alexametrics
Sabtu, 23 Oktober 2021
Sabtu, 23 Oktober 2021

Sosialisasi Siaran TV Digital Harus Dimasifkan

MATARAM-Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) NTB diminta memasifkan sosialisasi tentang migrasi penyiaran digital dari TV analog ke siaran TV digital atau disebut Analog Switch-Off (ASO). Agar masyarakat benar-benar paham program migrasi TV digital ke arah yang lebih berkualitas.

“Masih ada banyak waktu untuk memberikan sosialisasi kepada masyarakat agar bersiap menerima perubahan tentang penyiaran digital,”  kata Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah saat menerima jajaran komisioner KPID NTB di ruang kerjanya, Kamis (16/9/2021).

Ummi Rohmi, sapaan akrab wagub, berharap migrasi yang diawali dengan sistem penyiaran TV digital atau ASO serentak yang selama ini digunakan masyarakat harus dipersiapkan dengan pemetaan daerah yang jelas. Lantaran perubahan frekuensi digital tersebut mengharuskan setiap rumah tangga mengganti piranti penangkap sinyal antena (analog) dengan set top box (digital).

“Pemetaan penting dilakukan agar distribusi set top box gratis dari Kementerian Komunikasi dan Informasi dapat tepat sasaran karena jumlahnya terbatas,” tutup Ummi Rohmi.

Ketua KPID NTB Ajeng Roslinda Motimori mengatakan, persoalan lain adalah infrastruktur media penyiaran yang ada sekarang harus menyewa tower transmisi digital yang salah satunya disediakan oleh TVRI. “Agar ada penyesuaian tarif sewa tower di semua kabupaten/kota dan tidak terlampau mahal,” sebut Ajeng.

Adapun set top box yang harus disiapkan oleh masyarakat untuk menerima siaran digital, pihaknya bekerja sama dengan beberapa stakeholder untuk program literasi media. Konten literasinya terkait migrasi digital dan konten siaran lokal sehat dan bermanfaat yang akan diproduksi oleh masyarakat. Dikarenakan sistem multimux yang tersedia memungkinkan satu kanal digital diisi hingga 15 frekwensi siaran.

Di sisi lain, lembaga penyiaran publik yang eksis sekarang dapat menyesuaikan operasional siaran mereka. ASO sendiri akan mulai diberlakukan April 2022. NTB masuk di tahap pertama untuk wilayah Mataram dan Lombok Barat.

“Bertahap, kabupaten lain dan pulau Sumbawa akan dimatikan siaran analognya setelah infrastrukturnya siap,” tandasnya. (ewi/r1)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks