alexametrics
Rabu, 4 Agustus 2021
Rabu, 4 Agustus 2021

Covid 19 Terus Naik, Situasi NTB Benar-benar Tak Menggembirakan

MATARAM-Situasi NTB benar-benar tidak sedang menggembriakan. Angka keterisian tempat tidur di rumah sakit yang khusus untuk pasien Covid-19 di NTB sidah terisi sampai 50 persen. Padahal, dua pekan lalu, BOR rumah sakit di Bumi Gora hanya 26 persen.

Kemarin (14/7), NTB kembali mencatatkan rekor terburuk jumlah penularan Covid-19 dalam sehari. Total dalam sehari, sebanyak 224 orang di NTB terinfeksi Covid-19. Rekor ini memecahkan rekor sehari sebelumnya di mana NTB mencatat 209 kasus harian. Dengan rekor ini, berarti, dalam tiga hari beruntun, NTB mencatatkan rekor terburuk.

Juru Bicara Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi dalam keterangan virtual kepada media kemarin memaparkan data jumlah keterisian tempat tirud khusus pasien Covid-19 di Rumah Sakit seluruh provinsi di Indonesia. Data tersebut adalah asesmen terbaru yang dilakukan Kemenkes berdasarkan kondisi hingga 13 Juli 2021.

“NTB sudah 50 persen,” kata Siti Nadia.

Saat ini, dari 10 kabupaten kota di NTB, Kota Mataram kata Siti Nadia, sudah berada pada situasi krisis level 4. Situasi level terburuk ini menandakan bahwa penambahan kasus harian di Kota Mataram per pekan per 100 ribu penduduk sudah lebih dari 150 kasus. Sementara pada saat yang sama, jumlah pasien rawat inap di rumah sakit per pekan per 100 ribu penduduk, sudah bertambah lebih dari 30 pasien. Sedangkan pasien Covid-19 yang meninggal di atas 5 orang per pekan per 100 ribu penduduk.

Tujuh daerah lainnya berada pada situasi krisis level tiga. Yang berarti angka penambahan kasus harian per pekan per 100 ribu penduduk antara 50 sampai 150 orang. Penambahan pasien yang dirawat inap per pekan per 100 ribu penduduk mencapai 10-30 orang. Sedangkan angka kematian per 100 ribu penduduk pe pekan antara 205 orang.

Hanya dua daerah yang kondisinya relatif baik karena berada pada situasi level 2 yakni Lombok Tengah dan Lombok Timur. Situasi level ini berarti dua daerah ini mencatatkan penambahan kasus harian antara 20 – 50 orang pe pekan per 100 ribu penduduk. Sedangkan yang dirawat inap hanya 5-10 orang per pekan per 100 ribu penduduk. Sementara angka kematian hanya 1 – 2 orang dengan tolok ukur serupa.

Demikian juga untuk angka tempat tidur terpakai untuk pasien Covid-19. Bima dan Kota Mataram menjadi daerah dengan tingkat keterisian tertinggi. Bima sudah 68 persen. Sementara Mataram nyaris 60 persen. Sama seperti Lombok Barat. Kemarin, Satgas Covid-19 di pusat bahkan mengumumkan Kota Mataram dan Kota Bima masuk dalam 129 daerah dengan status zona merah di Indonesia. Namun, dari data yang dipublikasikan Satgas Covid-19 di NTB tadi malam, Mataram dan Kota Bima statusnya masih zona oranye.

Dan secara umum, berdasarkan hasil asesmen per 13 Juli tersebut, Kemenkes mengungkapkan betapa situasi di NTB tidak menggembirakan. Nyaris dari seluruh indikator yang terkait dengan situasi penanganan Covid-19 di NTB tak dapat dibanggakan sama sekali.

Hanya Lombok Tengah dan Lombok Barat yang melakukan testing pad atingkat sedang. Sementara seluruh kabupaten/kota yang lain di NTB memiliki kapasitas yang terbatas. Begitu juga dengan penelusuran kontak. Seluruh kabupaten/kota di NTB masuk kategori terbatas. Yang berarti sangat jauh dari batas minimun. WHO menargetkan, minimal satu pasien Positif Covid-19 harus ditelusuri kontaknya hingga 30 orang.

Berdasarkan indikator-indikator tersebut, maka seluruh kabupaten/kota di NTB ditetapkan Kemenkes sebagai daerah dengan kapasitas terbatas. Yang berarti, angka positivity rate di atas 15 persen. Kemudian penelusuran kontak di bawah lima. Yang berarti, setiap satu pasien positif, penelusuran kontaknya tidak sampai lima orang. Sedangkan keterisian tempat tidur bisa tembus hingga angka 90 persen.(LPG)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks