alexametrics
Kamis, 13 Mei 2021
Kamis, 13 Mei 2021

Bunda Niken Nakhodai PPI NTB

MATARAM-Pita Putih Indonesia (PPI) NTB periode 2021-2026 resmi dinakhodai Hj Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah. Wakil Ketua Ruth Stella Thei dan Sekretaris PPI NTB Iriani Burhan. Mereka dilantik di pendopo gubernur NTB Sabtu (17/4/2021) lalu.

PPI merupakan anak organisasi Pita Putih Internasional, yang mendukung kesehatan ibu dengan berkampanye untuk lebih banyak sumber daya dan kebijakan yang tepat dalam mencegah kematian ibu dan bayi baru lahir, advokasi pemerintah dan politisi dalam kebijakan.

“Sebetulnya PPI sudah ada sejak lima tahun lalu dan sekarang akan mulai berkiprah lagi membantu pemerintah,” ujar Bunda Niken sapaan akrabnya ketika memberikan sambutan pertamanya sebagai ketua PPI NTB.

Dikatakan, dalam isu kesehatan keluarga, PPI yang fokus pada kesehatan ibu, anak dan bayi akan mulai menyasar remaja untuk program kerja 2021. Meski profil kesehatan NTB secara umum, angka kematian ibu, bayi maupun stunting terus menurun, namun riset kesehatan dasar oleh Dinas Kesehatan menunjukkan angka yang naik selama dua tahun terakhir dalam masa pandemi Covid 19. Seperti disebutkan, penyebab mendasar masalah tersebut adalah pernikahan dini (usia 15-19) yang masih sering terjadi.

“Oleh karena itu PPI berkolaborasi dengan banyak pihak dalam mencapai tujuan organisasi,” tambahnya.

PPI NTB ini sendiri dibentuk dengan tujuan meningkatkan peran serta masyarakat dalam upaya menurunkan angka kematian ibu hamil, melahirkan, nifas, bayi baru lahir dan anak di NTB. Memperhatikan angka stunting yang cukup tinggi di beberapa wilayah di NTB, PPI NTB akan  melaksanakan pendampingan terhadap kegiatan-kegiatan seperti  posyandu dan bekerjasama dengan organisasi terkait di masing-masing wilayah.

Ketua Umum PPI Giwo Rubiyanto Wiyogo mengapresiasi kepengurusan PPI NTB karena melibatkan banyak organisasi perempuan yang dapat mendukung kinerja PPI. Ia menegaskan, target program kerja PPI tahun 2022 khusus bagi remaja. “Goals kita pada 2022 adalah terinformasikannya pemahaman kesehatan dan hak-hak perempuan,” tegasnya.

Untuk itu, sambungnya, PPI masih mengandalkan mekanisme kerja sama lintas sektoral agar advokasi yang dimulai dari  penganggaran, kebijakan sampai fasilitas bagi perempuan dapat terwujud.

Sebagai informasi, dalam pelantikan tersebut, Ketua PPI NTB Hj Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah juga menandatangani nota kesepahaman dengan BKKBN dalam penguatan program kerja. (ewi/r1)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks