alexametrics
Rabu, 4 Agustus 2021
Rabu, 4 Agustus 2021

Korona di Lombok Meningkat Lagi, Pengajian Umum di Masjid Dibatasi

JAKARTA-Menag Yaqut Cholil Qoumas mengumumkan surat edaran 13/2021 tentang pembatasan pelaksanaan kegiatan keagamaan di rumah ibadat kemarin (16/6). Surat ini dikeluarkan untuk menyikapi meningkatnya kasus Covid-19 di sejumlah daerah.

Yaqut mengatakan dengan adanya surat edaran tersebut, diharapkan masyarakat bisa tetap menjalankan ibadah sekaligus terjaga keselamatan jiwanya. Di dalam surat edaran tersebut diatur kegiatan keagamaan di daerah zona merah ditiadakan sementara sampai dinyatakan aman dari potensi penularan Covid-19. Status aman ini dinyatakan oleh pemerintah daerah setempat.

Selain itu kegiatan sosial keagamaan dan kemasyarakat di rumah ibadat dan lingkungan sekitarnya juga ditidakan dahulu selama masih berstatus zona merah dan oranye. Kegiatan sosial keagamaan dan kemasyarakatan itu meliputi pengajian umum, pertemuan, pesta pernikahan, dan kegiatan sejenisnya yang menggunakan tempat ibadah atau fasilitas di sekitarnya.

’’Kegiatan peribadatan di rumah ibadah di daerah yang dinyatakan aman dari penularan Covid-19, hanya boleh dilakukan oleh warga lingkungan setempat,’’ tuturnya. Dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Teknis penerapan protokol kesehatan di rumah ibadah bisa merujuk ke Surat Edaran 1/2020 tentang Pelaksanaan Protokol Penanganan Covid-19 di rumah ibadah.

Dengan merujuk pada SE Menteri Agama ini, maka kegiatan sosial keagamaan di tempat ibadah tidak diperbolehkan di seluruh masjid di Pulau Lombok. Sebab, semenjak tadi malam, seluruh Pulau Lombok menjadi zona oranye. Tadinya, hanya empat daerah di Lombok yang zona oranye yakni Mataram, Lombok Barat, Lombok Tengah, dan Lombok Utara. Sementara Lombok Timur masuk zona kuning. Namun, semenjak tadi malam, Lombok Timur kondisinya memburuk ke zona oranye.

Meski begitu, Kota Bima yang tadinya menjadi satu-satunya daerah di NTB yang menjadi zona merah, sejak tadi malam sudah membaik menjadi zona oranye. Di Pulau Sumbawa, zona oranye lainnya ada di Sumbawa, Sumbawa Barat, dan Dompu. Sementara Kabupaten Bima kondisinya paling baik lantaran menjadi satu-satunya daerah di NTB yang berada pada zona kuning.

Menteri Yaqut juga memerintahkan jajaran Kemenag sampai level daerah untuk melakukan pemantauan dan koordinasi intensif dengan pemerintah daerah, khususnya satgas Covid-19 setempat. Termasuk koordinasi para pegawai di Kantor Urusan Agama (KUA), penyuluh agama, dengan pimpinan ormas keagamaan, dan pengelola rumah ibadat di lokasi masing-masing.

Di sejumlah daerah sudah ada kejadian klaster penularan Covid-19 dari kegiatan keagamaan di rumah ibadah. Di antaranya adakah klaster masjid di Kabupaten Karanganyar yang berujung pada 94 orang positif Covid-19. Kemudian pengelola Masjid Agung Kauman Kebumen memutuskan menutup masjid karena ada peningkatan kasus Covid-19 di daerah tersebut. Penutupan masjid agung ini dilakukan pada 14-28 Juni.

Sementara itu meningkatnya angka Covid-19 di sejumlah daerah, membuat rencana pemerintah mulai membuka pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas awal Juli nanti sulit terlaksana. Sejumlah daerah sudah memastikan menunda dahulu rencana pembukaan kembali PTM terbatas. Di antaranya disampaikan oleh Walikota Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Benyamin Davnie.

Dia menyampaikan sedianya PTM terbatas dengan protokol ketat di wilayah Kota Tangsel dibuka kembali pekan kedua Juli depan. ’’Tetapi dengan kondisi seperti sekarang ini, belum diizinkan pembelajaran tatap muka,’’ katanya di tengah penyerahan hibah Rumah Komposit Tahan Gempa (RKTG) inovasi Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) di Tangsel kemarin (16/6).

Lantas kapan Pemkot Tangsel akan membuka PTM terbatas? Benyamin mengatakan harus melihat kondisi terkini penularan Covid-19 di wilayahnya. Dia menuturkan di tengah peningkatan kasus Covid-19 saat ini, tingkat ketersian ruang isolasi di Kota Tangsel mencapai 68 persen. Kemudian tingkat keterisian ruang ICU sudah 71 persen. Kondisi ini meningkat tajam dibandingkan sebulan lalu yang berkisar 30-31 persen.

Dia juga mengungkapkan sepanjang bulan Mei 2021 kasus meninggal karena Covid-19 di Kota Tangsel ada 35 orang. Sedangkan pada kurung 1-15 Juni sudah ada 47 orang meningkat karena Covid-19. ’’Baru setengah bulan sudah melampaui jumlah meninggal bulan lalu. Mau jadi apa ini,’’ tandasnya.

Dia mengatakan klaster asisten rumah tangga cukup tinggi di Kota Tangsel. Klaster ini bisa dipicu dengan aktivitas para asistem rumah tanggal di luar rumah. Misalnya ketika mereka berada di pasar untuk belanja dan kegiatan luar rumah lainnya. Dia juga menyampaikan di lingkungan RT yang zona merah dan orange tidak diperbolehkan ada resepsi pernikahan. Sebab kegiatan resepsi pernikahan juga memicu penularan Covid-19.

 

Klaster Ketenagakerjaan

 

Terpisah, di tengah lonjakan kasus Covid-19 saat ini, Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah meminta perusahaan waspada atas risiko munculnya klaster ketenagakerjaan. Karenanya, ia mengimbau agar penerapan protokol kesehatan di tempat kerja dilakukan secara ketat.

”Hal ini harus dilakukan untuk melindungi para pekerja dari ancaman penyebaran Covid-19 di lingkungan kerja,” tegasnya, kemarin (16/6).

Ia mengungkapkan, kedisiplinan mematuhi protokol kesehatan juga merupakan bagian dari upaya perlindungan atas keberlangsungan usaha. Termasuk, aturan soal pencegahan di perusahaan dan perkantoran dalam melakukan penanggulangan Covid-19.

“Dengan mengikuti aturan itu, menjalankan protokol kesehatan, kita akan bisa tekan penyebaran atau cluster baru di tempat kerja,” ungkapnya.

Menurutnya, sejak awal munculnya Covid-19, pihaknya telah mengeluarkan beberapa aturan untuk pencegahan dan penanggulangan COVID-19. Salah satunya adalah Surat Edaran (SE) Menaker Nomor M/3/HK.04/III/2020 tentang Pelindungan Pekerja/Buruh dan Kelangsungan Usaha Dalam Rangka Pencegahan dan Penanggulangan Covid-19.

Dalam SE tersebut, gubernur untuk melakukan pengawasan di lingkungan kerja. Kemudian, meminta pimpinan perusahaan melakukan tindakan pencegahan hingga penanganan bagi pekerja yang berisiko atau diduga sakit akibat Covid-19.

Pihaknya, kata dia, juga telah melakukan sosialisasi dan pengawasan secara langsung ke berbagai kawasan industri, pusat perbelanjaan, perhotelan, dan sebagainya terkait hal ini. ia menilai, ada kesadaran dari pelaku usaha untuk menaati protokol kesehatan di tempat kerja karena merupakan tanggungjawab bersama.

Selain itu, pihaknya juga melakukan penyusunan panduan kembali bekerja, perlindungan pekerja dalam program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) pada kasus Covid-19 akibat kerja, peningkatan pembinaan dan pengawasan ketenagakerjaan, serta peningkatan kolaborasi dengan stakeholder.

 

Terancam Penuh

 

Sementara itu, secara nasional, kasus yang terkonfirmasi Covid-19 meningkat dari sebelumnya 8161 menjadi  9944 kasus. Penyumbang kasus terbanyak adalah Jawa Barat diikuti DKI Jakarta, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Di sisi lain, penelitian vaksin dalam negeri juga tengah digenjot.

Di Wisma Atlet Kemayoran terdapat 5551 orang yang dirawat. Jumlah ini sudah 75 persen dari kapasitas tempat tidur di rumah sakit darurat Covid-19 tersebut. Padahal petugas telah menambahkan lebih dari 1400 tempat tidur. “Kalau belum ditambah kapasitas terhuninya sampai 95 persen,” ujar Koordinator RS Darurat Covid-19 Wisma Atlet Kemayoran Mayjen TNI dr Tugas  Ratmono SpS kemarin.

Menurutnya, peningkatan ini sudah diprediksi sejak sebelum lebaran. Untuk itu petugas di Wisma Atlet Kemayoran mengantisipasi lonjakan dengan menambah jumlah tempat tidur.

Namun, dia mengkhawatirkan jika pasien terus membludak. Hingga kemarin masih sisa 1883 tempat tidur saja. Jika pertambahan pasien harian mencapai 500 orang saja, rumah sakit tersebut hanya bisa bertahan selama empat hari hingga akhirnya tempat tidur pasien penuh. Wisma Atlet Kemayoran memang digunakan untuk pasien yang bergejala ringan hingga sedang saja.

Memang pemerintah DKI Jakarta menyiapkan satu tower lagi di Wisma Atlet Pademangan dan satu rusun di daerah Clincing. Namun, hingga berita ini ditulis, tempat tersebut belum bisa digunakan.

Tugas menjelaskan bahwa di Wisma Atlet Kemayoran lebih banyak dihuni oleh pasien dengan klaster keluarga. Bahkan Ibu Rumah Tangga banyak dirawat. “Ada pasien yang tidak tahu tertular dari mana. Kalau tidak pernah ke mana-mana, mungkin ada keluarga  yang mobilitas,” ujarnya.

Bagaimana dengan tenaga kesehatan di Wisma Atlet Kemayoran? Tugas menegaskan bahwa tak ada masalah dengan nakes. Sebab dia telah meminta tambahan 100 dokter dan 400 perawat dari PPSDM Kemenkes.

Selama ini ada lima tim yang bekerja dalam sehari. Mereka berja dalam tiga shift berdurasi 8 jam. “Masih terkendali meski ada lonjakan tinggi,” kata Tugas.

Selain itu, mereka yang bertugas sudah dibekali dengan orientasi. Beberapa perawat dan dokter juga diberikan ketrampilang untuk merawat pasien berat di IGD maupun ICU. Sebab, di Wisma Atlet terkadang ada pasien dengan kondisi berat. (wan/mia/JPG/r6)

Kasus Covid-19 di NTB

 

MATARAM

(Zona Oranye)

  • 212 Masih Dirawat
  • 167 Meningga
  • 517 Sembuh

 

LOMBOK BARAT

(Zona Oranye)

  • 72 Masih Dirawat
  • 100 Meningga
  • 578 Sembuh

 

LOMBOK TENGAH

(Zona Oranye)

  • 9 Masih Dirawat
  • 72 Meningga
  • 838 Sembuh

 

LOMBOK TIMUR

(Zona Oranye)

  • 21 Masih Dirawat
  • 48 Meningga
  • 564 Sembuh

 

LOMBOK UTARA

(Zona Oranye)

  • 19 Masih Dirawat
  • 17 Meningga
  • 274 Sembuh

 

SUMBAWA BARAT

(Zona Oranye)

  • 24 Masih Dirawat
  • 14 Meningga
  • 602 Sembuh

 

SUMBAWA

(Zona Oranye)

  • 60 Masih Dirawat
  • 93 Meningga
  • 496 Sembuh

 

DOMPU

(Zona Oranye)

  • 17 Masih Dirawat
  • 29 Meningga
  • 841 Sembuh

 

BIMA

(Zona Kuning)

  • 9 Masih Dirawat
  • 27 Meningga
  • 545 Sembuh

 

KOTA BIMA

(Zona Oranye)

  • 12 Masih Dirawat
  • 40 Meningga
  • 061 Sembuh

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks