alexametrics
Senin, 21 September 2020
Senin, 21 September 2020

Bukan Batal, Kedatangan Kapal Pesiar Hanya Tunda

MATARAM-Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) NTB Lalu Mohammad Faozal membantah pemberitaan yang menyebutkan bahwa tiga kapal pesiar asal Singapura batal ke Lombok. “Mereka itu delay aja, artinya menunda masuk karena kejadian gempa pas 29 Juli sampai periode Desember,” terangnya.

Dia juga sangat menyayangkan bahwa alasan kuat mengapa tiga kapal pesiar itu batal singgah. Karena persoalan penanganan sampah yang belum maksimal di Lombok. Pemprov NTB melalui program Zero Waste dianggap hanya sebatas wacana semata. Padahal itu murni penundaan akibat gempa. “Gak ada pembatalan singgah karena sampah, semuanya karena gempa saja,” sanggah Faozal.

Faozal menyebut, penundaan kunjungan kapal pesiar hanya terjadi sampai periode akhir Desember 2018 saja. Sementara sejak Januari tahun ini, kapal pesiar sudah mulai berdatangan mengunjungi Lombok lagi. Menurut informasi yang diterima, mereka telah menjadwalkan ulang untuk mengunjungi Lombok. Rencananya, akan singgah pada akhir Maret dan April mendatang.

“Kalau sesuai jadwal, mereka akan datang pada 25 Maret besok, kemudian disambung ke April mereka datang lagi,” jelasnya.

Kunjungan tersebut memang harus dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh Pemprov NTB. Apalagi tiga kapal pesiar itu ditaksir membawa penumpang mencapai 3 ribu orang. Tentu saja ini menjadi cara untuk meningkatkan kunjungan wisatawan dan menandakan bahwa kondisi pariwisata NTB sudah bangkit pascagempa.

Berbicara soal fasilitas dan pelayanan, Faozal mengakui memang sampai saat ini, kapal pesiar yang singgah di Lombok masih dilayani oleh otoritas Pelabuhan Lembar. Sebab berbagai macam fasilitas, termasuk dermaga Pelabuhan Gili Mas masih dalam tahap finishing oleh Pelindo III.

Namun hal itu tidak akan berlangsung lama. Karena pelabuhan yang berlokasi di sebelah barat Pelabuhan Lembar itu diprediksi secara resmi akan beroperasi pada September mendatang. “Kalau untuk kegiatan singgah kapal pesiar, memang rencananya September mendatang, tetapi untuk event pariwisata, di April besok kita sudah bisa pakai untuk Crush Expo,” tutupnya. (yun/r7)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Ada Apa dengan Pulau-pulau Kecil?

SAYA diundang oleh Ketua LPPM Unram, Dr. Muhammad Ali dalam diskusi untuk merevisi Rencana Induk Penelitian Universitas Mataram lima tahun ke depan. Salah satu bagian yang cukup alot diskusinya adalah ketika mendiskusikan fokus penelitian di Unram. Mengapa harus ada fokus?

Penyuntikan Vaksin Korona Untuk Warga Dimulai Januari 2021

Pemerintah telah bekerja sama dengan Uni Emirat Arab dan mendapatkan vaksin untuk Covid-19 sebanyak 20 juta dosis. Rencananya, vaksin mulai didistribusikan pada Desember.

Kampung Sehat, Warga Desa Setanggor Semangat Gotong Royong

GAIRAH warga Desa Setanggor, Kecamatan Praya Barat sedang menggebu-gebu untuk mewujudkan lingkungan mereka yang bersih dan sehat. Karena itu, jangan heran manakala menemukan semangat gotong royong masyarakat di desa ini sangat tinggi.

Satu Gerakan, Warga Desa Kuripan Lawan Penyebaran Covid-19

Warga Desa Kuripan kian konsisten menerapkan protokol kesehatan. Apalagi setelah berhasil menyabet juara pertama untuk tingkat kabupaten di lomba Kampung Sehat. Sederet inovasi pun telah disiapkan Desa Kuripan.

Simulasi KBM Tatap Muka SMA Sederajat di NTB Pekan Kedua Dimulai

Simulasi KBM tatap muka untuk SMA sederajat di NTB memasuki pekan kedua. ”Sambil kami tetap memantau perkembangan penyebaran Pandemi Virus Korona,” kata Kepala Dinas Dikbud NTB H Aidy Furqan, pada Lombok Post, Minggu (20/9/2020).  

Mendikbud Pastikan Wacana Penghapusan Mapel Sejarah Hoaks

”Tidak ada sama sekali kebijakan regulasi atau perencanaan penghapusan mata pelajaran sejarah di kurikulum nasional,” tegas dia.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Film MOHAN, Ini Dia Official Teasernya

Rumah Produksi Warna tengah merampungkan pembuatan film MOHAN. Film bergenre drama remaja tersebut tengah memasuki fase shooting. Namun demikian sebagai bocoran Warna telah meluncurkan cuplikan Official Teaser nya.

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.
Enable Notifications    Ok No thanks