alexametrics
Kamis, 6 Agustus 2020
Kamis, 6 Agustus 2020

Komunitas Anggrek NTB Bantu APD untuk Paramedis

MATARAM-Penanganan bencana non alam Covid-19 butuh kekompakan dan kerja sama semua kalangan. ”Seluruh elemen masyarakat harus bahu membahu memeran pandemi ini,” imbuh Kepala Pelaksana BPBD NTB H Ahsanul Khalik, kemarin (16/4).

Kekuatan pemerintah, khsusunya tenaga medis sangat terbatas. Sehingga peran aktif masyarakat sangat menentukan keberhasilan pencegahan penyebaran virus Korona. Jika masyarakat di tingkat dusun dan desa proaktif, dia yakin hasilnya lebih efektif. ”Warga tidak perlu panik tetapi tetap antisipasi,” kata Khalik, yang juga koordinator Pusat Pengendalian  dan Operasi Gugus Tugas Penanganan Covid-19 NTB.

Semua imbauan pemerintah, kata Khalik, harus dilaksanakan dengan baik untuk meminimalisir penularan. Mulai dari penerapan social distancing, diam di rumah, mengenakan masker saat keluar rumah, dan rajin mencuci tangan. ”Bagi mereka yang pernah ke daerah terjangkit taat melakukan isolasi mandiri dan malapor ke petugas medis,” katanya.

Peran serta masyarakat juga bisa dilakukan dengan membantu tugas tim di lapangan. BPBD NTB berharap semua pihak lain, terutama BUMN, BUMD dan pengusaha di NTB ikut berpartisipasi. ”Terutama bantuan alat pelindung diri (APD) bagi para tenaga medis kita,” katanya.

APD sangat dibutuhkan, mengingat pandemi Covid-19 belum bisa diprediksi kapan akan berakhir. ”Butuhkan penanganan serius, terlebih jumlah ODP dan PDP terus bertambah tiap hari,” katanya.

BNPB sudah mendistribusikan bantuan APD ke masing-masing daerah. Namun, jika ada pihak yang ingin membantu pemenuhan APD, BPBD akan terbuka menerima. ”Kami akan berupaya penanganan pandemi Covid-19  ini bisa kita urai secepatnya,” tandas Khalik.

Sebelumnya, Komunitas Anggrek NTB memberikan bantuan APD dan peralatan bagi tenaga medis di NTB. Bantuan itu diserahkan ke kantor BPBD NTB, di Jalan Lingkar Selatan, Kota Mataram. Secara simbolis, bantuan diserahkan Ketua Komunitas Anggrek NTB Eka Esni Paryono kepada Kalak BPBD NTB H Ahsanul Khalik.

Ketua Komunitas Anggrek NTB Eka Esni Paryono mengatakan, bantuan tersebut meliputi 100 unit APD, 10 buah sepatu boat,  dan masker sebanyak 250 biji.

Menurutnya, bantuan itu belum sebanding dengan perjuangan paramedis dalam menangani pendemi Covid-19. Mereka berkomitmen akan terus menyiapkan bantuan secara bertahap. ”Walaupun tidak banyak, tapi bantuan ini minimal meringankan kerja para tenaga medis,” katanya.

”Kami harap BPBD NTB dan jajarannya mendistribusikan bantuan dengan tepat,” tambahnya.

Kalak BPBD NTB H Ahsanul Khalik berterima kasih atas kepedulian Komunitas Anggrek NTB. ”Insya Allah bantuan yang kami terima ini kami distribusikan ke puskesmas ataupun rumah sakit,” kata Khalik. (ili/ADV)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Gak Pakai Masker, PNS Bakal Didenda Rp 200 Ribu

Aturan wajib menggunakan masker diberlakukan di Kota Bima. Pemerintah Kota (Pemkot) Bima menegaskan sanksi bagi pelanggar akan mengikuti aturan yang telah ditetapkan Pemerintah Provinsi (Pemrov) NTB.

Tiga Dokter dan Delapan Perawat RSUD Dompu Diisolasi

Sebanyak 11 orang Tenaga Kesehatan (Nakes) RSUD Dompu yang sempat kontak dengan HM, pasien positif Covid-19 meninggal dunia menjalani isolasi. Masing-masing tiga dokter dan delapan perawat.

Lamaran Ditolak, Dosen di Bima Tikam Pacar Hingga Tewas

Naas menimpa  Intan Mulyati, 25 tahun warga Kelurahan Kumbe, Kecamatan Rasanae Timur, Kota Bima. Dia merenggang nyawa ditangan pacarnya sendiri Arif Satriadi, 31 tahun, yang merupakan seorang dosen di salah satu perguruan tinggi swasta di Kota Bima, Rabu (5/8).

Kasus Pengadaan ABBM Poltekes Mataram Segera Naik Penyidikan

Penyelidikan dugaan korupsi pengadaan alat bantu belajar mengajar (ABBM) Poltekkes Mataram tahun 2016 segera rampung. “Progres cukup bagus. Sebentar lagi naik penyidikan,” kata Kasubdit III Ditreskrimsus Polda NTB Kompol Haris Dinzah, Rabu (5/8).

Peredaran Gelap Tramadol di Gomong Mataram, Lima Orang Ditangkap

Tim Satnarkoba Polresta Mataram menggerebek rumah pengedar obat-obatan daftar G di Gomong, Mataram, Rabu (5/8). Sebanyak lima orang ditangkap. ”Dua pembeli, satu perempuan sebagai  penyedia, dan dua penjual,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson usai penggerebekan.

Masuk Destinasi Wisata Terpopuler Asia 2020, Lombok Siap Mendunia

”Kalau masuk di ranking dunia artinya kita adalah destinasi yang memang layak untuk dikunjungi,” kata Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) NTB Awanadi Aswinabawa, Rabu (5/8/2020).

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Gawat, 300 Mata Air di NTB Menghilang

Perusakan lingkungan, khususnya hutan membuat NTB kehilangan hampir 300 mata air. ”Dari 700-an mata air sekarang tersisa 400 sekian titik mata air,” ungkap Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) NTB H Madani Mukarom, Seninn (3/8).

Tabrakan, Pengendara Terbakar di Sindu Cakranegara

Satlantas Polresta Mataram menelusuri penyebab kecelakaan sepeda motor yang terjadi di Jalan Gora, Sindu Cakranegara, Senin malam (3/8). Peristiwa itu menyebabkan pengendara, Gusti Gede Kumbang meninggal dunia dengan kondisi terbakar.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Viral Pengunjung “Disko” Pendakian Savana Propok Rinjani Ditutup

Pengelola bukit Savana Propok, Pokdarwis Desa Bebidas, Kecamatan Wanasaba menindaklanjuti video joget para pendaki yang viral di media sosial. “Untuk mengevaluasi hal tersebut, kami akan menutup bukit mulai 8 Agustus,”  kata Ketua Pokdarwis Bebidas Chandra Susanto pada Lombok Post, kemarin (4/8).
Enable Notifications.    Ok No thanks