alexametrics
Jumat, 10 Juli 2020
Jumat, 10 Juli 2020

Dampak Korona, 172 Pekerja Perempuan di NTB Dirumahkan

MATARAM-Ratusan pekerja perempuan di NTB dirumahkan karena Covid-19. ”Data yang kami punya sudah 172 orang pekerja perempuan dirumahkan,” kata Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) NTB Hj Putu Selly Andyani, Selasa (16/6/2020).

Para perempuan yang dirumahkan itu bekerja di sektor perdagangan. Sebagian besar bekerja di pertokoan di Kota Mataram, Lombok Barat, Lombok Timur, dan Lombok Tengah. ”Mereka selama ini menjadi penopang ekonomi keluarga,” kata Selly.

Kemungkinan jumlahnya lebih besar. Sebab kemungkinan ada yang belum terdata. ”Ini baru data yang terlapor ke kami,” katanya.

Sebagai bentuk perhatian pemerintah, pemprov memberikan mereka bantuan sosial jaring pengaman sosial (JPS) gemilang. Bantuan sembako itu diharapkan bisa meringankan beban mereka selama tidak bekerja. ”Mereka lapor ke kami dan saya koordinasi dengan asisten II sehingga mereka diberikan JPS,” jelasnya.

Menurut Selly, perempuan-perempuan yang bekerja itu selama ini banyak menjadi tulang punggung keluarga. Ketika dirumahkan, penghasilan keluarga jelas terganggu. ”Kalau laki-laki bisa cari ceperan lain-lain, kalau perempuan tidak bisa,” ujarnya.

Selain bantuan JPS, pihaknya juga membantu mediasi dengan perusahaan. Timnya telah memanggil pemilik toko untuk menjamin mereka dipekerjakan kembali. ”Kalau usaha aktif kembali mereka pasti akan ditarik,” ujarnya.

Asisten II Setda NTB H Ridwan Syah menyebutkan, jumlah penerima JPS Gemilang mencapai 125.000 KK. Penerima bantuan merupakan keluarga miskin yang terdampak covid-19 dan tidak menerima bantuan pusat. ”Sebagian lagi penerima merupakan pekerja terdampak yang dirumahkan atau di-PHK,” katanya. (ili/r5)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Pecah Rekor, Sehari Penularan Korona Capai 2.567 Kasus

KASUS positif infeksi Covid-19 lagi-lagi mencetak rekor terbaru dengan pernambahan 2.567 orang pada periode 8 hingga 9 Juli 2020. Jumlah ini lebih dari 2 kali lipat rata-rata pertumbuhan kasus seribu orang per hari dalam dua minggu terakhir.

Akurasi Alat Rapid Test Buatan NTB Mampu Saingi Produk Impor

Indonesia akhirnya resmi melaunching alat rapid test inovasi dalam negeri. Diberi nama RI-GHA Covid-19, alat ini diklaim memiliki akurasi nyaris sempurna.

Menyoal Pengetahuan dalam Penanganan Covid-19 Menghadapi New Normal

KASUS covid-19 sudah lebih dari empat bulan berjalan sejak kasus pertama, tanda-tanda penurunan belum juga terlihat. Prediksi para ahli terancam gagal, usaha-usaha pemerintah melalui program stimulus ekonomi dan bantuan sosial lainnya belum mampu mengatasi dampak ekonomi dan sosial covid-19.

Cegah Korona, Pasar Burung Cakranegara Kekurangan Tempat Cuci Tangan

   Kalau protokol kesehatan sudah diberlakukan di hotel, restoran, pusat pertokoan dan perkantoran, tidak demikian dengan di pasar. Penerapan protokol kesehatan di pasar diakui Lurah Cakranegara Barat I Wayan Swira masih kedodoran

Anak Tak Lulus Zonasi, Orang Tua di Mataram Serbu Dikbud NTB

Protes keras dilayangkan ratusan orang tua calon siswa SMA di Mataram. Mereka mendatangi Dinas Dikbud NTB, meminta kepastian nasib anak mereka. ”Setiap tahun, jalur zonasi ini selalu bermasalah,” kata Suharman, salah satu orang tua, pada Lombok Post, Kamis (9/7/2020).

Pak Wali..!! Kelurahan Cakra Barat Butuh APD Segera

Kelurahan Cakranegara Barat, salah satu wilayah yang berstatus zona merah di Mataram. Tidak main-main. Sebanyak 27 warga kelurahan ini dipastikan positif terinfeksi Covid-19. Warga kelurahan ingin status wilayah tempat tinggalnya keluar dari zona merah. Mereka butuh bantuan pemerintah.

Paling Sering Dibaca

Jika Masih Tak Patuh, Seluruh Pasar di Mataram Bakal Ditutup Paksa

akil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah mengancam akan menutup pasar yang mengabaikan protokol kesehatan. Ancaman tersebut disampaikan Wagub saat menggelar inspeksi mendadak di Pasar Mandalika, kemarin (8/7). Dia mendapati langsung banyak pedagang dan pembeli tidak mengenakan masker.

Zona Merah Korona, Wagub NTB : Mana Pol PP Mataram, Kenapa Sembunyi?

Pemkot Mataram dinilai lemah dalam merespon dan menangani Covid-19. Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah pun begitu geregetan. Meski zona merah dengan kasus positif dan kematian tiap hari, penerapan protokol kesehatan di ibu kota justru sangat longgar. Tak lagi ada pengawasan macam sedang tidak terjadi apa-apa.

Istri Model Suami Youtuber, Bantah Cari Sensasi “Mahar Sandal Jepit”

Pernikahan dengan mahar sandal jepit Iwan Firman Wahyudi dan Helmi Susanti bukan bermaksud mencari  sensasi di media sosial. Menurut mereka ikatan mereka tulus beralas kasih sayang.

Pilbup Loteng, Lale Prayatni Mulai Goyang Posisi Pathul Bahri

Lobi politik tersaji di DPP Partai Gerindra. Dari informasi yang dihimpun Lombok Post, diam-diam SK Gerindra dibidik Prayatni melalui ‘lorong’ Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Hashim Djojohadikusumo.

Turun dari Rinjani, Warga Lombok Tengah Tewas Jatuh ke Jurang

Pendakian di Gunung Rinjani kembali memakan korban jiwa. Sahli, 36 tahun, warga Desa Tampak Siring, Lombok Tengah meninggal setelah terjatuh ke jurang di kawasan Gunung Rinjani, Senin (6/7).
Enable Notifications.    Ok No thanks