alexametrics
Kamis, 6 Agustus 2020
Kamis, 6 Agustus 2020

Kabar Baik, 280 Ribu Keluarga Miskin di NTB Bakal “Digaji” Rp 600 Ribu Perbulan

MATARAM-Sebanyak 280 ribu Kepala Keluarga (KK) di NTB akan “digaji” pemerintah tiga bulan. Pemberian Bantuan Langsung Tunai tersebut akan dilakukan tiga bulan mulai April hingga Juni.

Kepastian pemberian BLT untuk 280 ribu rumah tangga di NTB tersebut terungkap dalam video conference antara Menteri Sosial Juliari P. Batubara dengan Gubernur NTB H Zulkieflimansyah dan Wagub Hj Sitti Rohmi Djalilah, kemarin (16/4).

“Seluruh Indonesia ada sembilan juta kepala keluarga yang akan menerima bantuan langsung tunai. Di NTB sebanyak 280 ribu kepala keluarga,” kata Menteri Juliari.

Menteri dari PDI Perjuangant ersebut menyebutkan, sesuai arahan Presiden Joko Widodo terkait penyaluran Bantuan Langsung Tunai, bantuan ini diberikan kepada masyarakat yang terkena dampak pandemi Korona.

“Bantuan tersebut sebesar Rp 600.000 yang dibagikan selama tiga bulan hingga Juni,” kata Mensos. Rencananya, penyalurannya melalui PT Pos dan Himpunan Bank Milik Negara.

Sementara itu Gubernur NTB H Zulkieflimansyah mengusulkan agar BLT tersebut bisa disalurkan dalam bentuk sembako. Dia ingin apa yang dilakukannya dalam penyaluran JPS Gemilang bisa dilakukan pula untuk BLT yang disiapkan Kemensos.

“Jika memang berkenan di NTB atau di seluruh Indonesia, bantuannya jangan tunai. Tetapi seperti bantuan yang dilakukan Provinsi NTB, bantuannya berupa produk dari UKM kita,” kata Gubernur.

Gubernur menyebut alasan usulannya tersebut. Yakni, masyarakat akan terbantu dengan sembako yang dibagikan. Di sisi lain UKM-UKM memiliki aktivitas yang produktif, baik secara kesehatan maupun ekonomi sambil mereka mengerjakan aktivitasnya di rumah. Terhadap usulan tersebut, belum ada persetujuan dari Mensos.

JPS Gemilang

Sementara itu, sebelum mengikuti rapat dengan Mensos, bertempat di depan Kantor RRI Mataram, Gubernur dan Wagub melaunching program Jaring Pengaman Sosial (JPS) Gemilang, Kamis (16/4).

Peluncuran perdana JPS Gemilang itu ditandai dengan penyerahan secara simbolis paket JPS Gemilang yang berisi beras 10 Kg, telur 20 butir, minyak goreng 1 liter, susu kedelai, minyak kayu putih, sabun, teh kelor, dan masker. Penyerahan dilakukan Gubernur dan Wagub kepada Lurah Abian Tubuh Barat, Kota Mataram dan Ketua Persatuan Tuna Netra Indonesia NTB.

“Paket JPS Gemilang ini, isinya hampir seluruhnya merupakan produk IKM dan UMKM kita sendiri di NTB,” kata Gubernur.

Dia menambahkan, harga-harganya jelas lebih mahal dibanding barang produksi pabrik-pabrik besar. Bukan karena pemerintah menggelembungkan harga (mark up). Tapi kata dia karena diolah langsung dengan peralatan seadanya dan penuh ketelatenan.

“Tapi dari sinilah akan ada transfer knowledge dengan nilai intrinsik yang mahal,” katanya.

Dia memberi contoh IKM di Sekotong, Lombok Barat yang memeras kelapa dengan sangat sederhana menggunakan tangan untuk menghasilkan minyak kelapa. Proses awal yang manual seperti itu, menurut Zulkieflimansyah terjadi di semua negara berkembang. Sehingga, produk yang dihasilkan harganya lebih mahal dengan kualitas masih kalah dengan barang pabrikan.

” Demi pembelajaran hal ini harus kita hargai. Di teori apapun tentang Industrialisasi semua akan mengalami hal yang sama,” katanya.

Paket bantuan JPS Gemilang diperuntukkan bagi 105.000 KK di seluruh NTB. Sebanyak 73.000 KK miskin dan hampir miskin. Sisanya 32.000 KK untuk sektor formal dan informal yang terdampak pandemi Korona. Bantuan sembako tersebut nilainya Rp 250.000 per paket.

Gubernur berharap dukungan wali kota dan bupati di seluruh NTB agar bantuan tepat sasaran. Termasuk untuk validasi data sehingga tidak ada yang tumpang tindih.(ili/r6)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

2021, Pemkot Mataram Usulkan 400 Formasi CPNS

Pemkot Mataram mengusulkan 400 formasi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2021. Jumlah tersebut hasil kalkulasi dari kebutuhan pegawai daerah ini pada tahun 2020 dan 2021.

VIDEO : Pilwali Mataram Dianul-Badrun Maju ke Tahap Verfak

Bakal pasangan calon (Bapaslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota H Dianul Hayezi-H Badrun Nadianto yang maju melalui jalur perseorangan melaju ke tahap verifikasi faktual (Verfak). “Dari hasil Vermin (verifikasi administrasi) syarat dukungan pasangan DR (Dianul-Badrun) sudah melebih target. Lanjut ke tahap verfak,” kata Ketua KPU Kota Mataram M Husni Abidin, Selasa (4/8).

Kisah Baitul Askhiya Sekarbela (1) : Semua Berawal dari 12 Dermawan

Apa yang dilakukan 97 dermawan ini patut diteladani. Kehadiran mereka yang tergabung dalam Yayasan Peduli Umat Baitul Askhiya telah meringankan beban ratusan orang.

Libur Korona Semakin Panjang, Anak-anak Lupa Pelajaran Sekolah

"Kita sudah lupa (pelajaran)," kata Rio, salah satu anak di Pagutan, Kota Mataram saat ditanya, apakah ia masih ingat materi pelajarannya di sekolah.

Lulus 2018, Pelantikan 262 CPNS Mataram Tertunda Karena Korona

Sebanyak 262 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang lulus pada tahun 2018 lalu harus bersabar. Sebab, pelantikan mereka harus ditunda karena wabah Korona.

Di NTB, Keluarga Kini Boleh Ikut Pemulasaraan Jenazah Pasien Korona

Dirreskrimsus Polda NTB Kombes Pol I Gusti Putu Gede Ekawana Putra mendatangi RSUD Kota Mataram, Senin (3/8) lalu. Ia melihat bagaimana proses pemulasaran jenazah pasien Covid-19 yang dilakukan pihak rumah sakit.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Tertangkap di Bandara Lombok, Satpam Selundupkan Sabu dari Batam

Pria asal Batam berinisial AK, 47 tahun dibekuk tim khusus Ditresnarkoba Polda NTB, Minggu (2/8). Pria yang bekerja  sebagai satpam itu ditangkap setelah turun dari pesawat di Bandara Internasional Lombok (BIL).

NTB Waspada, Penularan Korona Terdeteksi di Usaha Rumahan

Penularan virus Korona di NTB kian tidak terkendali. Transmisi lokal kian merajalela. Hampir tidak ada ruang yang bebas dari penularan virus. Bahkan rumah pun mulai tidak aman. Terutama bagi mereka yang membuka usaha di rumah.

Tabrakan, Pengendara Terbakar di Sindu Cakranegara

Satlantas Polresta Mataram menelusuri penyebab kecelakaan sepeda motor yang terjadi di Jalan Gora, Sindu Cakranegara, Senin malam (3/8). Peristiwa itu menyebabkan pengendara, Gusti Gede Kumbang meninggal dunia dengan kondisi terbakar.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...
Enable Notifications.    Ok No thanks