alexametrics
Jumat, 10 Juli 2020
Jumat, 10 Juli 2020

Butuh Perbaikan, JPS Gemilang Tahap III Disalurkan Awal Juli

MATARAM-Penyaluran bantuan jaring pengaman sosial (JPS) Gemilang tahap III harus lebih baik. Kualitas barang dan proses pendistribusian wajib ditingkatkan.

”Kita jangan terlena dengan penyelenggaraan tahap satu dan dua, tetapi harus mengawal tahap tiga lebih baik,” imbuh Gubernur NTB H Zulkieflimansyah saat rapat evaluasi JPS tahap II di ruang rapat utama kantor gubernur NTB, kemarin (15/6).

Gubernur menekankan, tim harus terus mengevaluasi kekurangan dan kelebihan setiap penyelenggaran JPS Gemilang. ”Produk-produk yang disediakan dalam JPS III betul-betul dibutuhkan masyarakat,” katanya.

Semangat pemberdayaan UKM/IKM tetap menjadi konsep penyediaannya barang JPS. Bahkan ia meminta agar lebih banya pelaku usaha lokal yang dilibatkan. ”Sehingga produk yang diberikan lebih bervariasi,” katanya.

Keterlibatan UKM dan IKM pada JPS Gemilang tahap I dan II melatih pelaku usaha menyiapkan produk berstandar untuk dipasarkan masyarakat luas. ”Ini tujuan kita menggunakan produk lokal. UKM dan IKM tidak terus disusui, tapi produknya mampu bersaing di pasaran,” harapnya.

Wagub NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah menambahkan, pemberdayaan UKM dan IKM merupakan roh dari JPS Gemilang. ”Tentunya UKM IKM ini menggerakan ekonomi kita,” katanya.

Menurutnya, pandemi covid-19 juga memberikan sisi positif kepada masyarakat. Di samping mengajarkan perilaku sehat, UKM/IKM semakin berdaya saing. ”Tolong penyaluran JPS tahap III disiapkan lebih matang sebelum disalurkan kepada masyarakat,” imbuhnya.

Terpisah, Kepala Dinas Sosial NTB H Ahsanul Khalik menjelaskan, kualitas barang JPS tahap kedua rata-rata bagus, hanya ada temuan di beberapa desa di satu kabupaten. ”Kualitas teri yang perlu perbaikan, walaupun tidak banyak pak gubernur atensi khusus,” katanya.

”Gubernur memerintahkan OPD yang bertanggung jawab dalam pengadaan teri mengganti dan memperhatikan kualitasnya,” kata Khalik.

Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan NTB Yusron Hadi menjelaskan, ikan teri yang dikomplain sudah diganti. Menurutnya, kualitas teri itu sebenarnya tidak buruk, hanya saja warga protes karena tidak sama. ”Tapi sudah diganti semua,” katanya.

Asisten II Setda NTB H Ridwan Syah mengklaim  penyaluran JPS tahap II berjalan lancar. ”Hingga hari ini progres penyaluran JPS II sudah 80 persen,” katanya.

Rencananya, JPS tahap III akan disalurkan awal Juli. Sebanyak 125.000 paket didistribusikan ke Pulau Lombok 87.318 KK dan Pulau Sumbawa 37.682 KK. “Kita melibatkan sebanyak 535 UKM/IKM lokal di NTB,” katanya.

Melihat kebutuhan masyarakat, ada beberapa produk yang rencananya akan diganti. Namun tim akan melihat keadaan produk tersebut, apakah ketersediaan mencukupi dan apakah sesuai dengan kebutuhan masyarakat. (ili/r5)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Mataram Bisa Tiru Depok, Tak Pakai Masker Denda Rp 200 Ribu

Pemkot Mataram merespons kritikan Wakil Gubernur NTB. Kemarin, tim gabungan yang terdiri dari Satpol PP, TNI, dan Polri melakukan penertiban di pagi buta. Sasarannya, para pedagang di Pasar Kebon Roek, Ampenan.

Kuliah ke Luar Daerah, Warga Mataram Harus Bebas Korona

Warga Kota Mataram yang kuliah di luar daerah cukup banyak. Kemarin kata dia, sekitar 50 mahasiswa mengajukan permintaan melakukan rapid test. Dari jumlah tersebut tidak ada yang hasilnya reaktif.

12 Karyawan Bank di Cilinaya Mataram Positif Korona

Di Kelurahan Cilinaya misalnya. Di sini tercatat ada 12 karyawan salah satu bank terpapar virus Korona. “Sebenarnya hanya satu. Namun setelah kita tracing, menjadi 12 orang yang positif,” kata Lurah Cilinaya I Gusti Agung Nugrahini, Kamis (9/7)

Di Kediri Lobar, Ibu Rumah Tangga Diduga Jual Narkoba

WM, 28 tahun, warga asal Kediri Selatan ditangkap Satres Narkoba Polres Lobar. Ia bersama kedua rekannya MA dan MU diduga menjadi penjual dan penyalahguna narkotika jenis sabu. Bahkan, WM alias Dewi ini diketahui sebagai penjual obat penenang tanpa izin pihak instansi kesehatan.

Pariwisata Lesu, Pengusaha Travel Lombok Bertahan lewat Promo

Agen travel perjalanan wisata terus berupaya bertahan dalam ketidakpastian Pandemi Korona. Sektor ini menjadi salah satu yang paling terdampak akibat turunnya kunjungan wisatawan. ”Kami upayakan tetap bangkit seiring dengan penerapan new normal yang sedang digaungkan,” kata Kukuh Laro, pemilik Duta Lombok Transport.

Berdayakan UMKM Lokal, Bappeda NTB Tunggu Pergub

Pergub Pemberdayaan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) hingga kini belum rampung. Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) NTB masih menunggu kelanjutan masukan dan revisi dari gubernur. ”Sampai hari ini (kemarin,Red) kita belum terima. Jika sudah ada, akan langsung kita jadikan landasan dalam memberdayakan UKM/IKM,” kata Kepala Bappeda NTB Amry Rakhman, saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (9/7/2020).

Paling Sering Dibaca

Jika Masih Tak Patuh, Seluruh Pasar di Mataram Bakal Ditutup Paksa

akil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah mengancam akan menutup pasar yang mengabaikan protokol kesehatan. Ancaman tersebut disampaikan Wagub saat menggelar inspeksi mendadak di Pasar Mandalika, kemarin (8/7). Dia mendapati langsung banyak pedagang dan pembeli tidak mengenakan masker.

Zona Merah Korona, Wagub NTB : Mana Pol PP Mataram, Kenapa Sembunyi?

Pemkot Mataram dinilai lemah dalam merespon dan menangani Covid-19. Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah pun begitu geregetan. Meski zona merah dengan kasus positif dan kematian tiap hari, penerapan protokol kesehatan di ibu kota justru sangat longgar. Tak lagi ada pengawasan macam sedang tidak terjadi apa-apa.

Istri Model Suami Youtuber, Bantah Cari Sensasi “Mahar Sandal Jepit”

Pernikahan dengan mahar sandal jepit Iwan Firman Wahyudi dan Helmi Susanti bukan bermaksud mencari  sensasi di media sosial. Menurut mereka ikatan mereka tulus beralas kasih sayang.

Pilbup Loteng, Lale Prayatni Mulai Goyang Posisi Pathul Bahri

Lobi politik tersaji di DPP Partai Gerindra. Dari informasi yang dihimpun Lombok Post, diam-diam SK Gerindra dibidik Prayatni melalui ‘lorong’ Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Hashim Djojohadikusumo.

Turun dari Rinjani, Warga Lombok Tengah Tewas Jatuh ke Jurang

Pendakian di Gunung Rinjani kembali memakan korban jiwa. Sahli, 36 tahun, warga Desa Tampak Siring, Lombok Tengah meninggal setelah terjatuh ke jurang di kawasan Gunung Rinjani, Senin (6/7).
Enable Notifications.    Ok No thanks