alexametrics
Selasa, 22 September 2020
Selasa, 22 September 2020

Event MotoGP Butuh Rp 145,8 Miliar

MATARAM-Penyelenggaraan MotoGP membutuhkan biaya 9 juta Euro dalam setahun. Bila  rupiahkan, dibutuhkan Rp 145,8 miliar lebih dengan kurs Rp 16.206 per Euro. Direktur Konstruksi dan Operasi PT ITDC Ngurah Wirawan menyebutkan, pihaknya baru mendapat bantuan dari Kementerian Pariwisata sebesar 1 juta Euro atau Rp 16,2 miliar lebih.

Nilai itu baru sebagian kecil dari kebutuhan 9 juta Euro setiap tahun, sehingga tersisa 8 juta Euro yang masih dibutuhkan. Untuk akses jalan dari bandara ke KEK Mandalika akan dibangun Kementerian PUPR. ”Pak gubernur sendiri langsung meminta kepada pusat segera membangun akses jalan tersebut,” katanya dalam rapat koordinasi persiapan kedatangan presiden di kantor Gubernur NTB, kemarin (16/5).

Dalam penyelenggaraan MotoGP, ITDC selaku promotor tuan rumah harus membayar kepada perusahaan induk MotoGP, yakni Dorna. Biaya penyelenggaraan itu termasuk lisensi, copyright, dan semua kebutuhan, sehingga tuan rumah menerima beres dari Dorna.

Ngurah Wirawan menambahkan, selain persiapan MotoGP, tidak kalah pentingnya adalah perintah presiden penyiapan zona khusus bagi Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). Zona itu sudah selesai dibangun setahun lalu, dan diberi nama Bazar Mandalika. Sekarang sudah dipakai para pedagang.

Semua lapak habis dikapling pedagang, hanya saja bazar itu masih sepi karena kunjungan ke KEK Mandalika belum banyak. Setelah gempa melanda, kunjungan belum meningkat signifikan seperti yang diharapkan. Pedagang pun membuka lapaknya kalau kunjungan sedang ramai. ”Untuk meramaikan butuh waktu,” katanya.

 Rencananya, hari ini Presiden Joko Widodo akan kembali datang ke Lombok. Dia akan meninjau progres pembangunan KEK Mandalika, termasuk pembangunan sirkuit jalanan MotoGP.

Antisipasi Unjuk Rasa

Danrem WB/162 Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani yang memimpin rapat mengatakan, menyambut kedatangan presiden, pihaknya sudah melakukan persiapan. Salah satunya mengantisipasi potensi gangguan keamanan. Seperti unjuk rasa pendukung pasangan calon presiden dan wakil presiden Prabowo-Sandi.

”Demo tetap demo kami melakukan pengamanan, intinya saat kedatangan presiden kita jaga keamanan dan ketertiban,” kata Ramdhani.

Dia memastikan aksi demonstrasi tersebut hanya akan terjadi di Mataram saja, tidak ada di daerah lain. Massa aksi akan berunjuk rasa ke gedung KPU dan Bawaslu setelah salat Jumat.

Dalam kunjungannya, Presiden Jokowi hanya akan meninjau KEK Mandalika di Lombok Tengah. Dia tidak ada jadwal untuk meninjau progres rehab rekon rumah korban gempa.

Danrem menekankan, kedatangan persiden yang ke-11 kali ini harus disyukuri. Semua aspek harus dipersiapkan dengan matang, termasuk pengamanan. Ia mengingatkan jajarannya untuk tidak melakukan kesalahan kecil. ”Jangan membiasakan hal-hal yang biasa, laksanakan tugas sesuai prosedur yang ada,” katanya.

Sekda NTB H Rosiadi Sayuti dalam pertemuan itu berharap kunjungan kali ini berjalan sukses dan lancar. Sehingga proyek pembangunan yang tengah digencarkan juga berjalan cepat. (ili/r5)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Sejak Pandemi, Omzet Pedagang Pasar Tradisional Turun 40 persen

”Penurunan omzet juga diikuti penurunan kapasitas pedagang di pasar sebesar 40 persen,” katanya saat ditemui di ruang kerja, Senin (21/9/2020).

Manfaatkan Simulasi KBM Tatap Muka untuk Pembiasaan Pola Hidup Sehat

”Kita lihat mana yang belum pakai masker sekaligus kita kampanye 3M itu, bersama guru-guru yang lain,” jelas Winarna.

Menag Positif Korona, UIN Mataram Langsung Instruksikan Pegawai WFH

”Pegawai UIN Mataram semaksimal mungkin, agar bekerja dari rumah menyelesaikan tugas masing-masing,” tegas dia.

Tagih Piutang Rp 3 Miliar PT GNE Libatkan Kejaksaan

Sekitar Rp 3 miliar uang PT Gerbang NTB Emas (GNE) tercatat sebagai piutang. Sejumlah perusahaan masih berhutang pada perusahaan daerah milik Pemprov NTB ini. “Makanya kita akan menggunakan JPN (jaksa pengacara negara) untuk menagih,” kata Direktur PT GNE Samsul Hadi, Jumat (18/9).

VIDEO : Buron ke Kalimantan, Pulang, Saen Diringkus di Lingsar

Pelarian anggota komplotan pencurian dengan pemberatan berinisial SR alias Saen, berakhir. Pria 31 tahun, asal Dusun Bagek Nunggal, Desa Peteluan Indah, Lingsar, Lombok Barat, itu dibekuk setelah setahun buron. ”Pelaku pulang karena rindu keluarga,” kata Kapolsek Lingsar AKP Dewi Komalasari, Sabtu (19/9).

WCD, Warga Lobar Bebaskan Pantai Cemara dari Sampah

Ribuan orang di Lombok Barat (Lobar) memperingati World Cleanup Day (WCD), akhir pekan kemarin. Kegiatan ini dipusatkan di Pantai Cemara. ”Semuanya terlibat. OPD, kecamatan, desa, bahkan masyarakat juga ramai ikut,” kata Bupati Lobar H Fauzan Khalid, Sabtu (19/9).

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Dua Terduga Pengedar Ekstasi Tertangkap di Karang Kediri

Dua terduga pengedar ekstasi berinsial PAW alias Patrick, 28 tahun, dan AZP alias Agli, 25 tahun, dibekuk tim Satnarkoba Polresta Mataram, Kamis (17/9) malam. ”Kita tangkap mereka di Lingkungan Karang Kediri, Cakranegara,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson, kemarin (18/9).

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...
Enable Notifications    Ok No thanks