alexametrics
Minggu, 20 September 2020
Minggu, 20 September 2020

Ayo Liburan ke Pulau Moyo!

MATARAM-Akses wisata ke Pulau Moyo bisa lebih cepat. Dinas Perhubungan NTB akan membuka rute kapal cepat dari Lombok ke Moyo, Sumbawa. Rencananya jalur itu akan dibuka akhir Maret mendatang.

            Kepala Dinas Perhubungan NTB H Lalu Bayu Windia menjelaskan, pembukaan jalur kapal cepat itu bertujuan mempermudah akses wisatawan berlibur ke objek-objek wisata Pulau Moyo. Termasuk beberapa destinasi lain di Pulau Sumbawa. ”Selama ini akses menuju ke sana terbatas, sehingga perlu dibuat jalur khusus yang memudahkan wisatawan,” kata Bayu, kemarin (17/3).

            Banyak objek wisata di Pulau Moyo yang punya potensi ekonomi tinggi. Tetapi selama ini terkendala masalah konektivitas. Destinasi-destinasi itu tidak bisa diakses dengan mudah oleh masyarakat. Akibatnya tidak banyak wisatawan yang datang ke sana. Karena itu, Dinas Perhubungan berupaya membuat akses menjadi lebih baik ke lokasi tersebut. ”Dengan rute yang berjadwal dan tarif yang terjangkau,” katanya.

            Rencananya kapal cepat akan berlayar dua kali dalam seminggu. Rutenya dari Pelabuhan Lombok – Pelabuhan Badas-Pulau Medang, dan Pulau Moyo. Kapal akan singgah di Medang karena selama ini pulau tersebut jarang dikunjungi akibat akses terbatas.

            Berbeda dengan jalur pelayaran ke Pulau Kenawa yang sudah dibuka tetapi tidak berlanjut.  Bayu memastikan akses ke Moyo akan berkelanjutan, sebab pemerintah akan memberikan subsidi berupa harga bahan bakar. Kapal cepat itu punya kapasitas 100 orang. ”Karena berikan subsidi harga tiket akan kita kontrol,” katanya.

Saat ini mereka bersama operator kapal, otoritas pelabuhan dan pelaku pariwisata tengah mempersiapkannya. Bila tidak ada hambatan, 30 Maret pelayaran perdana akan dimulai. ”Segala hal harus kita pertimbangkan, terutama keamanan dan kenyamanan,” kata Bayu.

            Dinas Perhubungan akan berkoordinasi dengan Pemkab Sumbawa, agar mereka juga menyiapkan destinasi yang akan dikunjungi. Pembukaan rute seperti itu membutuhkan kerja sama dengan banyak pihak. Termasuk BMKG dan Kesyahbandaran. Kalau cuaca memang tidak memungkinkan, kapal tentu tidak akan berlayar.

            Terkait itu, Sekretaris Dinas Pariwisata NTB Subhan Hasan menyambut baik rencana tersebut. Dinas Pariwisata juga tentu akan ikut menyukseskan pembukaan akses ke Moyo yang sudah dikenal dunia itu. Sesuai tugas dan fungsinya, mereka akan membantu mempromosikan. (ili/r7)    

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Film MOHAN, Ini Dia Official Teasernya

Rumah Produksi Warna tengah merampungkan pembuatan film MOHAN. Film bergenre drama remaja tersebut tengah memasuki fase shooting. Namun demikian sebagai bocoran Warna telah meluncurkan cuplikan Official Teaser nya.

14 Ribu UMKM Lombok Utara Diusulkan Terima Banpres

Jumlah UMKM KLU yang diusulkan menerima bantuan presiden (Banpres) Rp 2,4 juta bertambah. Dari sebelumnya hanya 4. 890, kini tercatat ada 14 ribu UMKM. ”Itu berdasarkan laporan kabid saya, sudah 14 ribu UMKM yang tercatat dan diusulkan ke pusat,” ujar Plh Kepala Diskoperindag KLU HM Najib, kemarin (18/9).

Cegah Penyimpangan, Bupati Lobar Amankan 640 Dokumen Aset Daerah

Dinas Arsip dan Perpustakaan Lombok Barat (Lobar) terus mencari dokumen-dokumen aset milik pemkab. ”Kalau arsip (dokumen) hilang, aset daerah juga melayang,” kata Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Lobar H Muhammad Yamil.

Penuh Sampah, Warga Dasan Geres Turun Bersihkan Sungai

Pola hidup bersih digalakkan warga di Lingkungan Dasan Geres Tengah. Salah satunya melalui program sungai bersih. ”Kita ciptakan lingkungan bersih dan asri,” kata Lurah Dasan Geres Hulaifi, kemarin.

Perintah Menteri, RT Wajib Bentuk Satgas Penaganan Covid-19

Upaya menekan penyebaran virus COVID-19 masih harus gencar. Salah satu kebijakan baru yang digagas adalah mewajibkan membentuk satgas penanganan COVID-19 hingga level kelurahan, dusun atau RT/RW. Satgas tersebut nantinya bertugas mengawal pelaksanaan kebijakan satgas pusat di lapangan.

Senggigi Telah Kembali (Bagian-2)

SELAMA berminggu-minggu “kegiatan tidak berarti ini” dilaksanakan tanpa ada maksud apa-apa kecuali biar sampah tidak menumpuk. Namun keberartian “kegiatan tidak berarti ini” justru menjadi simpul efektif dari kebersamaan dan rasa senasib sepenangungan seluruh komponen yang ikut bergotong royong.

Paling Sering Dibaca

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Saat Pandemi, Anak 14 Tahun di Mataram Nikah Dini

Fenomena pernikahan usia anak masih terjadi di Kota Mataram. Seperti yang terjadi di Kelurahan Karang Baru pekan lalu. AA, perempuan usia 14 tahun juga memilih menikah dengan IW, 20 tahun warga kelurahan Selagalas. Keduanya enggan dipisahkan dengan alasan cinta.
Enable Notifications    Ok No thanks