alexametrics
Kamis, 9 April 2020
Kamis, 9 April 2020

Soal Wabah Korona, MUI NTB : Waspada Boleh, tapi Jangan Panik!

Berita Terkait

MATARAM-Pemprov NTB telah mengambil sejumlah langkah untuk mengantisipasi penyebaran virus korona (covid-19). Terkait itu, Majelis Ulama Indonesia (MUI) NTB mengajak masyarakat tidak panik. “Waspada boleh, tapi jangan panik,” kata Ketua MUI NTB Prof H Saiful Muslim pada Lombok Post, kemarin (16/3).

Dia mengajak, seluruh masyarakat mengikuti imbauan Gubernur NTB H Zulkieflimansyah. Yakni, tidak berpergian keluar rumah jika tidak begitu penting. Mengingat, penyebaran virus ini kian cepat. “Ini semata-mata untuk diri kita juga,” ujarnya.

Sebelumnya, pemprov meliburkan sekolah se-NTB selama 14 hari.  Pemprov juga meminta kepada kabupaten/kota meliburkan sekolah dari tingkat Taman Kanak-kanak (TK), Sekolah Dasar (SD). Hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP). Instruksi ini juga berlaku untuk perguruan tinggi. Baik negeri maupun swasta, serta pondok pesantren termasuk MI/MTs/MA.

“Ini adalah musibah, jadi, kita harus lakukan antisipasi, bukannya ketakutan. Caranya dengan menerapkan hidup bersih, dan mendengarkan anjuran dari ahli kesehatan,” ujar Gubernur NTB H Zulkieflimansyah.

“Kalau keluar rumah, cuci tangan, cuci kaki. Intinya, semua badan harus bersih,” jelasnya.

Masyarakat juga diminta mengurangi aktivitas berbasis massa. Seperti berkumpul dengan banyak orang, atau nongkrong di tempat yang berpeluang besar penyebaran virus korona.

“Kalau gak terlalu penting, lebih baik di rumah saja. Hindari kerumunan,” terangnya.

Selain itu, ia meminta agar masyarakat di perkotaan tidak melakukan buying panic. Sehingga, menimbulkan kepanikan yang besar di masyarakat lainnya. Mengingat, persediaan masker dan hand sanitizer mendadak ludes.

“Kami minta, masyarakat di kota jangan membeli sesuatu secara panik. Kalau panik, warga yang lain juga akan ikut-ikutan, intinya waspada dan tetep tenang,” tutur dia.

Di sisi lain, Prof Muslim meminta setiap warga untuk sama-sama menjaga diri sendiri maupun keluarga. “Imbauan dari gubernur kan hanya sementara, jadi kami minta umat muslim dan yang lainnya bisa saling melindungi. Dan yang tak kalah pentingnya, mari kita berdoa, agar permasalahan ini cepat selesai,” tutupnya. (tea/r5)

- advertisement mobile-
- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Lawan Korona, Suhaili Tak Mau Setengah Hati

PRAYA-Penanganan penyebaran Covid-19, atau Virus Korona di Lombok Tengah harus dilakukan maksimal. ”Dari tingkat kepala keluarga (KK), lapisan masyarakat yang paling inti,” tegas Bupati...

Gubernur Resmikan Gedung Baru STIP

MATARAM-Science Technology and Industri Park (STIP) NTB punya gedung baru. Peresmian dilakukan Gubernur NTB H Zulkieflimansyah, kemarin. “Mudah-mudahan UKM-UKM kita punya wadah dan bisa segera...

NTB Dijatah 50.299 Kartu Pra Kerja

MATARAM-Pemutusan hubungan kerja (PHK) besar-besaran bisa terjadi bila perekonomian terus melemah akibat Covid-19. ”Pemerintah mengantisipasi dengan pemberian kartu pra kerja bagi mereka yang diberhentikan,”...

Extrajoss Dukung Taya Tahan Pahlawan Korona

GIRI MENANG-Msyarakat tengah dihadapkan pada wabah virus korona. Extrajoss sebagai produk minuman kesehatan yang mengandung Vitamin B Complex dan Ginseng memberikan sumbangan produk kepada...

Tarif Listrik Non Subsidi Tidak Naik

MATARAM-Sebanyak 868.552 pelanggan PLN di NTB mendapatkan keringanan tagihan listrik dan token gratis. ”PLN ikut meringankan beban masyarakat selama pandemi Covid-19 ini,” kata Fauzi...

Kota Mataram Belum Mau Tiru Jakarta Terapkan PSBB

MATARAM-Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh penuh percaya diri. Ia yakin bisa mengatasi wabah virus Korona. "Kita maksimalkan cara yang sekarang,” kata Ahyar, kemarin. Ia...

Paling Sering Dibaca

Innalillahi, PDP Korona, Anggota DPRD Lombok Barat Meninggal Dunia

GIRI MENANG-Seorang Anggota DPRD Lombok Barat (Lobar) berinisial HM meninggal dunia Rabu (8/4) sore. Anggota dewan Dapil Lingsar-Narmada dari Partai Berkarya ini meninggal dengan...

Waspada Penularan Lokal Korona, Klaster Aikmel Sudah Menular ke Tiga Pasien Baru

MATARAM—Jumlah  pasien positif Covid-19 NTB bertambah menjadi 10 orang. Dua pasien baru berasal dari Lombok Timur. ”Keduanya punya riwayat kontak erat dengan pasien 01,” kata...

Sembuh dari Korona, Ini Pesan Hj Yuyum Warga Aikmel yang Sempat Dirawat di RSUP NTB

MATARAM- Pasien Korona 01, Hj Yuyum Minwaroh asal Aikmel,  Lombok Timur telah dinyatakan sembuh dari korona. Hasil dua kali tes menyatakan dirinya bersih dari...

Kontak dengan Pasien Positif Korona asal Lombok Tengah, 13 Tenaga Medis di Lobar Diisolasi

GIRI MENANG-Sejumlah tenaga medis di dua fasilitas kesehatan yang ada di Lombok Barat (Lobar) diisolasi mandiri. Tenaga medis ini diketahui kontak dengan salah satu...

Selasa 7 April, Satu Warga PDP Korona asal KLU Meninggal di RSUD Mataram

MATARAM–Jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) terkait korona yang meninggal dunia bertambah menjadi delapan orang, Selasa (7/4). Yang terbaru  merupakan Warga Kabupaten Lombok Utara (KLU)...
- advertisement mobile-
WP Twitter Auto Publish Powered By : XYZScripts.com