alexametrics
Kamis, 18 Agustus 2022
Kamis, 18 Agustus 2022

NTB Masih Aman dari Covid Varian BA.4 dan BA.5, Ini Pesan Kepala Dikes

MATARAM-Kasus covid di sejumlah daerah mulai merangkak naik. Salah satu penyebabnya disebut berasal dari subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 yang telah masuk ke Indonesia.

Kepala Dinas Kesehatan (Dikes) NTB dr Lalu Hamzi Fikri mengatakan, petugas di lapangan terus memantau perkembangan kasus covid di masing-masing wilayahnya. Langkah memastikan adanya subvarian Omicron tersebut pun telah dilakukan.

”Surveilans berbasis laboratorium tetap mengirim sampel untuk sekuensing di Litbangkes,” kata Fikri, Rabu (15/6).

Pengiriman sampel telah dilakukan setelah Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengonfirmasi masuknya varian BA.4 dan BA.5 di Indonesia. ”Hasilnya sampai saat ini belum ada varian itu masuk di NTB. Itu terkonfirmasi dari semua sampel sekuens yang kami kirim,” sebut Fikri.

Baca Juga :  PLN Tambah Tiga Jalur Suplai Listrik ke KEK Mandalika

Ia mengatakan, tren peningkatan kasus covid disebabkan juga banyak faktor. Seperti penerapan protokol kesehatan yang rendah hingga minimnya vaksinasi booster yang dilakukan masyarakat.

Dengan adanya subvarian Omicron berpotensi kembali meningkatkan jumlah kasus covid. Apalagi dari studi awal, disebutkan BA.4 dan BA.5 dapat menular lebih cepat dan menghindari kekebalan tubuh setelah infeksi terjadi. Meski begitu, tingkat fatalitas di sub varian ini masih lebih rendah dibandingkan Delta.

Salah satu upaya untuk menahan laju kenaikan covid kembali terjadi, yakni melalui vaksinasi booster. Sejauh ini, data Dikes NTB pada 10 Juni menyebut vaksinasi dosis ketiga baru menyasar 1.085.598 orang atau hanya 27,76 persen dari jumlah sasaran.

Baca Juga :  Senggigi Butuh Badan Pengelola

”Vaksin booster lebih baik. Masyarakat bisa langsung datang ke fasilitas terdekat,” sebut Fikri.

Fikri menekankan, status pandemi covid belum dicabut pemerintah pusat. Artinya, penerapaan protokol kesehatan tetap menjadi pegangan masyarakat ketika beraktivitas di luar rumah. Ditambah dengan melakukan vaksinasi dosis tiga.

”Kita sudah pengalaman dua tahun ini menghadapi covid, cara yang paling gampang dan murah itu kan dengan prokes. Disiplin pakai masker kalau berada di ruangan tertutup maupun kerumunan,” imbaunya. (dit/r5)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks
/