alexametrics
Minggu, 9 Agustus 2020
Minggu, 9 Agustus 2020

Penduduk Miskin di NTB Bertambah 8.210 Orang

MATARAM-Pandemi Covid-19 membuat jumlah penduduk miskin NTB bertambah. Badan Pusat Statistik (BPS) NTB merilis, penduduk miskin bulan Maret tahun ini 713.890 orang, bertambah 8.210 orang dibandingkan September 2019 sebesar 705.680 orang.

”Sedangkan persentase penduduk miskin periode September 2019 sampai Maret 2020 mengalami kenaikan 0,09 persen, dari 13,88 persen menjadi 13,97 persen,” kata Kepala BPS NTB Suntono, dalam rilisnya, kemarin (15/7).

Ia menyebut, peran komoditi makanan terhadap garis kemiskinan jauh lebih besar dibandingkan peran komoditi bukan makanan. Seperti perumahan, sandang, pendidikan, dan kesehatan. ”In terjadi baik di perkotaan maupun pedesaan,” katanya.

Sumbangan komoditi makanan terhadap garis kemiskinan sebesar 74,71 persen untuk daerah perkotaan dan 74,73 persen untuk pedesaan.

Suntono menambahkan, indeks kedalaman kemiskinan di NTB mengalami kenaikan dari 2,119 pada September 2019 menjadi 2,577 pada Maret 2020. ”Ini mengindikasikan rata-rata pengeluaran penduduk miskin di NTB cenderung menjauh dari garis kemiskinan,” jelasnya.

Garis kemiskinan, kata Suntono, dipergunakan sebagai batas menentukan miskin atau tidaknya seseorang. ”Penduduk miskin adalah penduduk yang memiliki rata-rata pengeluaran per kapita per bulan di bawah garis kemiskinan,” terangnya.

Sedangkan indeks keparahan kemiskinan juga mengalami kenaikan dari 0,519 pada September 2019 menjadi 0,611 Maret 2020. ”Ini berarti kesenjangan di antara penduduk miskin semakin lebar,” jelasnya.

Ditambahkan Suntono, persoalan kemiskinan bukan sekedar berapa jumlah dan persentase penduduk miskin. Tingkat kedalaman dan keparahan kemiskinan juga pelru diperhatikan. ”Selain memperkecil jumlah penduduk miskin, kebijakan penanggulangan kemiskinan juga terkait bagaimana mengurangi kedalaman dan keparahan kemiskinan,” sarannya.

Terkait angka itu, Kepala Dinas Sosial NTB H Ahsanul Khalik mengatakan, penambahan jumlah penduduk miskin saat ini masih terkendali. Meski ada kenaikan 0,09 persen dibanding September, namun masih lebih rendah dari jumlah kemiskinan pada Maret 2019. ”Jumlah penduduk miskin di NTB pada Maret 2019 tercatat 735.96 ribu orang atau 14,56 persen,” sebutnya.

Data itu menunjukkan, program penanganan dampak Covid-19 di NTB berjalan sesuai harapan dan harus terus dikuatkan. ”Harapan kita kebijakan gubernur untuk program stimulus ekonomi pasca JPS Gemilang bisa mamperkuat ketahanan masyarakat,” katanya.

Bantuan stimulus ekonomi itu diharapkan tidak menambah terlalu banyak angka kemiskinan di NTB pada September 2020. ”Dampak Covid-19 tetap menjadi perhatian utama dalam menekan laju pertambahan penduduk miskin,” katanya.

Sementara itu, penyaluran bantuan JPS Gemilang tahap III sudah 20,12 persen. Jumlah KK yang mendapatkan bantuan 22.159 KK dari total kuota penerima 110.130 KK se-NTB.

Penyaluran tahap III sudah dilakukan tujuh daerah yakni Lombok Barat 3.201 paket bantuan, Lombo Utara 915 paket, Lombok Tengah 3.415 paket, Lombok Timur 8.356 paket, Dompu 2.856 paket, Bima 1.813 paket, dan Kota Bima 1.603 paket bantuan. ”Belum terdistribusikan 87.971 paket bantuan,” katanya.

Tiga daerah lainnya yakni Mataram, Sumbawa, dan Sumbawa Barat belum menyalurkan bantuan. ”Proses penyaluran masih terus berlangsung, kami pastikan bantuan sampai ke masyarakat sesuai target,” kata Khalik.  (ili/r6)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Layangan Nyangkut Ganggu Jaringan Listrik Lombok

MATARAM-Akhir-akhir ini layang-layang kerap mengganggu aktivitas warga. Layangan putus banyak nyangkut di jaringan listrik PLN. Akibatnya listrik harus dipadamkan. ”PLN mencatat beberapa kali gangguan listrik yang disebabkan oleh layang layang,” kata Manager PLN UP3 Mataram Dony Noor Gustiarsyah, Jumat (7/8).

Tahun ini NTB Butuh Rp 8,3 Miliar Tangani Kekeringan

Seperti tahun-tahun sebelumnya, dana penanganan kekeringan tidak pernah sedikit. Tahun ini, BPBD NTB kembali mengusulkan dana hingga Rp 8,3 miliar lebih untuk atasi bencana kekeringan. ”Ini sedang kami usulkan mudahan dananya tersedia,” kata Plt Kepala Pelaksana BPBD NTB H Ahmadi, Jumat  (7/8).

Pemkab Loteng Persilakan Ibu Hamil Kerja Dari Rumah

          PRAYA-Bupati Loteng HM Suhaili FT mengeluarkan surat edaran (SE) terbaru terkait sistem kerja aparatur sipil negara (ASN). “Ini karena belum terkendalinya penyebaran covid-19,” ujar juru bicara gugus tugas Covid-19 Loteng HL Herdan, Kamis (6/8) lalu.

Bila Rinjani Tak Dirawat, Status Geopark Dunia Bisa Dicabut

Status Rinjani sebagai geopark dunia bisa dicopot Unesco bila tidak dijaga dengan baik. Karena itu, kekayaan alam di kawasan Rinjani harus tetap dilestarikan. ”Selain sebagai geopark dunia Rinjani juga merupakan cagar biosfer dunia, kita harus sungguh-sungguh mengelolanya,” kata Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah

RSUD NTB Kini Lebih Siaga, Cegah Jenazah Korona Diambil Paksa

Jemput paksa jenazah pasien covid-19 kerap terjadi akhir-akhir ini. Insiden itu membahayakan semua pihak. Beberapa upaya coba dilakukan pihak rumah sakit untuk mencegah kejadian serupa.

Target Emas, NTB Kirim Sembilan Petinju ke PON Papua

Bumi Gora meloloskan sembilan petinju ke PON Papua 2021. Salah satunya petinju putri Endang. Dia ditargetkan bisa menyumbangkan medali emas. ”Saya akan berusaha yang terbaik. Target pasti yang terbaik,” ujar Endang, Jumat (7/8) lalu.

Paling Sering Dibaca

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Peredaran Gelap Tramadol di Gomong Mataram, Lima Orang Ditangkap

Tim Satnarkoba Polresta Mataram menggerebek rumah pengedar obat-obatan daftar G di Gomong, Mataram, Rabu (5/8). Sebanyak lima orang ditangkap. ”Dua pembeli, satu perempuan sebagai  penyedia, dan dua penjual,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson usai penggerebekan.

Idola Baru Wisatawan, Bukit Pal Jepang Terapkan Sistem Booking Online

Begitu dibuka, Bukit Pal Jepang Desa Sapit, Kecamatan Suela, jadi incaran wisatawan. Dalam sebulan, bukit dengan ketinggian 2.300 meter di atas permukaan laut itu sudah didaki 3.550 wisatawan. Ibarat tengah berpuasa, inilah waktunya berbuka, setelah selama pandemi Covid-19 menahan dahaga akan sepinya wisatawan.

TGB Dukung Mohan, Bang Zul Jagokan Selly di Mataram

Jika Bang Zul (panggilan akrab H Zulkieflimansyah) mendukung pasangan Hj Putu Selly Andayani-TGH Abdul Manan (paket Salaman). Maka tidak dengan TGB. Pria yang berkuasa selama 10 tahun di NTB itu memilih mendukung pasangan H Mohan Roliskana-TGH Mujibburahman (pasangan Harum).
Enable Notifications.    Ok No thanks