alexametrics
Kamis, 13 Agustus 2020
Kamis, 13 Agustus 2020

Kasus Korona di NTB Berpeluang Melonjak Lagi, Hasil Rapid Test 305 Warga Reaktif, Mengarah ke Positif

MATARAM—Meski sejumlah pasien positif korona yang menjalani perawatan telah dinyatakan sembuh namun potensi penambahan pasien positif di NTB cukup besar. Hingga Jumat (17/4) kemarin telah dilakukan Rapid Diagnostic Test (RDT) terhadap 2.179 orang berisiko. Hasilnya 305 orang hasil tesnya reaktif atau mengarah ke positif Korona.

Rinciannya adalah 970 orang PPTG ke yang pernah berkunjung ke Gowa-Makassar telah diperiksa dengan hasil 243 orang reaktif. Sebanyak 387 orang tenaga kesehatan diperiksa delapan orang hasilnya reaktif. Kemudian 815ODP/OTG dengan hasil 52 orang reaktif,dan serta PPTG ke Bogor 7 orang dengan hasil2orangreaktif.

Semua orang dengan hasil RDT reaktif dilanjutkan pemeriksaan swab,” kata Sekretaris Daerah NTB H Lalu Gita Ariadi, dalam keterangan persnya, kemarin (16/4).

Bila merujuk pada angka tersebut, potensi pasien positif Korona di NTB masih tinggi. Terlebih, mereka yang hasil tes cepatnya juga masih berpeluang menjadi pasien positif.

Sementara itu, jumlah pasien positif  korona hingga kemarin mencapai 55 orang.  Delapan kasus terbaru  empat diantaranya merupakan klaster Sukabumi dan empat lainnya dari klaster Gowa-Makassar, Sulawesi Selatan.

Klaster Sukabumi yakni pasien nomor 48, inisial A, laki-laki, 32 tahun, penduduk Kelurahan Rabangodu Utara, Kecamatan Raba, Kota Bima. Kemudian pasien nomor 49, ATW, laki-laki, 36 tahun, penduduk Kelurahan Kekalik, Kecamatan Sekarbela. Pasien nomor 50, Ny. BSD, 32 tahun, warga Ampenan Kota Mataram dan pasien nomor 51, LEP, 33 tahun, warga Kelurahan Brangbiji, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa.

Mereka memiliki riwayat perjalanan ke Sukabumi, Jawa Barat dan kontak dengan pasien Covid- 19 di Sukabumi. ”Saat ini dalam keadaan baik dan sedang menjalani karantina di bawah pengawasan ketat atasannya,” kata kata Kepala Diskominfotik NTB I Gede Putu Aryadi.

Empat lainnya dari klaster Gowa yakni pasiennomor 52, T, 52 tahun, penduduk Desa Jurit Baru, Kecamatan Pringgasela, Kabupaten Lombok Timur. Pasien nomor 53, LAM, laki-laki, 39 tahun, penduduk Desa Jurit Baru, KecamatanPringgasela,KabupatenLombokTimur.

Kemudian pasien nomor 54, M, laki-laki, 38 tahun, penduduk Desa Terara, Kecamatan Terara, Kabupaten Lombok Timur. Ketiganya dirawat di RSUD R Soedjono Selong dengan kondisi baik. Kemudian pasien nomor 55, IK, laki-laki, 51 tahun, penduduk Desa Olat Rarang, Kecamatan Labuhan Badas, Kabupaten Sumbawa. Di kini dirawat di RSUD HL Manambai Abdulkadir, Sumbawa.

Dari 55 orang positif Korona, 11 orang sudah sembuh, dua orang meninggal dan 42 lainnya masih dirawat. ”Kami tetap melakukan contact tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan mereka,” jelasnya.(ili/r6/r2)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Belajar Tatap Muka Harus Ada Izin Orang Tua Siswa

TALIWANG- Bupati Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) HW. Musyafirin menegaskan belajar tatap muka di sekolah di tengah covid-19 bisa saja digelar. Tetapi syaratnya harus ada izin atau persetujuan orang tua siswa.

Lima Daerah di NTB Alami Kekeringan Parah, Ini Daftarnya

Lima daerah di NTB mengalami kekeringan ekstrem dengan status awas. Yaitu Kabupaten Dompu, Bima, Sumbawa, Sumbawa Barat, dan Lombok Timur. ”Masyarakat  kami imbau mewaspadai dampak dari kekeringan,” kata Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Stasiun Klimatologi Lombok Barat Luhur Tri Uji Prayitno, kemarin (11/8).

Tertular Korona, Satu Anggota DPRD Lombok Timur Diisolasi

SELONG-Salah seorang anggota DPRD Lotim berinisial SM terpapar covid-19. “Ya, ada anggota kami yang dikonfirmasi positif,” kata Wakil Ketua DPRD Lotim H Badran Achsyid membenarkan informasi tersebut saat dihubungi Lombok Post, Selasa (11/8).

Soal Wifi Gratis Dewan Mataram : Pak Sekda Jangan Siap-Siap Saja!

Niat DPRD Kota Mataram untuk memasang wifi gratis di setiap lingkungan segera terealisasi. “Pak Sekda sudah bilang siap. Tapi saya bilang jangan siap-siap saja. Harus segera, karena anak-anak sangat butuh,” terang Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Mataram Nyayu Ernawati.

Lale-Yusuf atau Pathul-Nursiah, Siapa Didukung Golkar di Loteng?

MATARAM-Tampilnya H Yusuf Saleh mendampingi Lale Prayatni atau Lale Sileng membuat dinamika politik di Lombok Tengah (Loteng) semakin dinamis. Tidak hanya untuk peta perebutan kursi Kepala Daerah tetapi untuk arah dukungan partai Golkar.

H Masrun : TGH Saleh Hambali Harus Jadi Pahlawan Nasional

PRAYA-Kiprah dan nama besar ulama NU TGH Saleh Hambali tercatat dalam sejarah. Tokoh ulama karismatik yang berkontribusi nyata dalam membangun pendidikan dan semangat kebangsaan di Lombok, NTB.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Penggali Kubur LNS di Mataram Sakit, Arwah Minta Organ Dikembalikan

Penyidik telah melakukan otopsi terhadap jenazah Linda Novita Sari (LNS) maha siswi unram yang diduga jadi korban pembunuhan. Bagian tubuh LNS diambil dokter forensik untuk proses pemeriksaan.

Berkarya Pecah, Baihaqi-Diyah Terancam

MATARAM-Dualisme kepengurusan di DPP Partai berkarya berimbas ke daerah. terutama bagi Paslon yang sebelumnya menerima SK dukungan dari kepengurusan Berkarya terdahulu. Salah satunya pasangan H Baihaqi-Hj Baiq Diyah Ratu Ganefi (Baru) di Pilwali Mataram.

Ayo, Pekerja NTB Setor Nomor Rekening Dapat Bantuan Rp 600 Per Bulan

Para pekerja yang merupakan karyawan swasta di NTB tak boleh ketinggalan. Bagian Sumber Daya Manusia (HRD) di setiap perusahaan di NTB diingatkan agar proaktif menyetorkan rekening karyawan untuk mendapatkan bantuan Rp 600 ribu per bulan dari pemerintah.
Enable Notifications.    Ok No thanks