alexametrics
Senin, 26 Oktober 2020
Senin, 26 Oktober 2020

Jangan Sampai Ada Ulama Jadi Korban Penusukan di NTB

Menteri Agama: Penceramah Perlu Pengamanan

MATARAM-Menteri Agama Fachrul Razi meminta panitia yang mengundang penceramah menjamin keselamatan para ulama tersebut. ”Jangan dilepas begitu saja, mereka kan datang dengan membawa ilmu saja, kalau tidak dibantu keamananya kasihan dong,” katanya usai acara pembinaan kepada ASN Kanwil Kemenag se-NTB, di Hotel Golden Palace, kemarin (16/9).

Pengamanan khusus bagi ulama sangat penting. Apalagi mereka diundang panitia untuk menyampaikan ceramah di satu tempat. Jika tidak ada pengamanan tentu akan sangat berisiko. ”Kalau dia (pengundang) tidak bisa, bisa meminta bantuan polisi,” imbuhnya.

Imbauan itu diutarakan Menteri Fachrul menyusul insiden penusukan Syekh Ali Jaber saat berdakwah di Masjid Falahuddin, Tamin, Tanjungkarang Pusat, Bandar Lampung, Ahad (13/9). Pemerintah tidak ingin kasus seperti itu terulang kembali.

Sementara itu, dalam kunjungannya ke NTB, Fachrul mengaku kagum dengan pluralisme dan toleransi yang terbangun di NTB. ”Saya menyampaikan hormat karena terbangun kerukunan yang luar biasa di sini,” katanya.

Ia mencontohkan, pengembangan Bank NTB Syariah tidak hanya melibatkan direksi muslim, namun non muslim juga banyak dilibatkan. ”Ekonomi syariah itu ekonomi yang dikembangkan oleh Islam, tapi berlaku untuk semua agama karena banyak nilai-nilai yang baik di sana,” katanya.

Ia menilai konsep Islam rahmatan lil alamin benar-benar dipraktikan di NTB. Meski mayoritas penduduknya Islam, namun Islam memberi kemaslahatan bagi umat yang lain.

Langkah Gubernur NTB yang dalam kunjungan kerja kedaerah memilih menginap di masjid juga membuatnya salut. Kebiasaan ini sangat bagus dan sesuai teladan Nabi Muhammad SAW. Masjid dijadikan tempat berkumpul untuk membangun kemaslahatan umat.

Selain itu, Menag Fachrul mengapresiasi keseriusan Pemprov NTB menangani Covid-19. Provinsi NTB memiliki Peraturan Daerah (Perda) Nomor 7 Tahun 2020 tentang Penanggulangan Penyakit Menular. Perda tersebut sangat penting untuk meningkatkan kedisiplinan masyakarat mematuhi protokol kesehatan.

Sementara itu, Gubernur NTB H Zulkieflimansyah dalam pertemuan mengatakan, Bank NTB Syariah merupakan peninggalan era Gubernur NTB TGB HM Zanul Majdi. Meski di awal ada keengganan konversi karena takut kinerja memburuk, namun saat ini bank tersebut menjadi salah satu yang terbaik di Indonesia.

”Ternyata kata syariah itu tidak menakutkan,” katanya.

Buktinya, mereka yang beda agama di Bank NTB Syariah juga bekerja keras membangun bank syariah. Bahkan, salah satu pimpinan cabang Bank NTB Syariah merupakan non muslim.

”Mereka mendedikasikan waktu, pikiran, dan perasaannya dengan sistem perbankkan syariah,” katanya.

Ia berharap semangat pluralisme dari NTB itu bisa disampaikan Menteri Agama ke seluruh Indonesia, bahkan dunia. Sehingga Islam yang rahmatan lil alamin terus menggema di seluruh penjuru negeri.

 

Gali Lagi Kasus Lama

 

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mohammad Mahfud MD meminta polemik terkait kondisi kejiwaan pelaku penusukan Syekh Ali Jaber dihentikan. Dia tegas menyatakan, kasus tersebut segera disidangkan. Sakit jiwa atau tidak, hakim yang menentukan.

Mahfud menyampaikan keterangan tersebut di sela-sela kunjungan kerja di Padang, Sumatera Barat kemarin sore (16/9). ”Alfin (pelaku penusukan Syekh Ali Jaber) akan terus dibawa ke pengadilan dengan actus reus atau tindakan yang sudah nyata dilakukan,” bebernya. Melalui sidang nanti, dia menyebut, kondisi kejiwaan Alfin diungkap secara jelas.

Untuk itu, tidak perlu ada lagi perdebatan di masyarakat. Baik secara langsung maupun lewat media sosial. Mahfud menyampaikan itu karena dia melihat ada spekulasi tidak benar yang berkembang. Bahwa pemerintah mencari cara untuk menutup kasus penusukan Syekh Ali Jaber dengan menyebut pelaku sakit jiwa. Spekulasi itu, tegas Mahfud, keliru.

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) itu menyatakan, pemerintah justru tidak percaya penyerang Syekh Ali Jaber sakit jiwa. ”Pemerintah mengatakan, kami belum percaya dia sakit jiwa,” imbuhnya. ”Soal sakit jiwa atau tidak, itu biar nanti hakim yang memutuskan,” tambah Mahfud. Dia menjamin Polri tidak menghentikan penanganan kasus tersebut.

Bahkan, Mahfud menyatakan, dirinya sudah mendapat perintah langsung dari Presiden Jokowi untuk menggali lagi kasus-kasus penyerangan ulama yang akhirnya ditutup karena pelaku dinyatakan sakit jiwa. ”Saya mendapat pesan dari Pak Presiden untuk mengajak instansi terkait. BNPT, Polri, BIN untuk menjejak juga,” terang dia.

Mulai kasus yang terjadi pada 2016, 2017, sampai 2018. ”Ada kasus seperti (Syekh Ali Jaber) itu. Selalu modusnya sama. Yaitu katanya sakit jiwa, lalu hilang kasusnya. Nah sekarang itu sudah diselidiki lagi,” terang Mahfud. Dia menyebut, bukan tidak mungkin kasus-kasus lama itu justru diorganisir oleh pihak-pihak tertentu.

Kepada awak media, Mahfud juga menyatakan bahwa dirinya sudah menerima laporan investigasi salah seorang jurnalis terkait kasus-kasus tersebut. ”Ternyata di tempat-tempat itu pelakunya selalu sama,” bebernya. Setelah beraksi, pelaku dinyatakan gila. Menurut dia, jika sudah demikian penanganan kasus memang bisa ditutup. Namun bisa pula dilanjutkan.

Khusus aksi brutal Alfin menyerang Syekh Ali Jaber, pemerintah tidak ingin kasus dihentikan karena ada keterangan tersangka mengalami gangguan jiwa. ”Kali ini kami serahkan pada hakim, kami teruskan ke pengadilan,” ungkap Mahfud. Itu sesuai dengan janji yang disampaikan Mahfud saat bertemu Syekh Ali Jaber di Jakarta.

Sementara itu, Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi menyampaikan arahan kepada masyarakat ketika menggelar pengajian. Dia meminta masyarakat dan panitia penyelenggara, tidak hanya berfokus pada kegiatannya saja. ”Tetapi juga ikut menjaga keamanan pendakwah, ustadz, dan ulama yang diundang,” katanya kemarin.

Fachrul meminta, panitia harus bisa ikut menjaga kelancaran acara itu. Termasuk yang tidak kalah penting adalah keamanan pendakwah. Untuk itu, dia menegaskan, panitia kegiatan dakwah keagamaan atau pengajian harus proaktif berkoordinasi dengan petugas keamanan selama penyelenggaraan kegiatan. Apalagi pengajian yang digelar bersifat akbar dan diikuti banyak orang. ”Keamanan ulama dan pendakwah menjadi tanggung jawab bersama. Tidak hanya pihak keamanan, tetapi juga panitia pengundang,” jelasnya.

Menag meminta koordinasi panitia dengan pihak keamanan terus ditingkatkan selama penyelenggaraan. Dia berharap peristiwa memilukan yang dialami Syekh Ali Jaber di Lampung tidak terulang kembali. Kemudian kejadian itu juga jangan sampai mengganggu kegiatan pengajian di masyarakat. Menurut dia masyarakat atau umat tetap membutuhkan wejangan dari para tokoh agama untuk menjalani kehidupan yang rukun dan damai.

Dia mengaku tidak habis pikir ada orang yang nekat menusuk Ali Jaber. Dia sekaligus menyampaikan kecaman keras atas kejadian itu. Selain itu dia juga mengecam serangan terhadap seorang imam ketika salat di Tanjung Rancing, Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan.

Sementara Kabidhumas Polda Lampung Kombespol Pandra Arsyad menuturkan bahwa memang tim psikiater  memastikan pelaku tidak mengalami gangguan jiwa. Apalagi, pelaku saat ditanya mampu menjawab dengan Baik. “Itu dinyatakan Tim Psikiater Polri,” jelasnya.

Sesuai pengakuan dari pelaku, diketahui bahwa sementara pelaku kesal dengan suara ceramah dari Syekh Ali Jaber. Sehingga, mengambil pisau dan ke lokasi acara. “Lalu melakukan penusukan,” jelasnya.

Sementara Kadivhumas Polri Irjen Argo Yuwono menjelaskan bahwa Polri telah mengirimkan Tim dari Direktorat Tindak Pidana Umum (Dittipidum) Bareskrim untuk memberikan dukungan penanganan kasus. Bahkan, surat pemberitahuan dimulainya penyidikan (SPDP) telah dikirimkan ke Kejari Lampung. “Kami jerat hukum pelaku ini,” terangnya.

Argo juga membantah adanya informasi bahwa pelaku telah dibebaskan. Menurutnya, pelaku masih ditahan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. “Pelaku akan dihukum dengan berat,” tegasnya dalam konferensi pers kemarin.

Sebelumnya, muncul informasi di media sosial bahwa pelaku telah dibebaskan. Hal tersebut direspon oleh Polri untuk mencegah hoax berdampak lebih besar. (ili/JPG/r6)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Nyoman: Gonta Ganti Kendaraan Tidak Masalah, yang Penting Rasanya

“Baru di motor Forza 250 CC ini saya rasakan sama sekali tidak ada getarannya ketika sudah kita berkendara dan sangat cocok dengan kondisi kesehatan saya yang memiliki penyakit jantung. Sebelumnya pernah saya memakai sepeda motor  jenis lain namun karna ada getarannya sangat terasa membuat saya tidak nyaman,” aku Nyoman.

Warga Antusias Hadiri Peresmian Rumah Besar Relawan HARUM Ampenan

Ratusan warga tumpah di jalan Saleh Sungkar, Dayen Peken Ampenan Kamis (22/10) sore kemarin. Warga hadir menyambut kedatangan pasangan H Mohan Roliskana – TGH Mujiburrahman (HARUM). Kedatangan pasangan ini untuk meresmikan Rumah Besar Relawan HARUM Ampenan.

Satgas Covid-19 : Masyarakat Harus Taat 3M Ketika Liburan

Kebijakan yang dibuat pemerintah dalam menghadapi pandemi Covid-19 dinilai cukup baik. Tantangan selanjutnya adalah pengawasan terhadap implementasi di lapangan. Khususnya terkaitpenerapan 3M yaitu memakai masker, mencuci tangan pakai sabun, dan menjaga jarak.

Tiga Bank Syariah Digabung, Bersiap Jadi yang Terbesar di Nasional

”Mengawal dan membesarkan tidak hanya sampai legal merger, tapi juga memastikan hadirnya bank syariah nasional terbesar ini benar-benar dapat memberikan manfaat bagi orang banyak dan membawa nama Indonesia ke kancah global sebagai pusat ekonomi syariah dunia,” katanya.

Honda Genio Makin Fashionable

”Tampilan Honda Genio yang semakin atraktif mewakilkan ekspresi anak muda,” ujar Thomas. 

UN Diganti, Pemerintah Didorong Intensifkan Sosialisasi

”Supaya apa yang kurang dan kendala yang muncul, bisa segera dievaluasi,” ujar dosen Program Studi (Prodi) Pendidikan Bahasa Inggris dan Pasca Bahasa FKIP Unram ini.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Bantuan Presiden, Pedagang Kaki Lima Bakal Diberi Rp 2,4 Juta

Kucuran bantuan pemerintah dalam rangka stimulus ekonomi di tengah pandemi Covid-19 semakin beragam. Kemarin (19/8) sore di halaman tengah Istana Merdeka bersama sejumlah pedagang kecil, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkenalkan Bantuan Presiden (Banpres) Produktif.

52 Ribu UMKM NTB Bakal Dapat Bantuan Presiden Rp 2,4 Juta

Pemprov NTB mengusulkan 52.661 UMKM sebagai penerima bantuan presiden (banpres) produktif. ”Data ini terus kita perbarui sampai minggu kedua bulan September,” kata Kepala Dinas Koperasi dan UKM NTB H Wirajaya Kusuma, pada Lombok Post, kemarin (23/8).

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...
Enable Notifications    Ok No thanks