alexametrics
Rabu, 15 Juli 2020
Rabu, 15 Juli 2020

Ajak Warga Lawan Korona, Polda NTB Gelar Lomba Kampung Sehat

MATARAM-Peran aktif masyarakat dibutuhkan dalam memutus mata rantai penularan Covid-19. Karena itu, Polda NTB menginisiasi program “Kampung Sehat” untuk menggerakkan warga.

”Karena partisipasi masyarakat ini merupakan senjata utama, vaksin paling utama,” kata Kapolda NTB Irjen Pol Muhammad Iqbal dalam pertemuan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) NTB, di rumah dinas ketua DPRD NTB, tadi malam (16/6).

Iqbal menjelaskan, kata “sehat” merupakan singkatan dari steril, ekonomi produktif, harmonis, asri, dan tangguh. Kegiatan dikemas dalam bentuk lomba agar membangkitkan jiwa kempetitif di tengah masyarakat. ”Masyarakat berlomba-lomba memutus mata rantai penularan virus,” katanya.

Pada akhirnya, warga berlomba-lomba menjaga kebersihan dan mematuhi protokol kesehatan. ”Berlomba menata desa dan lingkungannya dengan berbagai kriteria dalam lomba,” katanya.

Polda NTB menginisiasi program Kampung Sehat karena prihatin dengan penularan virus saat ini. ”Di sisi lain vaksin belum ditemukan, sehingga perlu strategi dan treatment khusus,” katanya.

Di samping itu, pemerintah saat ini diberi amanah untuk menuntun masyarakat menuju tatanan hidup baru. Sehingga jargon lomba kampung sehat adalah “NTB” yang merupakan singkatan Nurut Tatanan Baru 2020.

Meski diinisiasi polda, kegiatan akan melibatkan banyak pihak, seperti TNI, seluruh pemda di NTB, dan swasta. ”Kita berkolaborasi melakukan program ini,” katanya.

Lomba Kampung Sehat memiliki beberapa parameter penilaian, antara lain bidang kesehatan. Akan menilai apakah kampung itu memiliki posko kesehatan, apakah warganya menerapkan budaya hidup sehat, apakah punya protokol migrasi keluar masuk warga. ”Protokol yang khusus mengatur kegiatan sosial, dan apakah ada fasilitas isolasi mandiri di kampung tersebut,” jelasnya.

Parameter lainnya di bidang sosial kemasyarakat. Parameter ini akan menilai apakah warga memiliki protokol khsus dampur umum, inovasi membangkitkan UMKM lokal, apakah ada program ketahanan pangan, penanganan gizi buruk, hingga program peningkatan kapasitas warga.

Peniliaian di bidang industri melihat apakah kampung tersebut punya protokol dalam tata niaga dan destinasi wisata dengan protokol kesehatan. Parameter terakhir adalah bidang keamanan, akan menilai bagaimana desa itu mejaga keamanan desa.

Penjurian dilakukan secara berjenjang. Iqbal menjelaskan, seleksi dimulai di tingkat kecamatan. Masing-masing kecamatan memilih tiga desa terbaik untuk dilombakan di tingkat kabupaten/kota.

Kabupaten/kota memilih tiga terbaik untuk dilombakan di tingkat provinsi. Mereka akan dilombakan dalam 30 besar untuk mendapatkan juara.”Selain juara satu, dua dan tiga, ada lima kategori juara favorit,” jelasnya.

Polda NTB akan bekerja sama dengan Lombok Post untuk promosi kegiatan. Setiap hari akan disediakan kolom khusus setengah halaman berisi 30 kampung yang lomba. ”Kita kerja sama dengan media untuk membentuk opini publik,” jelasnya.

Di samping itu, promosi juga akan dilakukan melalui media sosial, media online, dan media elektronik. Harapannya, kegiatan itu menjadi atensi masyarakat, pada akhirnya warga tergerak menjalankan protokol kesehatan Covid-19.

Gubernur NTB H Zulkieflimansyah dalam pertemuan itu sangat mendukung kegiatan tersebut karena akan menggerakkan partisipasi masyarakat.

Ia telah meminta OPD-OPD terkait berkolaborasi mendukung kegiatan lomba Kampung Sehat. Bahkan ia meminta seluruh pemda dikonsolidasikan untuk mendukung, termasuk dewan. ”Kalau perlu berbasis dapil,” kelakar Gubernur Zul.

Sekda NTB H Lalu Gita Ariadi menambahkan, ada 15 OPD terakait yang sudah dikoordinasikan untuk mendukung kegiatan tersebut. Masing-masing membantu dengan program yang dijalankan, seperti program ketahanan pangan, zero waste, desa wisata, dan lainnya. ”Semua itu akan berkolaborasi untuk menyukseskan lomba Kampung Sehat ini,” jelasnya. (ili/r6)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Korona Tinggi, Pola Pencegahan Covid 19 di Mataram Perlu Dievaluasi

emkot Mataram memang bekerja. Mereka berupaya memutus mata rantai penularan virus Korona. Sayangnya, kerja para pemangku kebijakan di Pemkot Mataram itu tanpa inovasi.

Enam Bulan, 19 Kasus Kekerasan Terhadap Anak Terjadi di Mataram

Kasus kekerasan anak di Kota Mataram masih sering terjadi. Buktinya, hingga Juli  tercatat sudah terjadi 19 kasus. “Kebanyakan dari kasus ini perebutan hak asuh,” kata Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Mataram Hj Dewi Mardiana Ariany, Selasa (14/7).

Larangan Dicabut, PNS Sudah Boleh Lakukan Perjalanan Dinas

Kebijakan pembatasan perjalanan dinas aparatur sipil negara (ASN) resmi dicabut. Kini ASN dibolehkan ke luar kota. Namun, dengan syarat-syarat khusus.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Di Mataram, Tanpa Masker Tak Boleh Masuk Pasar

Saat ini, sebagian besar masyarakat NTB memang sudah menggunakan masker. Tapi, banyak pula yang memakai masker hanya sampai dagu atau di leher. Sementara di Kota Mataram dan Lombok Barat yang merupakan dua daerah zona merah dengan kasus Covid-19 terparah, banyak pedagang dan pengunjung pasar yang masih bandel. Mereka ngelencer di pasar tanpa masker.

Sukseskan Kampung Sehat, Tiga Pilar di Loteng Kompak

Pemkab, Polres dan Kodim 1620/Lombok Tengah siap menyukseskan lomba kampung sehat. “Harapannya masyarakat mempunyai kemampuan dan kemandirian dalam penanganan covid-19,” papar Kapolres AKBP Esty Setyo Nugroho saat memimpin upacara tiga pilar di Bencingah Alun-Alun Tastura, Praya, Selasa (14/7/2020).

Paling Sering Dibaca

Usai Pemakaman, Kades Sigerongan Lobar dan Lima Warga Lainnya Reaktif

Aktivitas di Kantor Desa Sigerongan lumpuh. Menyusul hasil rapid test kepala desa dan sejumlah warganya reaktif. Selama 14 hari ke depan, pelayanan di kantor desa ditiadakan sementara.

Korona NTB Masih Parah, Sekolah Hanya Bisa Dibuka di Kota Bima

Ketentuannya, kegiatan di sekolah pada tahun ajaran baru hanya diperbolehkan untuk daerah zona hijau. Karena itu, manakala ada pemerintah daerah yang nekat membuka sekolah non zona hijau. pemerintah pusat memastikan akan memberi sanksi.

Beli Honda ADV150, Hemat Rp 5,7 Juta

Honda ADV150 merupakan skutik penjelajah jalanan canggih dengan desain bodi yang futuristik dan manly. Skutik ini dibekali mesin 150cc eSP yang menyuguhkan performa responsif.

Liburan di Sungai Dodokan Lobar, Bayar Rp 5 Ribu Wisata Sampai Puas

Orang kreatif bisa membuat peluangnya sendiri. Itulah yang dilakukan Siali, warga Desa Taman Ayu, Kecamatan Gerung. Ia membuat Sungai Dodokan jadi spot wisata baru di Lombok Barat (Lobar).

Ikuti Mataram, Lobar Berlakukan Jam Malam

erkembangan pandemi Covid-19 di Lombok Barat (Lobar) semakin mengkhawatirkan. Kasus positif yang mencapai 300 lebih, menjadi atensi penuh Polres Lobar dalam melakukan upaya pencegahan penularan.
Enable Notifications.    Ok No thanks