alexametrics
Kamis, 11 Agustus 2022
Kamis, 11 Agustus 2022

Pemda Ancam Cabut Izin Pengusaha Nakal

MATARAM-Saat ini masih marak olahan pangan yang menggunakan zat kimia berbahaya. Kondisi ini membuat Pemprov NTB akan lebih mempertegas lagi edukasi dan pembinaan kepada pelaku usaha industri rumahan.

“Kita sudah bersurat ke kabupaten dan kota untuk melakukan pembinaan lebih khusus lagi,” terang Kepala Dinas Koperasi UKM NTB Lalu Saswadi, kemarin (16/5).

Berdasarkan temuan Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Mataram, boraks kembali ditemukan dalam kerupuk saat sidak takjil. Untuk itu, pihaknya berjanji, pengawasan terhadap bahan campuran kerupuk akan lebih di intesifkan lagi. Artinya, tidak boleh ada sifat stagnan, sebab produksi olahan pangan yang satu ini dilakukan secara terus menerus.

Baca Juga :  Menag Yaqut Minta Tiga Gedung yang Diresmikan Dikelola Maksimal

“Ini jelas jadi pelajaran buat kami, pengawasan kerja sama dengan BBPOM Mataram akan kami perkuat,” jelasnya.

Dia juga sudah meminta jajaran Dinas Koperasi dan UKM di kabupaten dan kota untuk turun langsung memantau proses pembuatan olahan pangan industri rumah tangga. Hal ini sebagai langkah untuk meminimalisasi penggunaan zat kimia berbahaya sebagai bahan campuran.

Kalau terbukti ada temuan, jelas ada sanksi menanti. Sanksi pun diberikan secara berkala, awalnya peringatan sampai ke pencabutan izin usaha. Saswadi mengatakan, meski hanya satu sampel makanan yang mengandung boraks, tidak bisa dilakukan pembiaran. Maka dari itu, penerapan SOP tetap dipertegas.

“Kami juga terus mengingatkan teman-teman di kabupaten kota, lebih masif lagi lakukan edukasi dan pembinaan, insya Allah ini akan tetap kita tindaklanjut,” pungkasnya.

Baca Juga :  Mulai Senin 12 Juli Mataram PPKM Darurat, Ini Yang Harus Diperhatikan

Kepala Dikes NTB dr Hj Nurhandini Eka Dewi menduga, pemakaian boraks pada kerupuk yang ditemukan BBPOM Mataram beberapa waktu lalu sepertinya pengusaha baru. Sebab tahun lalu, produsen atau pengusaha kerupuk di Lombok Barat dan Mataram telah mendeklarasikan diri untuk tidak menggunakan boraks.

“Nah, kalau yang di temukan kemarin, ternyata ada oknum dari Lombok Barat, apakah mereka sudah punya izin, sudah dibina ya sedang kita dalami,” tandasnya. (yun/r5)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks
/