alexametrics
Minggu, 27 September 2020
Minggu, 27 September 2020

Pemprov NTB Siap Produksi Cairan Pencuci Tangan

MATARAM-Mengantisipasi kelangkaan hand sanitizer, Pemprov NTB akan memproduksi cairan pencuci tangan. ”Kalau masker tidak (kita produksi), hand sanitizer saja karena kosong,” kata Kepala Dinas Kesehatan NTB dr Hj Nurhandini Eka Dewi.

                Cairan pencuci tangan sangat dibutuhkan sebagai salah satu upaya mencegah penyebaran virus korona. Karena stoknya semakin berkurang, pemerintah harus membuat sendiri untuk dibagikan di tempat-tempat umum. ”Kami tidak menjual,” tegasnya.

                Pengadaan hand sanitizer merupakan bantuan Bank NTB Syariah. Dana bantuan itu yang akan dipakai membiayai pengadaan hand sanitizer oleh Balai Laboratorium Kesehatan Pengujian dan Kalibrasi (BLKPK) NTB. Mengenai volume kebutuhannya, Eka belum menghitung secara rinci. ”Kami tidak punya dana, saya minta Bank NTB mensuport,  kemudian mereka setuju,” jelasnya.

                Setelah mereka setuju, nanti mereka akan berbicara lebih teknis berapa kebutuhan yang akan diproduksi dan dana yang dibutuhkan. ”Kita akan bagikan ke tempat-tempat umum dan rumah ibadah,” katanya.

                Pembagian hand sanitizer sekaligus dengan petujuk membuat dengan bahan yang mudah didapat. Sehingga ketika stok habis, warga diharapkan bisa membuat sendiri.

                Terpisah, dr Rizqi Amalia Pramitha, tim dokter BLKPK NTB menjelaskan, hand sanitizer dibuat pemerintah dengan standar WHO. Tetapi ada yang bisa dibuat warga dengan bahan-bahan yang mudah didapatkan di pasar. ”Seperti alkohol 70 persen dan aloevera gell,” katanya.

                Aloevera gell yang digunakan bisa merek apa saja. Campurannya satu berbanding empat, setiap 1 gram aloevera gell dicampur 4 mililiter alkohol. ”Alat yang digunakan juga cukup pakai gelas ukur pembuatan kue dan sendok makan biasa,” katanya.

Tapi campuran itu hanya digunakan dalam jangka pendek, tiga sampai lima hari. Bila warna sudah berubah, cairan tidak bisa digunakan lagi. Sehingga tidak bisa diproduksi masal, apalagi dijual. ”Ini hanya untuk darurat ketika antiseptic yang standar itu sulit didapat,” katanya.

Sementara hand sanitizer berstandar WHO, campuran dan cara produksinya memiliki standar sendiri. ”Bahan-bahan yang digunakan adalah zat kimia yang hanya bisa dibeli instansi tertentu,” jelasnya.

Dengan standar yang tinggi masyarakat tidak bisa membuat sendiri. ”Bahan yang dicampur itu sudah khusus dan pasti menghasilkan alkohol 80 persen,” jelasnya.

Hal itu berbeda dengan hand sanitizer rumahan yang kadar alkohol lebih rendah atau di bawah 70 persen. Sehingga kualitasnya tidak sebagus yang dibuat  dengan standar WHO.

Bahan-bahan yang digunakan antara lain alkohol/etanol 96 persen, gliserol 98 persen, hidrogen peroksida 3 persen, dan air steril. Alat yang digunakan juga alat khusus seperti gelas ukur 100 ml, becker glass, gelas ukur 50 ml dan 25 ml, sendok/batang pengaduk, dan botol sesuai ukuran. ”Cara membuatnya pun khusus,” katanya.

Rizqi Amalia menambahkan, warga bisa mencuci tangan dengan alkhol tanpa campuran aloevera gell, tetapi sangat berisiko. Bila alkohol terlalu banyak tangan jadi kering dan membuat kulit luka-luka kecil. Kondisi itu justru membuat mikroorganisme cepat masuk. ”Fungsi aloevera gell ini pelembab untuk menyeimbangkan efek samping alkohol,” katanya. (ili/r5)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Penataan Kawasan Wisata Senggigi Dimulai

Penataan kawasan wisata Senggigi direalisasikan Dinas Pariwisata (Dispar) Lombok Barat (Lobar). Sayang, dari tujuh proyek dalam perencanaan, hanya lima yang bisa dieksekusi.

LPPOM MUI NTB Target Sertifikasi Halal 125 Usaha Rampung Tahun Ini

”Rinciannya, dari Dinas Perindustrian NTB dan pusat sebanyak 75 usaha, serta Dinas Koperasi Lombok Barat sebanyak 50 usaha,” katanya, kepada Lombok Post, Rabu (23/9/2020).

Solusi BDR Daring, Sekolah Diminta Maksimalkan Peran Guru BK

Jika terkendala akses dan jaringan internet, layanan dilaksanakan dengan pola guru kunjung atau home visit. ”Di sanalah mereka akan bertemu dengan siswa, orang tua, keluarga. Apa permasalahan yang dihadapi, kemudiann dibantu memecahkan masalah,” pungkas Sugeng.

Subsidi Kuota Internet, Daerah Blank Spot di NTB Pertanyakan Manfaat

”Kalau jangkauan towernya luas, tentu ini sangat menunjang sekaligus mendukung pemanfaatan kebijakan pusat,” tandasnya.

Anugerah Pewarta Astra 2020 Kembali Digelar

Astra mengajak setiap anak bangsa untuk menebar inspirasi dengan mengikuti Anugerah Pewarta Astra 2020. ”Di NTB sendiri kami membina warga Kelurahan Dasan Cermen yang merupakan wilayah Kampung Berseri Astra. Harapannya, masyarakat dapat menggambarkan dukungan Astra untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang lebih optimis demi kemajuan dan kesejahteraan bangsa,” ujar Gusti Ayu.

Pilwali Mataram, HARUM satu SALAM dua MUDA tiga BARU empat

Pengundian nomor Pasangan Calon (Paslon) Wali Kota Mataram dan Wakil Wali Kota Mataram berjalan di bawah protokol Pandemi Covid-19 dengan ketat, pukul 19.00 wita-selesai semalam.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Bantuan Presiden, Pedagang Kaki Lima Bakal Diberi Rp 2,4 Juta

Kucuran bantuan pemerintah dalam rangka stimulus ekonomi di tengah pandemi Covid-19 semakin beragam. Kemarin (19/8) sore di halaman tengah Istana Merdeka bersama sejumlah pedagang kecil, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkenalkan Bantuan Presiden (Banpres) Produktif.

Trailer Film MOHAN Bikin Baper

Kreativitas sineas Kota Mataram terasa bergairah. Ditandai dengan garapan film bergenre drama romantic berjudul ‘Mohan’ yang disutradai Trish Pradana. Film yang direncanakan berdurasi sekitar 35 menit ini mengisahkan perjalanan asmara Wakil Wali Kota Mataram H Mohan Roliskan dengan istrinya Hj Kinastri Roliskana. Film Mohan dijadwalkan mulai tayang Bulan Oktober mendatang.
Enable Notifications    Ok No thanks