alexametrics
Rabu, 25 November 2020
Rabu, 25 November 2020

KPAI Minta Sekolah Dibuka Pada 2021

JAKARTA-Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) meminta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) membuka sekolah pada 2021. Sekolah ditutup saat pandemi Covid-19.

Usulan KPAI tersebut merupakan hasil dari pengamatan ke sekolah-sekolah di Indonesia. Hal tersebut diutarakan Komisioner KPAI bidang Pendidikan Retno Listyarti seusai rapat revisi SKB 4 Menteri yang di Kemendikbud. ”Dari rangkaian pengawasan yang KPAI lakukan, ternyata status zona cenderung berubah setiap saat. Sehingga terjadilah buka tutup sekolah berkali-kali ketika zona berubah,” ucapnya kemarin (16/11).

Retno menjelaskan, dalam pembukaan sekolah yang diperhatikan bukan hanya zona namun juga ekosistem di dalamnya. Dia menyatakan bahwa guru, orang tua, dan siswa harus siap juga. Artinya jika zona di wilayah itu sudah hijau namun sekolah belum siap maka belum boleh dibuka. ”Dari 46 sekolah di delapan provinsi pada jenjang SD, SMP dan SMA atau SMK yang ditinjau langsung oleh KPAI menunjukkan fakta bahwa sekolah belum siap dengan infrastruktur dan protokol kesehatan,” kata Retno.

Dia menegaskan daerah dan pusat harus fokus mendukung pembuayaan persiapan sekolah yang akan dibuka. Sebab, biaya ini menurut Retno tak sedikit. Retno mencontohkan biaya tersebut untuk menyiapkan infrastruktuk adaptasi kehiasaan baru. ”Jika sekolah belum mampu memenuhi infrastruktur dan protokol maka tunda dulu buka sekolah,” ucapnya.

Retno juga mengkritisi belum adanya peta sekolah yang sangat siap, siap, dan belum siap untuk pembelajaran tatap muka saat pandemi. Untuk itu, pemda dan daerah kembali harus koordinasi terkait hal ini.

Sedangkan sekolah yang telah melakukan uji coba belum melakukan pemetaan materi. Untuk itu Kemdikbud dan Dinas Pendidikan bisa memerintahkan kepada seluruh Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) di level sekolah untuk memilih materi-materi yang akan diberikan saat pelajaran tatap mula dan pembelajaran jadak jauh. ”Sebaiknya materi PTM adalah materi dengan tingkat kesulitan tinggi dan membutuhkan bimbingan guru secara langsung,” katanya.

Dalam kesempatan yang sama Ketua IDAI dr Aman Pulungan juga setuju pembukaan sekolah di dasarkan pada kesiapan sekolah. Alasannya ini untuk melindungi anak didik. Jika sekolah belum siap untuk menyelenggarakan tatap muka maka tidak bisa dipaksakan meski masuk zona hijau. (lyn/JPG/r6)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Belajar dari Pengalaman Langsung Kesembuhan Penyintas COVID-19

Pola makan dengan asupan makanan tinggi kalori dan tinggi protein merupakan treatment yang dianjurkan saat terkena COVID-19. Hal ini berguna untuk meningkatkan imunitas tubuh.

XL Axiata Raih Dua Penghargaan Internasional

PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) kembali berhasil mendapatkan penghargaan tingkat internasional.

Dewan Mataram Minta Pembagian Bantuan JPS Usai Pilkada

-Sejumlah anggota dewan meradang. Bukan karena tak setuju dengan bantuan JPS tahap enam. Tapi, mereka khawatir JPS ini ditunggangi kepentingan politik jelang Pilkada Kota Mataram 9 Desember mendatang.

Vividerm Sunblock Buatan Lombok yang Berhasil Go International

Sunblock atau pelindung kulit yang diproduksi Iwin Insani diklaim ramah lingkungan. Tidak memakai bahan kimia dan tidak merusak terumbu karang.

HARUM Tata Pesisir Mataram, Dorong Potensi Kelautan dan Pariwisata

Potensi besar dalam sektor kelautan di Mataram berbanding lurus dengan tantangan yang dihadapi. Keberadaan nelayan dari muara Meninting di Utara hingga  pesisir Mapak di selatan menyisakan sejumlah  persoalan yang membutuhkan solusi komprehensip. Terutama menyangkut kesejahteraan nelayan dan penataan kawasan.

Kasus Dana Desa Sesait, Jaksa Temukan Indikasi Kerugian Lain

Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Mataram menemukan indikasi kerugian negara dalam kasus dugaan korupsi penggunaan dana desa Sesait, Kabupaten Lombok Utara (KLU). ”Kita ada temukan indikasi kerugian negara selain dari hasil temuan Inspektorat (KLU),” kata Kajari Mataram Yusuf, kemarin (22/11).

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.
00:06:43

VIDEO : Polisi Bongkar Pabrik Sabu di Pringgasela Lotim

Peredaran gelap narkoba di Provinsi NTB benar-benar mengkhawatirkan. Pera pelakunya menggunakan beribu macam cara. Bahkan sudah ada yang memproduksi barang haram itu di daerah ini. Polisi sudah berhasil membongkarnya.

Korona Meningkat, Libur Panjang Akhir Tahun Ini Bisa Dibatalkan

Pemerintah mempertimbangkan untuk memperpendek atau meniadakan sama sekali libur panjang pada periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) tahun 2020 ini jika penerapan protokol kesehatan pada liburan Maulid Nabi akhir Oktober lalu dianggap tidak efektif.

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Otak Pabrik Sabu Lotim Buronan Interpol, Kabur dari Brunei-Malaysia

Terbongkarnya pabrik sabu sekala rumahan di Pringgasela, Lombok Timur (Lotim) menyeret nama MY alias Jenderal Yusuf. Nyatanya Yusuf bukan penjahat “kaleng-kaleng”. Dia kini mendekam di Lapas Mataram pernah berurusan dengan Interpol.
Enable Notifications    OK No thanks