alexametrics
Kamis, 6 Agustus 2020
Kamis, 6 Agustus 2020

Korona NTB Melonjak Jadi 55 Kasus, Empat Pasien Jamaah Gowa, Empat dari Sukabumi

MATARAM—Kasus positif korona di NTB kembali melonjak. Jumat (17/4) malam  Tim Gugus Tugas penanganan Covid-19 NTB mencatat adanya delapan kasus  positif baru. Hal ini membuat jumlah pasien positif di NTB melonjak dari 47 kasus menjadi 55 kasus.

‘’Telah diperiksa 53 sampel dengan hasil 45 sampel negatif, dan 8 sampel baru positif Covid-19,’’ kata  Sekda NTB, HL Gita Ariadi, selaku Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas penanganan Covid-19 di NTB  dalam siaran persnya, Jumat, 17 April 2020.

Delapan kasus baru ini bisa dikelompokkan menjadi dua  berdasarkan asal penularan. Yakni empat pasien dengan riwayat penularan dari Sukabumi Jawa Barat dan empat lainnya tertular setelah bepergian ke Gowa, Sulawsi Selatan.

 

Empat pasien dengan riwayat perjalanan Sukabumi adalah pasien Nomor 48 dengan inisial A, laki-laki 32 tahun  warga Kelurahan Rabangodu Utara, Kecamatan Raba, Kota Bima.

Kemudian pasien nomor 49 berinisial ATW laki-laki 36 tahun   warga Kelurahan Kekalik, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram.

Pasien Nomor 50, BSD perempuan 32 tahun warga Kecamatan Ampenan, Kota Mataram.

Pasien Nomor 51 berinisial LEP, 33 tahun warga Kelurahan Brangbiji, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa.

Selanjutnya empat orang pasien yang memiliki riwayat perjalanan ke Gowa, Makassar yakni

Pasien Nomor 52 dengan T, laki-laki  52 tahun  dan Pasien Nomor 53 , LAM laki-laki 39 tahun. Keduanya warga Desa Jurit Baru, Kecamatan Pringgasela, Kabupaten Lombok Timur.

Kemudian Pasien Nomor 54 dengan inisial M laki-laki,  38 tahun  warga Desa Terara, Kecamatan Terara, Kabupaten Lombok Timur. Terakhir pasien Nomor 55 dengan inisial IK, laki-laki 51 tahun  warga Desa Olat Rarang, Kecamatan Labuhan Badas, Kabupaten Sumbawa.

“Untuk mencegah penularan  dan deteksi dini penularan covid 19,  petugas kesehatan tetap melakukan contact tracing terhadap semua orang yang pernah  yang kontak dengan yang terkonfirmasi positif,” tambah Gita.(ili/r2)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Gak Pakai Masker, PNS Bakal Didenda Rp 200 Ribu

Aturan wajib menggunakan masker diberlakukan di Kota Bima. Pemerintah Kota (Pemkot) Bima menegaskan sanksi bagi pelanggar akan mengikuti aturan yang telah ditetapkan Pemerintah Provinsi (Pemrov) NTB.

Tiga Dokter dan Delapan Perawat RSUD Dompu Diisolasi

Sebanyak 11 orang Tenaga Kesehatan (Nakes) RSUD Dompu yang sempat kontak dengan HM, pasien positif Covid-19 meninggal dunia menjalani isolasi. Masing-masing tiga dokter dan delapan perawat.

Lamaran Ditolak, Dosen di Bima Tikam Pacar Hingga Tewas

Naas menimpa  Intan Mulyati, 25 tahun warga Kelurahan Kumbe, Kecamatan Rasanae Timur, Kota Bima. Dia merenggang nyawa ditangan pacarnya sendiri Arif Satriadi, 31 tahun, yang merupakan seorang dosen di salah satu perguruan tinggi swasta di Kota Bima, Rabu (5/8).

Kasus Pengadaan ABBM Poltekes Mataram Segera Naik Penyidikan

Penyelidikan dugaan korupsi pengadaan alat bantu belajar mengajar (ABBM) Poltekkes Mataram tahun 2016 segera rampung. “Progres cukup bagus. Sebentar lagi naik penyidikan,” kata Kasubdit III Ditreskrimsus Polda NTB Kompol Haris Dinzah, Rabu (5/8).

Peredaran Gelap Tramadol di Gomong Mataram, Lima Orang Ditangkap

Tim Satnarkoba Polresta Mataram menggerebek rumah pengedar obat-obatan daftar G di Gomong, Mataram, Rabu (5/8). Sebanyak lima orang ditangkap. ”Dua pembeli, satu perempuan sebagai  penyedia, dan dua penjual,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson usai penggerebekan.

Masuk Destinasi Wisata Terpopuler Asia 2020, Lombok Siap Mendunia

”Kalau masuk di ranking dunia artinya kita adalah destinasi yang memang layak untuk dikunjungi,” kata Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) NTB Awanadi Aswinabawa, Rabu (5/8/2020).

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Gawat, 300 Mata Air di NTB Menghilang

Perusakan lingkungan, khususnya hutan membuat NTB kehilangan hampir 300 mata air. ”Dari 700-an mata air sekarang tersisa 400 sekian titik mata air,” ungkap Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) NTB H Madani Mukarom, Seninn (3/8).

Tabrakan, Pengendara Terbakar di Sindu Cakranegara

Satlantas Polresta Mataram menelusuri penyebab kecelakaan sepeda motor yang terjadi di Jalan Gora, Sindu Cakranegara, Senin malam (3/8). Peristiwa itu menyebabkan pengendara, Gusti Gede Kumbang meninggal dunia dengan kondisi terbakar.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Viral Pengunjung “Disko” Pendakian Savana Propok Rinjani Ditutup

Pengelola bukit Savana Propok, Pokdarwis Desa Bebidas, Kecamatan Wanasaba menindaklanjuti video joget para pendaki yang viral di media sosial. “Untuk mengevaluasi hal tersebut, kami akan menutup bukit mulai 8 Agustus,”  kata Ketua Pokdarwis Bebidas Chandra Susanto pada Lombok Post, kemarin (4/8).
Enable Notifications.    Ok No thanks