alexametrics
Senin, 27 Juni 2022
Senin, 27 Juni 2022

Pulau Lombok Masih Steril, 1.011 Orang Digigit Anjing Liar

MATARAM-Warga yang jadi korban gigitan hewan pembawa rabies (HPR) terus bertambah. Hingga kemarin, korban mencapai  1.011 orang. Bertambah dari sebelumnya hanya 958 orang per 10 Maret lalu.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan NTB Hj Budi Septiani memaparkan, di Kabupaten Sumbawa Barat korban gigitan 9 orang, tidak ada penambahan kasus dari minggu lalu. Vaksinasi belum dilakukan dengan populasi HPR 10.777 ekor. Kemudian di Kabupaten Sumbawa korban gigitan bertambah dari 42 orang minggu lalu menjadi 69 orang. Jumlah sampel positif rabies 4 ekor, vaksinasi HPR telah dilakukan bagi 1.376 ekor dari populasi HPR 36.671 ekor.

Kabupaten Dompu sebagai daerah endemik korban gigitan bertambah dari 817 orang menjadi 839 orang.  Jumlah sampel positif rabies bertambah dari 43 menjadi 46 sampel. ”Vaksinasi sudah dilakukan bagi 5.962 ekor HPR dari populasi 10.334 ekor,” katanya.

Kemudian di Kabupaten Bima bertambah dari 44 orang menjadi 48 orang jadi korban gigitan. Empat sampel HPR positif rabies, vaksinasi dilakukan pada 347 ekor dari populasi 16.100 ekor. Kota Bima tujuh warga jadi korban gigitan, namun vaksinasi belum dilakukan dari 1.517 ekor populasi HPR.

Sementara kondisi Pulau Lombok masih steril, tidak ada sampel HPR yang positif rabies. Meski terjadi beberapa kasus gigitan anjing namun tidak ada yang positif rabies. Di Kota Mataram 17 orang digigit dan vaksinasi dilakukan pada 54 ekor anjing. Kabupaten Lombok Barat tiga orang korban gigitan, Kabupaten Lombok Utara korban gigitan sebanyak 15 orang, dan Lombok Timur empat orang korban gigitan.

Budi mengatakan, meski kasus gigitan masih bertambah, namun upaya tidak pernah berhenti. Sebab keberadaan anjing rabies tidak bisa diprediksi. Terlebih dengan kejadian banjir di Bima, tim terkendala untuk melakukan vaksinasi. ”Semoga banjir cepat reda agar kegiatan lapangan bisa dilanjutkan,” katanya.

Baca Juga :  2.323 Karyawan di Mataram Bakal Terima Tambahan Gaji dari Pemerintah

Beberapa upaya sudah dilakukan di Pulau Sumbawa maupun Pulau Lombok. Vaksinasi terhadap HPR terus dilakukan untuk mencegah penularan virus antar hewan. Sosialiasi juga dilakukan untuk memberikan penyadaran bagi masyarakat. Pelarangan membawa HPR keluar pulau juga masih berlaku. ”Terhadap HPR berpemilik diharapkan selalu perhatikan status kesehatan hewannya,” imbuh Budi.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan NTB dr Hj Nurhadini Eka Dewi menambahkan, vaksinasi juga terus dilakukan terhadap korban gigitan. Tujuannya agar warga terhindar dari penularan rabies. ”Mereka yang digigit belum tentu rabies, tetapi kami antisipasi dengan suntikan vaksin,” jelasnya. (ili/r7)

MATARAM-Warga yang jadi korban gigitan hewan pembawa rabies (HPR) terus bertambah. Hingga kemarin, korban mencapai  1.011 orang. Bertambah dari sebelumnya hanya 958 orang per 10 Maret lalu.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan NTB Hj Budi Septiani memaparkan, di Kabupaten Sumbawa Barat korban gigitan 9 orang, tidak ada penambahan kasus dari minggu lalu. Vaksinasi belum dilakukan dengan populasi HPR 10.777 ekor. Kemudian di Kabupaten Sumbawa korban gigitan bertambah dari 42 orang minggu lalu menjadi 69 orang. Jumlah sampel positif rabies 4 ekor, vaksinasi HPR telah dilakukan bagi 1.376 ekor dari populasi HPR 36.671 ekor.

Kabupaten Dompu sebagai daerah endemik korban gigitan bertambah dari 817 orang menjadi 839 orang.  Jumlah sampel positif rabies bertambah dari 43 menjadi 46 sampel. ”Vaksinasi sudah dilakukan bagi 5.962 ekor HPR dari populasi 10.334 ekor,” katanya.

Baca Juga :  Tiba di Lombok, Marc Marquez : Hallo Lombok, Hallo Indonesia!

Kemudian di Kabupaten Bima bertambah dari 44 orang menjadi 48 orang jadi korban gigitan. Empat sampel HPR positif rabies, vaksinasi dilakukan pada 347 ekor dari populasi 16.100 ekor. Kota Bima tujuh warga jadi korban gigitan, namun vaksinasi belum dilakukan dari 1.517 ekor populasi HPR.

Sementara kondisi Pulau Lombok masih steril, tidak ada sampel HPR yang positif rabies. Meski terjadi beberapa kasus gigitan anjing namun tidak ada yang positif rabies. Di Kota Mataram 17 orang digigit dan vaksinasi dilakukan pada 54 ekor anjing. Kabupaten Lombok Barat tiga orang korban gigitan, Kabupaten Lombok Utara korban gigitan sebanyak 15 orang, dan Lombok Timur empat orang korban gigitan.

Budi mengatakan, meski kasus gigitan masih bertambah, namun upaya tidak pernah berhenti. Sebab keberadaan anjing rabies tidak bisa diprediksi. Terlebih dengan kejadian banjir di Bima, tim terkendala untuk melakukan vaksinasi. ”Semoga banjir cepat reda agar kegiatan lapangan bisa dilanjutkan,” katanya.

Beberapa upaya sudah dilakukan di Pulau Sumbawa maupun Pulau Lombok. Vaksinasi terhadap HPR terus dilakukan untuk mencegah penularan virus antar hewan. Sosialiasi juga dilakukan untuk memberikan penyadaran bagi masyarakat. Pelarangan membawa HPR keluar pulau juga masih berlaku. ”Terhadap HPR berpemilik diharapkan selalu perhatikan status kesehatan hewannya,” imbuh Budi.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan NTB dr Hj Nurhadini Eka Dewi menambahkan, vaksinasi juga terus dilakukan terhadap korban gigitan. Tujuannya agar warga terhindar dari penularan rabies. ”Mereka yang digigit belum tentu rabies, tetapi kami antisipasi dengan suntikan vaksin,” jelasnya. (ili/r7)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks
/