alexametrics
Kamis, 22 Oktober 2020
Kamis, 22 Oktober 2020

Siap-siap, Hasil Seleksi CPNS Diumumkan 30 Oktober

JAKARTA–Rangkaian seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS) resmi berakhir. Selanjutnya, Badan Kepegawaian Negara (BKN) akan melakukan rekonsiliasi data bersama instansi terkait guna menentukan peserta yang berhasil lolos CPNS.

Deputi Bidang Mutasi BKN Aris Windiyanto mengatakan, saat ini tim pengolah hasil BKN sedang melakukan pra pengolahan data untuk keseluruhan instansi. Di sisi lain, masing-masing instansi juga tengah melakukan penghitungan hasil seleksi kompetensi bidang (SKB) sekaligus verifikasi ulang data yang berkaitan dengan dokumen SKB . Kemudian dilakukan rekonsiliasi hasil untuk integrasi SKD dan SKB dari BKN dan instansi terkait pada 19-23 Oktober 2020.

”Sehingga bisa diperoleh hasil valid,” tuturnya dalam temu media secara daring kemarin (15/10).

Aris mengungkapkan, dalam penilaian nantinya, SKD dan SKB memiliki bobot yang berbeda. SKB diberikan bobot lebih besar, yakni 60 persen. Sementara, SKD 40 persen. Tujuannya, dengan hasil SKB yang lebih besar maka diharapkan mereka yang lolos memiliki kemampuan bidang sesuai dengan jabatan yang dilamar. Kombinasi nilai keduanya kemudian akan diranking untuk mengetahui siapa yang lolos sesuai jumlah formasi yang tersedia.

Lalu, bagaimana bila ada nilai sama setelah diranking? Aris mengatakan, jika terjadi nilai yang sama antara dua atau lebih peserta pada margin kelulusan, maka peringkatan diurutkan lagi dengan mempertimbangkan nilai total SKD. Jika masih sama, maka akan dilihat hasil dari tes karakter pribadi (TKP). Apabila hasilnya tetap sama, maka diurutkan dari hasil tes intelegensi umum (TIU).

”Kalau masih sama juga maka dilihat IPK tertinggi untuk sarjana. Sementara, jika lulusan SMA/SKM, diranking dari nilai rata-rata ijazah,” papanya. Ketika hasilnya masih buntu, maka bakal diurutkan dari usia peserta mulai dari yang paling senior. ”Tapi bersarkan pengalaman, nilai sama belum pernah terjadi untuk nilai hasil akhir. Kalau SKD banyak,” sambungnya.

Kemudian di tahun ini, lanjut dia, apabila ada formasi yang tidak terisi maka dapat diisi oleh peserta yang melamar pada jenis formasi lainnya dengan jabatan, kualifikasi pendidikan, dan unit penempatan/lokasi formasi yang sama. Khusus untuk instansi daerah, bila masih tidak dapat dipenuhi, maka dapat diisi dari unit penempatan berbeda. Dengan syarat memenuhi nilai ambang batas SKD formasi umum dan berperingkat terbaik.

Misalnya, formasi guru SD tersedia 10 untuk penemapatan di 10 SD berbeda. Setelah perhitungan awal, hanya terisi 7 maka 3 lainnya dapat diisi oleh pelamar dari daerah lain dengan perankingan yang dilakukan.

”Setelah selesai rekonsilasi, 26-28 Oktober 2020 disampikan ke masing-masing instansi. Diharapkan, pada 30 Oktober 2020 diumumkan,” papar Aris.

Usai pengumuman, peserta diberi masa sanggah pada 31 Oktober – 3 November 2020. Setelahnya, dilanjutkan pemberkasan dan pengusulan NIP dari instanasi ke BKN pada 4-30 Novemer 2020. Sehingga, pada 1 Desember 2020, SK CPNS sudah diterbitkan.

Terkait penggajian pertama, Aris mengatakan, tergantung satuan tugas. Menurutnya, penggajian dimulai ketika seseorang benar-benar sudah melalukuan tugasnya yang dibuktikan dengan surat dari pelaksana tugas.

Deputi Bidang Sistem Informasi Kepegawaian BKN Suharmen menambahkan, pada pengalihan formasi kosong nantinya tidak bisa dilakukan atas permintaan untuk penempatan. Sebab, penemapatan dilakukan oleh sistem secara acak. ”tidak ada pihak yang bisa intervensi,” tegasnya.

Berdasarkan data yang dimilliknya, setidaknya ada sekitar 19.732 formasi yang berpotensi kosong. Kekosongan ini terjadi lantaran taka da pelamar sejak awal dan tidak terpenuhinya ambang batas saat SKD. ”Dari jumlah tersebut, 5.866 formasi tidak ada pelamar sama sekali sejak awal,” paparnya.

Karenanya, telah dilakukan langkah optimalisasi untuk mengisi kekosongan tersebut. Yakni, mengalihkan pelamar formasi lain. Misal untuk jabatan pranata computer pertama di kantor regional XII. Pada formasi disabilitas taka da pelamar. Sementara, di formasi umum terdapat enam pelamar namun hanya ada 3 kursi. Maka, mereka yang diposisi keempat bisa diarahkan ke formasi untuk disabilitas. Diharapkan cara ini bisa mengisi potensi kekosongan formasi. (mia/JPG/r6)

 

Proses Menentukan Kelulusan

 

  • Nilai SKD 40 persen, nilai SKB 60 persen
  • Bila ada nilai sama setelah diranking? peringkatan diurutkan lagi dengan mempertimbangkan nilai total SKD.
  • Jika masih sama, maka akan dilihat hasil dari tes karakter pribadi.
  • Apabila hasilnya tetap sama, maka diurutkan dari hasil tes intelegensi umum.
  • Kalau masih sama juga maka dilihat IPK tertinggi untuk sarjana. Sementara, jika lulusan SMA/SMK, diranking dari nilai rata-rata ijazah.
  • Ketika hasilnya masih sama pula, maka bakal diurutkan dari usia peserta mulai dari yang paling senior.

 

Sumber: Badan Kepegawaian Negara

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Kenali La Nina, Waspadai Dampaknya

HUJAN dengan intensitas sedang hingga tinggi mengguyur sebagian wilayah Indonesia beberapa waktu belakangan ini. Tentu banyak pihak yang bertanya-tanya, apakah memang musim hujan telah datang ? Berdasarkan prakiraan awal musim kemarau tahun 2020/2021 oleh BMKG, musim kemarau tahun 2020 ini sifatnya memang tidak sekering tahun sebelumnya.

17 Ribu Tenaga Kesehatan NTB Bakal Divaksin Lebih Dulu

Pemprov NTB telah menyetor nama-nama tenaga kesehatan untuk diberikan vaksin anti Covid-19. ”Daftar tenaga medis sudah saya serahkan ke pusat,” kata Kepala Dinas Kesehatan NTB dr Hj Nurhandini Eka Dewi, kemarin (20/10).

Kampanye Sehat di Dompu Pasangan Eri-HI Bagi Masker untuk Para Lansia

PASANGAN Calon Bupati dan Wakil Bupati Dompu Eri Aryani-H Ichtiar (Eri-HI) terus menyuarakan kampanye sehat. Salah satunya dengan bagi-bagi masker saat ada kegiatan kampanye tertutup.

Juri Kampung Sehat NTB Mulai Menilai Pemenang di Sumbawa

Tim Penilai Lomba Kampung Sehat tingkat provinsi sedang berada di Sumbawa. Penilaian kini sedang dilakukan pada tiga pemenang Lomba Kampung Sehat tingkat kabupaten di wilayah tersebut. Yang sudah dinilai hingga kemarin Kelurahan Samapuin dan Desa Moyo Hilir.

XL Axiata, Pertama di Asia Tenggara yang Pakai SAP S/4HANA Cloud

“XL Axiata berhasil melakukan transformasi menjadi pemimpin dalam hal penyedia layanan digital dan data. Kami sangat percaya dan berkomitmen penuh terhadap transformasi digital sebagai bagian dari strategi bisnis perusahaan,” kata Yessie D. Yosetya, Director & Chief Information-Digital Officer XL Axiata.

Anggota DPR RI Ragukan NTB Siap Selenggarakan MotoGP

”Kami belum melihat ada promosi besar-besaran di tengah masyarakat,” katanya dalam keterangan pers di restoran Taliwang H Moerad, Rabu (20/10/2020).

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

52 Ribu UMKM NTB Bakal Dapat Bantuan Presiden Rp 2,4 Juta

Pemprov NTB mengusulkan 52.661 UMKM sebagai penerima bantuan presiden (banpres) produktif. ”Data ini terus kita perbarui sampai minggu kedua bulan September,” kata Kepala Dinas Koperasi dan UKM NTB H Wirajaya Kusuma, pada Lombok Post, kemarin (23/8).

Bantuan Presiden, Pedagang Kaki Lima Bakal Diberi Rp 2,4 Juta

Kucuran bantuan pemerintah dalam rangka stimulus ekonomi di tengah pandemi Covid-19 semakin beragam. Kemarin (19/8) sore di halaman tengah Istana Merdeka bersama sejumlah pedagang kecil, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkenalkan Bantuan Presiden (Banpres) Produktif.

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Pemerintah Janji Bantu UMKM NTB Terdampak Korona, Ini Syaratnya

encairan bantuan Rp 800 triliun bagi UMKM dan IKM masih menunggu petujuk pemerintah pusat. ”Kita tunggu petunjuk teknisnya dari kementerian koperasi UKM,” kata Kepala Dinas Koperasi dan UKM NTB Wirajaya Kusuma, Jumat (10/7
Enable Notifications    Ok No thanks