alexametrics
Jumat, 7 Agustus 2020
Jumat, 7 Agustus 2020

Sektor Pertanian Jadi Penyelamat Ditengah Pandemi Covid-19

MATARAM-Di saat sektor jasa dan usaha terpuruk, panen petani sedang bagus-bagusnya. Hal itu bisa menjadi modal kuat menghadapi ancaman krisis pangan akibat pandemi covid-19.

”Di desa saya tidak ada yang gagal panen tahun ini,” kata Hanapi, salah seorang petani asal Desa Jelantik, Kecamatan Jonggat, Lombok Tengah, pada Lombok Post, kemarin (16/4).

                Musim panen tahun ini, dia dan keluarganya menggarap di lahan seluas 20 are. Hasilnya mereka mendapatkan 10 kuintal gabah. Namun dari setelah dikurangi upah buruh panen, dia mendapatkan bersih  antara 7-8 kuintal. ”Tradisi kami di desa, buruh rampek (buruh tani) kami upah.

                Hasil panen itu akan mereka simpan sebagai persediaan pangan beras selama enam bulan ke depan. ”Kami tidak menjual hasil seperti petani lainnya,” jelas Hanapi.

                Dengan hasil panen yang relatif baik, Bank Indonesia (BI) NTB menyebut, sektor pertanian bisa menjadi penyelamat pertumbuhan ekonomi yang terpuruk akibat pandemo Covid-19. ”Ekspektasi kita sektor pertanian akan meningkat kinerjanya,” kata Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) NTB Achris Sarwani.

                Membaiknya kinerja pertanian didukung kondisi cuaca yang lebih baik dibandingkan tahun lalu. ”Tahun 2019 terjadi kekeringan panjang akibat el nino,” ujarnya.

                Penopang pertumbuhan lainnya adalah sektor konstruksi. Itu karena proyek-proyek besar di NTB tetap lanjut. Seperti pembangunan sirkuit MotoGP, by pass bandara-KEK Mandalika, penambahan kapasitas bandara, dan pelabuhan Gili Mas. ”Kita harapkan kinerja pertambangan bisa stabil,” ujarnya.

Akibat pandemi Covid-19, BI NTB memprediksi pertumbuhan ekonomi NTB melemah antara 3,3 hingga 3,7 persen. Menurun dibandingkan prediksi awal tahun 2020 sebesar 5,4 sampai 5,8 persen. ”Bila dalam tiga bulan tidak ada perubahan, kami memproyeksikan pertumbuhan ekonomi di angka 3 persen,” katanya.

                Pertumbuhan bisa lebih terpuruk apabila kondisi tidak kunjung membaik sampai akhir tahun. ”Pertumbuhan bisa lebih rendah lagi,” katanya.

Pelambatan, kata Achris, terjadi di sektor perdagangan,  transportasi dan akomodasi. ”Yang terdampak akibat penurunan kinerja pariwisata,” katanya. (ili/r5)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Novi dan Dinasti Politik Zulkieflimansyah di Sumbawa

Dewi Noviany membantah keluarganya tengah membangun dinasti politik di NTB. Adik kandung  Gubernur NTB H Zulkieflimansyah itu mengklaim proses pencalonannya telah melalui mekanisme penjaringan parpol yang adil.

Partai Berkarya Terbelah, SK Dukungan di NTB Terancam Sia-sia

Goncangan politik hebat terjadi di tengah perburuan Surat Keputusan (SK) partai oleh para Bakal Calon Kepala Daerah (Bacakada). Goncangan itu muncul dari Partai Berkarya. Partai Berkarya versi Muhdi Pr ternyata yang direstui Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham).

Gak Pakai Masker, PNS Bakal Didenda Rp 200 Ribu

Aturan wajib menggunakan masker diberlakukan di Kota Bima. Pemerintah Kota (Pemkot) Bima menegaskan sanksi bagi pelanggar akan mengikuti aturan yang telah ditetapkan Pemerintah Provinsi (Pemrov) NTB.

Tiga Dokter dan Delapan Perawat RSUD Dompu Diisolasi

Sebanyak 11 orang Tenaga Kesehatan (Nakes) RSUD Dompu yang sempat kontak dengan HM, pasien positif Covid-19 meninggal dunia menjalani isolasi. Masing-masing tiga dokter dan delapan perawat.

Lamaran Ditolak, Dosen di Bima Tikam Pacar Hingga Tewas

Naas menimpa  Intan Mulyati, 25 tahun warga Kelurahan Kumbe, Kecamatan Rasanae Timur, Kota Bima. Dia merenggang nyawa ditangan pacarnya sendiri Arif Satriadi, 31 tahun, yang merupakan seorang dosen di salah satu perguruan tinggi swasta di Kota Bima, Rabu (5/8).

Kasus Pengadaan ABBM Poltekes Mataram Segera Naik Penyidikan

Penyelidikan dugaan korupsi pengadaan alat bantu belajar mengajar (ABBM) Poltekkes Mataram tahun 2016 segera rampung. “Progres cukup bagus. Sebentar lagi naik penyidikan,” kata Kasubdit III Ditreskrimsus Polda NTB Kompol Haris Dinzah, Rabu (5/8).

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Gawat, 300 Mata Air di NTB Menghilang

Perusakan lingkungan, khususnya hutan membuat NTB kehilangan hampir 300 mata air. ”Dari 700-an mata air sekarang tersisa 400 sekian titik mata air,” ungkap Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) NTB H Madani Mukarom, Seninn (3/8).

Tabrakan, Pengendara Terbakar di Sindu Cakranegara

Satlantas Polresta Mataram menelusuri penyebab kecelakaan sepeda motor yang terjadi di Jalan Gora, Sindu Cakranegara, Senin malam (3/8). Peristiwa itu menyebabkan pengendara, Gusti Gede Kumbang meninggal dunia dengan kondisi terbakar.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Viral Pengunjung “Disko” Pendakian Savana Propok Rinjani Ditutup

Pengelola bukit Savana Propok, Pokdarwis Desa Bebidas, Kecamatan Wanasaba menindaklanjuti video joget para pendaki yang viral di media sosial. “Untuk mengevaluasi hal tersebut, kami akan menutup bukit mulai 8 Agustus,”  kata Ketua Pokdarwis Bebidas Chandra Susanto pada Lombok Post, kemarin (4/8).
Enable Notifications.    Ok No thanks