alexametrics
Jumat, 14 Agustus 2020
Jumat, 14 Agustus 2020

Seleksi CPNS NTB Ditunda, Guru dan Tenaga Kesehatan Masih Diterima

MATARAM-Moratorium penerimaan CPNS akan berdampak pada Pemkot Mataram. Terutama kekurangan ASN untuk tenaga teknis. ”Aturannya sampai dua tahun. Tapi, kita masih bisa merekrut tenaga guru dan kesehatan,” kata Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Mataram Baiq Nelly Kusumawati, Kamis (16/7).

Nelly mengatakan, pemkot sebenarnya sudah mengusulkan kebutuhan pegawai untuk tahun 2020 dan 2021. Dengan formasi lengkap, untuk tenaga teknis, guru, dan kesehatan. Bahkan sampai dengan proyeksi kebutuhan hingga 2024.

Dengan adanya moratorium, usulan tersebut tidak bisa direalisasi sepenuhnya. Pemerintah pusat hanya akan mengakomodasi kebutuhan untuk tenaga guru dan kesehatan. ”20 Juli ini akan dimatangkan lagi mengenai formasi 2021 untuk guru dan nakes, melalui zoom meeting bersama Menpan,” ujarnya.

Meski ada moratorium, Nelly memastikan perekrutan CPNS untuk 2019 akan tetap berlanjut. Prosesnya sejauh ini masih tertunda akibat pandemi covid. ”Kita masih menunggu jadwal dari BKN terkait pelaksanaan tesnya,” kata Nelly.

Penyampaian usulan ini untuk merespons permintaan dari pemerintah pusat. Melalui Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB). Dari 11 kabupaten/kota dan pemprov, Kota Mataram menjadi daerah pertama yang mengirimkan kebutuhan pegawai.

”Batasnya kemarin sampai 31 Januari dan itu sudah kita lakukan,” Kabid Pengembangan Aparatur BKPSDM Kota Mataram H Ahmad Mujahidin.

Untuk usulan pegawai, disesuaikan dengan kebutuhan Pemkot Mataram. Seperti yang terjadi pada 2019. Tahun lalu ada sekitar 200 ASN yang memasuki masa pensiun. Dari jumlah tersebut, pemerintah pusat memberi kuota perekrutan CPNS sebanyak 275 formasi. Yang pelaksanaan tesnya di tahun ini.

Berdasarkan perhitungan BKPSDM, kebutuhan pegawai di pemkot mencapai 900 lebih. Kekurangan ini nantinya ditutupi setiap tahun. Melalui usulan dan perekrutan CPNS.

Muja mengatakan, proyeksi kebutuhan pegawai pemkot masih didominasi guru. Banyak guru yang akan pensiun pada tahun ini. Puncaknya nanti berada di tahun 2021 dan 2022. ”Sampai Februari tahun ini saja sudah ada 55 guru yang pensiun,” ujarnya.

Sebelumnya, usulan tahun ini jumlahnya tak jauh berbeda dengan 2019. Pemkot mengusulkan sampai 300 formasi. Hanya saja, dengan adanya moratorium, usulan tersebut akan disesuaikan kembali. (dit/r3)

 

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Belajar Tatap Muka Harus Ada Izin Orang Tua Siswa

TALIWANG- Bupati Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) HW. Musyafirin menegaskan belajar tatap muka di sekolah di tengah covid-19 bisa saja digelar. Tetapi syaratnya harus ada izin atau persetujuan orang tua siswa.

Lima Daerah di NTB Alami Kekeringan Parah, Ini Daftarnya

Lima daerah di NTB mengalami kekeringan ekstrem dengan status awas. Yaitu Kabupaten Dompu, Bima, Sumbawa, Sumbawa Barat, dan Lombok Timur. ”Masyarakat  kami imbau mewaspadai dampak dari kekeringan,” kata Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Stasiun Klimatologi Lombok Barat Luhur Tri Uji Prayitno, kemarin (11/8).

Tertular Korona, Satu Anggota DPRD Lombok Timur Diisolasi

SELONG-Salah seorang anggota DPRD Lotim berinisial SM terpapar covid-19. “Ya, ada anggota kami yang dikonfirmasi positif,” kata Wakil Ketua DPRD Lotim H Badran Achsyid membenarkan informasi tersebut saat dihubungi Lombok Post, Selasa (11/8).

Soal Wifi Gratis Dewan Mataram : Pak Sekda Jangan Siap-Siap Saja!

Niat DPRD Kota Mataram untuk memasang wifi gratis di setiap lingkungan segera terealisasi. “Pak Sekda sudah bilang siap. Tapi saya bilang jangan siap-siap saja. Harus segera, karena anak-anak sangat butuh,” terang Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Mataram Nyayu Ernawati.

Lale-Yusuf atau Pathul-Nursiah, Siapa Didukung Golkar di Loteng?

MATARAM-Tampilnya H Yusuf Saleh mendampingi Lale Prayatni atau Lale Sileng membuat dinamika politik di Lombok Tengah (Loteng) semakin dinamis. Tidak hanya untuk peta perebutan kursi Kepala Daerah tetapi untuk arah dukungan partai Golkar.

H Masrun : TGH Saleh Hambali Harus Jadi Pahlawan Nasional

PRAYA-Kiprah dan nama besar ulama NU TGH Saleh Hambali tercatat dalam sejarah. Tokoh ulama karismatik yang berkontribusi nyata dalam membangun pendidikan dan semangat kebangsaan di Lombok, NTB.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Ayo, Pekerja NTB Setor Nomor Rekening Dapat Bantuan Rp 600 Per Bulan

Para pekerja yang merupakan karyawan swasta di NTB tak boleh ketinggalan. Bagian Sumber Daya Manusia (HRD) di setiap perusahaan di NTB diingatkan agar proaktif menyetorkan rekening karyawan untuk mendapatkan bantuan Rp 600 ribu per bulan dari pemerintah.

Penggali Kubur LNS di Mataram Sakit, Arwah Minta Organ Dikembalikan

Penyidik telah melakukan otopsi terhadap jenazah Linda Novita Sari (LNS) maha siswi unram yang diduga jadi korban pembunuhan. Bagian tubuh LNS diambil dokter forensik untuk proses pemeriksaan.

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Pasangan Makmur-Ahda Tersandera SK PKB

MATARAM--Bakal Pasangan Calon (Bapaslon) HL Makmur Said-H Badruttamam Ahda tersandera SK dukungan dari PKB. Tanpa PKB, pasangan ini kemungkinan besar tak bisa bertarung di Pilkada Kota Mataram.
Enable Notifications.    Ok No thanks