alexametrics
Selasa, 9 Agustus 2022
Selasa, 9 Agustus 2022

Investor Australia Akan Olah Sampah Plastik Kebon Kongok Jadi Solar

MATARAM-Pabrik pengolahan sampah plastik direncanakan dibangun di NTB. Lokasinya berada di TPA Regional Kebon Kongok, Lombok Barat dengan kapasitas 20 ton per hari. ”Nanti hasilnya jadi solar dengan kualitas bagus,” kata Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah.

Pabrik tersebut bakal dibangun PT Geo Trash Management (GTM). Investor asal Australia ini sebelumnya telah menyiapkan satu mesin untuk mengolah sampah plastik di STIPark Banyumulek. Namun dengan kapasitas pengolahan yang lebih sedikit.

Rohmi mengatakan, pabrik rencananya dibangun tahun ini. Tentunya membutuhkan kesinambungan bahan baku. Sehingga operasional pabrik bisa terus berjalan dan menghasilkan bahan bakar seperti yang diharapkan.

Kontiunitas bahan baku tersebut harus diusahakan bersama. Terutama dari masyarakat, yang mulai melakukan pemilahan sampah dari rumah. ”Nanti bank sampah yang akan membeli dan mengumpulkan sesuai dengan yang dibutuhkan,” ujarnya.

Baca Juga :  Kelebihan Kapasitas, Dinas LHK NTB Tutup Landfill TPAR Kebon Kongok

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) NTB Madani Mukarom mengatakan, satu ton sampah plastik yang diolah, bisa menghasilkan hingga 50 liter solar. Jika diakumulasi, dengan kapasitan 20 ton, solar yang dihasilkan bisa mencapai 1.000 liter setiap harinya.

”Kita sudah mengkoordinir bank sampah di setiap desa dan kelurahan,” kata Madani.

Nantinya, solar yang dihasilkan akan digunakan untuk menyuplai bahan bakar bagi kendaraan dinas milik Pemprov NTB. Juga alat berat yang dioperasikan di TPA Regional Kebon Kongok, Lombok Barat. Selain itu, kata Madani, jika mencukupi, solar tersebut bisa untuk Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) milik PLN yang ada di NTB.

”Tinggal bagaimana kita pastikan kesinambungan bahan baku. Agar pabrik bisa beroperasi dengan maksimal,” ujarnya.

Baca Juga :  Terpapar Covid, Wagub Jadi Contoh Keterbukaan Pejabat Publik

NTB merupakan satu dari tiga provinsi yang dilirik PT GTM untuk berinvestasi. Dua provinsi lainnya berada di Kalimantan dan Nusa Tenggara Timur. Kata Madani, untuk NTB nilai investasinya mencapai lebih dari Rp 300 miliar, untuk membangun pabrik sekaligus pembelian bahan baku. (dit/r5)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks
/