Rabu, 8 Februari 2023
Rabu, 8 Februari 2023

Ikut Amankan KTT G20, Polda NTB Gencarkan Patroli Laut dan Udara

MATARAM-Polda NTB dan jajarannya menggencarkan patroli, baik laut maupun udara. Patroli untuk mendukung pengamanan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Bali. Mengingat Provinsi NTB menjadi wilayah penyangga pertemuan para kepala negara dunia tersebut.

”Untuk patroli udara, kami sudah siapkan helikopter dari Korps Polairud. Begitu juga dengan di wilayah laut sudah disiapkan kapal melakukan patroli,” kata Kabid Humas Polda NTB Kombespol Artanto, Selasa (15/11).

Polda NTB juga terlibat dalam pelaksanaan Operasi Puri Agung 2022 untuk pengamanan KTT G20. Operasi dilakukan dengan menjaga setiap pelabuhan. ”Jadi, selain menggiatkan patroli laut, personel juga ditugaskan untuk berjaga di pelabuhan,” jelasnya.

Seluruh penumpang maupun kendaraan dicek di setiap pelabuhan maupun bandar udara. ”Kalau ada temuan hal mencurigakan, langsung dilakukan penindakan,” tegasnya.

Baca Juga :  Sekda Berharap PPPK Bisa Genjot IPM NTB

Pada kegiatan pengamanan KTT G20 di Pulau Lombok, Kapolda NTB Irjen Pol Djoko Poerwanto juga telah memerintahkan seluruh jajarannya melaksanakan kegiatan rutin yang ditingkatkan (KRYD). ”Tujuannya untuk mencegah potensi gangguan keamanan di tengah masyarakat dengan mengedepankan langkah preemtif dan preventif,” sebut Artanto.

Dukungan pengamanan dari Polda NTB ini akan dilaksanakan hingga Minggu (20/11) mendatang. Karena puncak kegiatan KTT G20 dilaksanakan hari ini (16/11). ”Kami pastikan hingga perwakilan dari negara lain yang mengikuti KTT G20 itu pulang dengan rasa aman,” ujarnya.

Kapolres Lombok Tengah AKBP Irfan Nurmansyah mengatakan, patroli yang dilakukan untuk mengantisipasi adanya pelanggaran laut atau pergerakan yang bisa mengganggu jalannya KTT G20 di Bali. Setiap kapal yang mencurigakan diperiksa. ”Karena di wilayah Loteng juga terdapat dermaga yang menyandarkan kapal yang langsung datang dari Bali,” kata Irfan.

Baca Juga :  NTB Diharapkan Jadi Contoh yang Baik Pencegahan Korupsi

Kegiatan ini merupakan bentuk antisipasi pelanggaran di wilayah perairan. Seperti penyelundupan barang maupun illegal fishing. ”Kami antisipasi juga adanya nelayan yang melakukan penangkapan ikan dengan cara pengeboman. Itu merusak ekosistem laut,” katanya. (arl/r1)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications OK No thanks