alexametrics
Kamis, 1 Oktober 2020
Kamis, 1 Oktober 2020

Pemda Ancam Cabut Izin Pengusaha Nakal

MATARAM-Saat ini masih marak olahan pangan yang menggunakan zat kimia berbahaya. Kondisi ini membuat Pemprov NTB akan lebih mempertegas lagi edukasi dan pembinaan kepada pelaku usaha industri rumahan.

“Kita sudah bersurat ke kabupaten dan kota untuk melakukan pembinaan lebih khusus lagi,” terang Kepala Dinas Koperasi UKM NTB Lalu Saswadi, kemarin (16/5).

Berdasarkan temuan Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Mataram, boraks kembali ditemukan dalam kerupuk saat sidak takjil. Untuk itu, pihaknya berjanji, pengawasan terhadap bahan campuran kerupuk akan lebih di intesifkan lagi. Artinya, tidak boleh ada sifat stagnan, sebab produksi olahan pangan yang satu ini dilakukan secara terus menerus.

“Ini jelas jadi pelajaran buat kami, pengawasan kerja sama dengan BBPOM Mataram akan kami perkuat,” jelasnya.

Dia juga sudah meminta jajaran Dinas Koperasi dan UKM di kabupaten dan kota untuk turun langsung memantau proses pembuatan olahan pangan industri rumah tangga. Hal ini sebagai langkah untuk meminimalisasi penggunaan zat kimia berbahaya sebagai bahan campuran.

Kalau terbukti ada temuan, jelas ada sanksi menanti. Sanksi pun diberikan secara berkala, awalnya peringatan sampai ke pencabutan izin usaha. Saswadi mengatakan, meski hanya satu sampel makanan yang mengandung boraks, tidak bisa dilakukan pembiaran. Maka dari itu, penerapan SOP tetap dipertegas.

“Kami juga terus mengingatkan teman-teman di kabupaten kota, lebih masif lagi lakukan edukasi dan pembinaan, insya Allah ini akan tetap kita tindaklanjut,” pungkasnya.

Kepala Dikes NTB dr Hj Nurhandini Eka Dewi menduga, pemakaian boraks pada kerupuk yang ditemukan BBPOM Mataram beberapa waktu lalu sepertinya pengusaha baru. Sebab tahun lalu, produsen atau pengusaha kerupuk di Lombok Barat dan Mataram telah mendeklarasikan diri untuk tidak menggunakan boraks.

“Nah, kalau yang di temukan kemarin, ternyata ada oknum dari Lombok Barat, apakah mereka sudah punya izin, sudah dibina ya sedang kita dalami,” tandasnya. (yun/r5)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Banyak Manfaat, Petani di Mataram Justru Enggan Terima Kartu Tani

”Ketika daftar, dia berada di titik lahan A dengan luas sekian. Namun, ketika kartu ini keluar, dia sudah mutasi nyewa lahan lain dengan luas berbeda,” jelasnya, Selasa (29/9/2020).

Bisnis Hidroponik, Bantu Perekonomian Warga Kota saat Pandemi

”Mereka bisa jual sendiri, atau bisa juga bermitra dengan kami. Soal pasar, kami yang carikan,” katanya kepada Lombok Post, Rabu (30/9/2020).

Dilantik Lusa, Kontribusi Pemuda Muhammadiyah Kota Mataram Dinanti

"Kita mengambil tema meneguhkan semangat kepemudaan untuk Kota Mataram maju dan religius," kata Ketua PDPM Kota Mataram Iskandar.

Dompu Zona Merah, Simulasi KBM Tatap Muka Dua Sekolah Distop

Rinciannya, SMAN 1 dan 2 Kilo, SMAN 1 dan 3 Pekat, SMAN 1 Kempo, SMKN 1 Manggalewa, SMKN 2 Dompu, dan SMAN 1 Hu’u. Namun, hanya simulasi di SMKN 2 Dompu dan SMAN 1 Hu’u yang dihentikan. ”Pertimbangannya, karena sekolah itu ada di wilayah kota dan dekat kota, sebagai pusat penyebaran Covid-19,” jelasnya.

Cegah Penyakit Jantung di Masa Pandemi

dr. Yusra Pintaningrum, SpJP(K),FIHA,FAPSC,FAsCC

Sah! Gaji dan Tunjangan PPPK Sama dengan PNS

Penantian panjang honorer K2 yang lulus seleksi tes Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) 2019 lalu akhirnya usai sudah. Payung hukum terkait gaji dan tunjangan PPPK telah diterbitkan.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Zona Hijau Korona di NTB Kian Berat

”Indikatornya lebih tajam lagi. Kemarin, yang dihitung hanya pasien positif (Covid-19) saja. Sekarang probable juga dihitung,” kata Kepala Dinas Kesehatan NTB dr Hj Nurhandini Eka Dewi, usai rapat evaluasi penanganan Covid-19, di kantor gubernur NTB, kemarin (28/9).

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Bantuan Presiden, Pedagang Kaki Lima Bakal Diberi Rp 2,4 Juta

Kucuran bantuan pemerintah dalam rangka stimulus ekonomi di tengah pandemi Covid-19 semakin beragam. Kemarin (19/8) sore di halaman tengah Istana Merdeka bersama sejumlah pedagang kecil, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkenalkan Bantuan Presiden (Banpres) Produktif.
Enable Notifications    Ok No thanks