alexametrics
Kamis, 3 Desember 2020
Kamis, 3 Desember 2020

Banyak Vila di Perbukitan Dituding Picu Banjir Senggigi

MATARAM-Banjir melanda kawasan Senggigi, Lombok Barat (Lobar) sepekan lalu ditengarai akibat keberadaan bangunan vila di perbukitan. ”Sebagian besar dari bangunan di sana. Kalau kawasan hutan kita di Senggigi, masih bagus,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) NTB Madani Mukarom, Senin (16/11/2020).

Madani menyebut banyak pelanggaran yang terjadi di luar kawasan hutan. Salah satunya terkait bangunan yang berdiri di bukit-bukit di kawasan Senggigi, dengan kemiringan tertentu. Kondisi tersebut berdampak besar terhadap lingkungan.

Banjir di kawasan wisata Senggigi, tepat seminggu lalu, tak lepas dari keberadaan vila-vila di atas bukit. Membuat lahan yang seharusnya menjadi daerah resapan air, tak berfungsi dengan maksimal. ”Ada banyak bangunan. Sehingga resapan air kurang,” tuturnya.

Meski begitu, terkait dengan penertiban maupun izinnya, Madani menyebut bukan merupakan kewenangan Dinas LHK. Itu menjadi ranah pemerintah desa maupun kabupaten. Kecuali bangunan yang berada di dalam kawasan hutan. ”Kalau di kawasan kita, baru ranahnya dinas,” kata Madani.

Soal dugaan pelanggarannya karena bangunan berada di kemiringan bukit, Madani enggan mengomentarinya. Apalagi kajian analisa dampak lingkungan (Amdal) bukan diperoleh dari Dinas LHK NTB. ”Yang buat Amdal kan LH (dinas LHK) kabupaten,” ujarnya.

Sementara itu, Pemkab Lobar menyebut penyebab banjir berasal dari drainase yang tidak mampu menampung debit air. ”Tidak sepadan dengan cakupan drainase itu,” kata Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Lobar H Saepul Ahkam.

Setelah banjir pekan lalu, ia menyebut Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) serta DLH Lobar langsung bergerak. Alat berat diturunkan untuk mengeruk endapan lumpur yang turun dari bukit.

Kondisi tersebut berdampak langsung untuk sektor pariwisata. Apalagi banjir kemarin merupakan yang terparah dari banjir-banjir sebelumnya. ”Kita akan carikan solusi ke depannya,” cetusnya.

Ketua Asosiasi Pengusaha Hiburan Senggigi Suhermanto mengatakan, pembangunan drainase Kawasan Senggigi harus benar-benar dipikirkan dengan matang. Karena yang jadi korban masyarakat dan usaha yang ada di daerah itu.

Apalagi, lanjutnya, curah hujan yang tinggi selama empat jam membuat debit air meningkat. “Kalau banjir sampai merusak properti usaha, bisa menimbulkan masalah lain ke depan,” jelasnya.

Problem vila di bukit kawasan Senggigi sudah akut. Meski ditengarai tanpa izin dan menyalahi aturan, pemkab tak kunjung melakukan penertiban. Dari sejumlah sumber, terdapat sekitar 10 hektare lebih lahan berada di perbukitan yang dialihfungsikan untuk pembangunan vila.(dit/r5)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

AirAsia Kenalkan Potensi Kerjasama dengan Hotel di NTB

”Dengannya platform ini mampu memudahkan jutaan pelanggan AirAsia mengakses penawaran harga terbaik paket penerbangan dan hotel di Lombok,” ujar Direktur Utama AirAsia Indonesia Veranita Yosephine Sinaga.

PGRI NTB Dorong Pemda Usulkan PPPK Dalam Jumlah Maksimal

”Misalnya Mataram, ada kuota seribu peserta, ya usulkan saja sebanyak dua ribu,” sarannya.

Debat Pamungkas, BARU Sindir SALAM Takut Pajang Logo PDI Perjuangan

Debat terakhir pasangan calon wali kota dan wali kota Mataram telah berakhir Senin (30/12) lalu. Seluruh paslon telah menyampaikan visi misi dan program kerja jika mereka terpilih memimpin Mataram di periode mendatang.

Efek Korona, SMK di NTB Belum Boleh Gelar Prakerin

”Sampai sekarang, kami masih melarang kegiatan itu,” kata Kepala Seksi Peserta Didik Bidang Pembinaan SMK Dinas Dikbud NTB H Makbullah, pada Lombok Post, Rabu (2/12/2020).

Korporasi Indonesia Memburu Inovasi dan Kolaborasi dengan Startups Singapura

JAKARTA– Pandemi mendorong perusahaan Indonesia memburu inovasi, solusi teknologi, dan pasar baru melalui kolaborasi, termasuk dengan mitra regional perusahaan Singapura melalui Enterprise Singapore. Korporasi Indonesia fokus berinvestasi dalam teknologi dan solusi inovatif di sejumlah sektor semisal konstruksi, keuangan dan kesehatan.

Unram Kukuhkan Tiga Guru Besar

”Jabatan profesor memiliki tanggung jawab yang besar karena merupakan ujung tombak untuk melakukan riset-riset dan inovasi,” katanya.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Debat Pamungkas, BARU Sindir SALAM Takut Pajang Logo PDI Perjuangan

Debat terakhir pasangan calon wali kota dan wali kota Mataram telah berakhir Senin (30/12) lalu. Seluruh paslon telah menyampaikan visi misi dan program kerja jika mereka terpilih memimpin Mataram di periode mendatang.

Selamat! Ini Pemenang Simpedes BRI Periode 1 Tahun 2020

”Mudah-mudahan dengan acara ini, nasabah BRI semakin loyal, semakin berkembang, dan semakin semarak bertransaksi,” tuturnya.

Akta Kelahiran Anak Kini Bisa Dibuat tanpa Buku Nikah

Akta kelahiran anak kini bisa dibuat tanpa melampirkan buku nikah atau akta nikah orang tua. “Sekarang ada namanya SPTJM (Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak) pernikahan sebagai syarat buat akta kelahiran,” kata Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kota Mataram Chairul Anwar.
Enable Notifications    OK No thanks