan, gubernur dan wakil gubernur sudah menyampaikan permasalahan itu ke pusat. ”Saat telekonferensi dengan staf kepresidenan beberapa hari lalu disampaikan, kalau bisa dipercepat inpresnya,” katanya.

Staf kepresidenan telah mencatat dan segera mengkoordinasikan dengan kementerian/lembaga terkait. Hal itu akan menjadi perhatian pusat. ”Prinsipnya akan dipecepat,” jelasnya.

Pemprov saat ini menunggu inpres agar fasilitator sipil bekerja mendampingi warga korban gempa. ”Faktanya masih berjalan (pembangunan) cuma fasilitator sipil yang tidak jalan, itu kan TNI Polri yang jalan sekarang,” katanya.

Gubernur, kata Gede, telah menyampaikan proses rehab rekon di NTB akan turut menggerakan perekonomian NTB. Sehingga diharapkan hal-hal yang menjadi kendala bisa segera teratasi. ”Sebab yang menggerakkan ekonomi kita adalah industri pengolahan, termasuk juga konstruksi,” jelasnya.

Jika proyek-proyek konstruksi kembali bisa berjalan, diharapkan perekonomian NTB tidak terlalu terpuruk. (ili/r5)

 

Progres Rehab Rekon Rumah Korban Gempa NTB, per 14 Juni 2020

Perbaikan Rumah

  • Selesai dibangun           : 195.049 unit
  • Dalam pengerjaan           : 18.579 unit
  • Belum ada buku tabungan : 723 unit (sudah jadi)
  • Belum tersentuh           : 11.853 unit

 

Pokmas Terbentuk : 11.670 kelompok

Pencairan Dana

  • Dana bantuan stimulan : Rp 5,7 triliun lebih
  • Disalurkan ke masyarakat : Rp 5,6 triliun lebih
  • Ditransfer ke rekening Pokmas : Rp 5,6 triliun lebih
  • Masih di rekening masyarakat : Rp 58 miliar lebih
  • Sisa dana stimulan di rek. BPBD : Rp 24,2 miliar lebih

Tenaga Fasilitator

  • TNI           : 500 orang
  • Polri           : 500 orang
  • Zeni TNI : 1.000 orang

*Sumber: BPBD NTB

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Dorong Kampung Sehat, Polda NTB Gelar Panen Raya di Kembang Kuning

Polda NTB menggelar panen raya di Desa Kembang Kuning, Kecamatan Sikur, Lombok Timur, kemarin (9/7). Panen raya ini bagian dari program Kampung Sehat yang dinisiasi Polda NTB yang salah satu tujuannya mewujudkan ketahanan pangan NTB di tengah pandemi Covid-19.

Polres KSB Launching Transportasi Sehat

Polres Sumbawa Barat punya terobosan lain dalam mensukseskan Lomba Kampung Sehat

Kampus Belum Boleh Buka, Mahasiswa Belajar dari Rumah

Kemenag tidak tergesa-gesa mengizinkan perguruan tinggi keagamaan Islam (PTKI) membuka kuliah tatap muka. Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Kemenag Arskal Salim mengatakan kuliah tatap muka baru diizinkan saat semester genap tahun akademik 2020-2021 nanti.

Pecah Rekor, Sehari Penularan Korona Capai 2.567 Kasus

KASUS positif infeksi Covid-19 lagi-lagi mencetak rekor terbaru dengan pernambahan 2.567 orang pada periode 8 hingga 9 Juli 2020. Jumlah ini lebih dari 2 kali lipat rata-rata pertumbuhan kasus seribu orang per hari dalam dua minggu terakhir.

Akurasi Alat Rapid Test Buatan NTB Mampu Saingi Produk Impor

Indonesia akhirnya resmi melaunching alat rapid test inovasi dalam negeri. Diberi nama RI-GHA Covid-19, alat ini diklaim memiliki akurasi nyaris sempurna.

Menyoal Pengetahuan dalam Penanganan Covid-19 Menghadapi New Normal

KASUS covid-19 sudah lebih dari empat bulan berjalan sejak kasus pertama, tanda-tanda penurunan belum juga terlihat. Prediksi para ahli terancam gagal, usaha-usaha pemerintah melalui program stimulus ekonomi dan bantuan sosial lainnya belum mampu mengatasi dampak ekonomi dan sosial covid-19.

Paling Sering Dibaca

Jika Masih Tak Patuh, Seluruh Pasar di Mataram Bakal Ditutup Paksa

akil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah mengancam akan menutup pasar yang mengabaikan protokol kesehatan. Ancaman tersebut disampaikan Wagub saat menggelar inspeksi mendadak di Pasar Mandalika, kemarin (8/7). Dia mendapati langsung banyak pedagang dan pembeli tidak mengenakan masker.

Zona Merah Korona, Wagub NTB : Mana Pol PP Mataram, Kenapa Sembunyi?

Pemkot Mataram dinilai lemah dalam merespon dan menangani Covid-19. Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah pun begitu geregetan. Meski zona merah dengan kasus positif dan kematian tiap hari, penerapan protokol kesehatan di ibu kota justru sangat longgar. Tak lagi ada pengawasan macam sedang tidak terjadi apa-apa.

Istri Model Suami Youtuber, Bantah Cari Sensasi “Mahar Sandal Jepit”

Pernikahan dengan mahar sandal jepit Iwan Firman Wahyudi dan Helmi Susanti bukan bermaksud mencari  sensasi di media sosial. Menurut mereka ikatan mereka tulus beralas kasih sayang.

Pilbup Loteng, Lale Prayatni Mulai Goyang Posisi Pathul Bahri

Lobi politik tersaji di DPP Partai Gerindra. Dari informasi yang dihimpun Lombok Post, diam-diam SK Gerindra dibidik Prayatni melalui ‘lorong’ Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Hashim Djojohadikusumo.

Turun dari Rinjani, Warga Lombok Tengah Tewas Jatuh ke Jurang

Pendakian di Gunung Rinjani kembali memakan korban jiwa. Sahli, 36 tahun, warga Desa Tampak Siring, Lombok Tengah meninggal setelah terjatuh ke jurang di kawasan Gunung Rinjani, Senin (6/7).
Enable Notifications.    Ok No thanks