alexametrics
Rabu, 21 April 2021
Rabu, 21 April 2021

115.900 Dosis Vaksin Tambahan Tiba di NTB

MATARAM-Dinas Kesehatan (Dikes) NTB menerima tambahan vaksin di tahap kedua sebanyak 115.900 dosis. Rencananya, sasaran vaksin ini masih untuk lansia dan pelayan publik.

Kepala Dikes NTB dr H Lalu Hamzi Fikri mengatakan, jumlah vaksin termin kedua sebanyak 11.590 vial. Satu vialnya berisi 10 dosis. Artinya, ada 115.900 dosis tambahan untuk NTB. Seluruhnya dikirim dalam enam koli.

Vaksin diterima dalam kondisi baik dan sudah disimpan di dalam cold room milik Dikes NTB,” tegasnya, Rabu (17/3).

Vaksin akan didistribusikan bertahap ke kabupaten/kota. Rincian jatahnya, Lombok Barat 650 vial; Lombok Tengah 980 vial; Lombok Timur 1.420 vial; Dompu 300 vial; Bima 590 vial.

Kota Mataram 2.850 vial; Sumbawa 630 vial; Kota Bima 220 vial; Sumbawa Barat 180 vial; dan Lombok Utara 340 vial. Adapun sisanya sebanyak 3.430 menjadi cadangan yang disimpan di gudang Dikes NTB.

Fikri mengatakan, beberapa kabupaten/kota sudah meminta tambahan vaksin. Hanya saja, tidak semua permintaan akan dituruti. Tambahan vaksin akan diberikan kepada wilayah yang progres vaksinasi tahap kedua, di termin pertama ini, sudah di atas 80 persen. ”Kalau masih di bawah 80 persen, kita tunda dulu,” ujarnya.

Penundaan pengiriman vaksin tambahan bukan tanpa alasan. Kata Fikri, cara ini untuk mendorong daerah yang masih rendah progres vaksinasinya, agar mempercepat imunisasi untuk pelayan publik.

Percepatan vaksinasi terus didorong Dikes NTB. Setiap kabupaten/kota diharapkan bisa juga melakukan vaksinasi masal. Termasuk memaksimalkan fasilitas kesehatan yang sudah ada.

”Sudah ada komitmen dari Dompu. Kota Bima juga begitu. Semoga percepatan ini bisa merata di semua wilayah,” tuturnya.

Kata Fikri, progres vaksinasi dipantau langsung Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Sebab, ini berkaitan dengan dropping vaksin di tahap-tahap selanjutnya. Artinya, semakin cepat dan banyak yang sudah divaksin, bakal memudahkan dikes untuk meminta tambahan vaksin lagi.

”Ini Dinilai pusat juga. Dilihat sisa vaksin untuk scope provinsi. Karena itu, kita dorong yang di bawah 80 persen, untuk cepat melaksanakan vaksinasi,” kata Fikri.

Sejauh ini, Kemenkes memuji progres vaksinasi yang dilakukan Pemprov NTB. Terutama setelah dilakukan vaksinasi massal di sejumlah tempat. ”Kita laporkan itu ke pemerintah pusat. Responsnya luar biasa terhadap vaksinasi massal kita. Akhirnya, kita cepat dapat tambahan vaksin termin kedua,” tandas Fikri.

Sementara itu, Sekda NTB H Lalu Gita Ariadi mengatakan, vaksinasi ini bagian dari pencegahan dan perlindungan. Termasuk yang saat ini sedang dilakukan terhadap pelayan publik. Ikhtiar untuk menghentikan pandemi covid yang sudah berlangsung satu tahun lebih.

”Pemerintah akan menyiapkan semuanya. Kita lakukan bertahap,” kata mantan Kepala DPMPTSP NTB itu. (dit/r5)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications   OK No thanks