alexametrics
Minggu, 20 September 2020
Minggu, 20 September 2020

Pulau Lombok Masih Steril, 1.011 Orang Digigit Anjing Liar

MATARAM-Warga yang jadi korban gigitan hewan pembawa rabies (HPR) terus bertambah. Hingga kemarin, korban mencapai  1.011 orang. Bertambah dari sebelumnya hanya 958 orang per 10 Maret lalu.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan NTB Hj Budi Septiani memaparkan, di Kabupaten Sumbawa Barat korban gigitan 9 orang, tidak ada penambahan kasus dari minggu lalu. Vaksinasi belum dilakukan dengan populasi HPR 10.777 ekor. Kemudian di Kabupaten Sumbawa korban gigitan bertambah dari 42 orang minggu lalu menjadi 69 orang. Jumlah sampel positif rabies 4 ekor, vaksinasi HPR telah dilakukan bagi 1.376 ekor dari populasi HPR 36.671 ekor.

Kabupaten Dompu sebagai daerah endemik korban gigitan bertambah dari 817 orang menjadi 839 orang.  Jumlah sampel positif rabies bertambah dari 43 menjadi 46 sampel. ”Vaksinasi sudah dilakukan bagi 5.962 ekor HPR dari populasi 10.334 ekor,” katanya.

Kemudian di Kabupaten Bima bertambah dari 44 orang menjadi 48 orang jadi korban gigitan. Empat sampel HPR positif rabies, vaksinasi dilakukan pada 347 ekor dari populasi 16.100 ekor. Kota Bima tujuh warga jadi korban gigitan, namun vaksinasi belum dilakukan dari 1.517 ekor populasi HPR.

Sementara kondisi Pulau Lombok masih steril, tidak ada sampel HPR yang positif rabies. Meski terjadi beberapa kasus gigitan anjing namun tidak ada yang positif rabies. Di Kota Mataram 17 orang digigit dan vaksinasi dilakukan pada 54 ekor anjing. Kabupaten Lombok Barat tiga orang korban gigitan, Kabupaten Lombok Utara korban gigitan sebanyak 15 orang, dan Lombok Timur empat orang korban gigitan.

Budi mengatakan, meski kasus gigitan masih bertambah, namun upaya tidak pernah berhenti. Sebab keberadaan anjing rabies tidak bisa diprediksi. Terlebih dengan kejadian banjir di Bima, tim terkendala untuk melakukan vaksinasi. ”Semoga banjir cepat reda agar kegiatan lapangan bisa dilanjutkan,” katanya.

Beberapa upaya sudah dilakukan di Pulau Sumbawa maupun Pulau Lombok. Vaksinasi terhadap HPR terus dilakukan untuk mencegah penularan virus antar hewan. Sosialiasi juga dilakukan untuk memberikan penyadaran bagi masyarakat. Pelarangan membawa HPR keluar pulau juga masih berlaku. ”Terhadap HPR berpemilik diharapkan selalu perhatikan status kesehatan hewannya,” imbuh Budi.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan NTB dr Hj Nurhadini Eka Dewi menambahkan, vaksinasi juga terus dilakukan terhadap korban gigitan. Tujuannya agar warga terhindar dari penularan rabies. ”Mereka yang digigit belum tentu rabies, tetapi kami antisipasi dengan suntikan vaksin,” jelasnya. (ili/r7)

MATARAM-Warga yang jadi korban gigitan hewan pembawa rabies (HPR) terus bertambah. Hingga kemarin, korban mencapai  1.011 orang. Bertambah dari sebelumnya hanya 958 orang per 10 Maret lalu.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan NTB Hj Budi Septiani memaparkan, di Kabupaten Sumbawa Barat korban gigitan 9 orang, tidak ada penambahan kasus dari minggu lalu. Vaksinasi belum dilakukan dengan populasi HPR 10.777 ekor. Kemudian di Kabupaten Sumbawa korban gigitan bertambah dari 42 orang minggu lalu menjadi 69 orang. Jumlah sampel positif rabies 4 ekor, vaksinasi HPR telah dilakukan bagi 1.376 ekor dari populasi HPR 36.671 ekor.

Kabupaten Dompu sebagai daerah endemik korban gigitan bertambah dari 817 orang menjadi 839 orang.  Jumlah sampel positif rabies bertambah dari 43 menjadi 46 sampel. ”Vaksinasi sudah dilakukan bagi 5.962 ekor HPR dari populasi 10.334 ekor,” katanya.

Kemudian di Kabupaten Bima bertambah dari 44 orang menjadi 48 orang jadi korban gigitan. Empat sampel HPR positif rabies, vaksinasi dilakukan pada 347 ekor dari populasi 16.100 ekor. Kota Bima tujuh warga jadi korban gigitan, namun vaksinasi belum dilakukan dari 1.517 ekor populasi HPR.

Sementara kondisi Pulau Lombok masih steril, tidak ada sampel HPR yang positif rabies. Meski terjadi beberapa kasus gigitan anjing namun tidak ada yang positif rabies. Di Kota Mataram 17 orang digigit dan vaksinasi dilakukan pada 54 ekor anjing. Kabupaten Lombok Barat tiga orang korban gigitan, Kabupaten Lombok Utara korban gigitan sebanyak 15 orang, dan Lombok Timur empat orang korban gigitan.

Budi mengatakan, meski kasus gigitan masih bertambah, namun upaya tidak pernah berhenti. Sebab keberadaan anjing rabies tidak bisa diprediksi. Terlebih dengan kejadian banjir di Bima, tim terkendala untuk melakukan vaksinasi. ”Semoga banjir cepat reda agar kegiatan lapangan bisa dilanjutkan,” katanya.

Beberapa upaya sudah dilakukan di Pulau Sumbawa maupun Pulau Lombok. Vaksinasi terhadap HPR terus dilakukan untuk mencegah penularan virus antar hewan. Sosialiasi juga dilakukan untuk memberikan penyadaran bagi masyarakat. Pelarangan membawa HPR keluar pulau juga masih berlaku. ”Terhadap HPR berpemilik diharapkan selalu perhatikan status kesehatan hewannya,” imbuh Budi.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan NTB dr Hj Nurhadini Eka Dewi menambahkan, vaksinasi juga terus dilakukan terhadap korban gigitan. Tujuannya agar warga terhindar dari penularan rabies. ”Mereka yang digigit belum tentu rabies, tetapi kami antisipasi dengan suntikan vaksin,” jelasnya. (ili/r7)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Film MOHAN, Ini Dia Official Teasernya

Rumah Produksi Warna tengah merampungkan pembuatan film MOHAN. Film bergenre drama remaja tersebut tengah memasuki fase shooting. Namun demikian sebagai bocoran Warna telah meluncurkan cuplikan Official Teaser nya.

14 Ribu UMKM Lombok Utara Diusulkan Terima Banpres

Jumlah UMKM KLU yang diusulkan menerima bantuan presiden (Banpres) Rp 2,4 juta bertambah. Dari sebelumnya hanya 4. 890, kini tercatat ada 14 ribu UMKM. ”Itu berdasarkan laporan kabid saya, sudah 14 ribu UMKM yang tercatat dan diusulkan ke pusat,” ujar Plh Kepala Diskoperindag KLU HM Najib, kemarin (18/9).

Cegah Penyimpangan, Bupati Lobar Amankan 640 Dokumen Aset Daerah

Dinas Arsip dan Perpustakaan Lombok Barat (Lobar) terus mencari dokumen-dokumen aset milik pemkab. ”Kalau arsip (dokumen) hilang, aset daerah juga melayang,” kata Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Lobar H Muhammad Yamil.

Penuh Sampah, Warga Dasan Geres Turun Bersihkan Sungai

Pola hidup bersih digalakkan warga di Lingkungan Dasan Geres Tengah. Salah satunya melalui program sungai bersih. ”Kita ciptakan lingkungan bersih dan asri,” kata Lurah Dasan Geres Hulaifi, kemarin.

Perintah Menteri, RT Wajib Bentuk Satgas Penaganan Covid-19

Upaya menekan penyebaran virus COVID-19 masih harus gencar. Salah satu kebijakan baru yang digagas adalah mewajibkan membentuk satgas penanganan COVID-19 hingga level kelurahan, dusun atau RT/RW. Satgas tersebut nantinya bertugas mengawal pelaksanaan kebijakan satgas pusat di lapangan.

Senggigi Telah Kembali (Bagian-2)

SELAMA berminggu-minggu “kegiatan tidak berarti ini” dilaksanakan tanpa ada maksud apa-apa kecuali biar sampah tidak menumpuk. Namun keberartian “kegiatan tidak berarti ini” justru menjadi simpul efektif dari kebersamaan dan rasa senasib sepenangungan seluruh komponen yang ikut bergotong royong.

Paling Sering Dibaca

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Saat Pandemi, Anak 14 Tahun di Mataram Nikah Dini

Fenomena pernikahan usia anak masih terjadi di Kota Mataram. Seperti yang terjadi di Kelurahan Karang Baru pekan lalu. AA, perempuan usia 14 tahun juga memilih menikah dengan IW, 20 tahun warga kelurahan Selagalas. Keduanya enggan dipisahkan dengan alasan cinta.
Enable Notifications    Ok No thanks