alexametrics
Selasa, 16 Agustus 2022
Selasa, 16 Agustus 2022

Virus PMK Sudah Jangkiti 800 Ekor Sapi, Peternak di Lotim Merugi

SELONG-Penyebaran virus penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak mengalami peningkatan di Lombok Timur (Lotim). Kepala Pasar Hewan Masbagik Ismail Marzuki menerangkan, sampai Senin (16/5), jumlah sapi yang sudah terkena PMK mencapai 800 ekor.

“Mulai hari ini, pasar hewan Masbagik kami tutup sampai dengan 6 Juni mendatang,” kata Ismail pada Lombok Post.

Populasi sapi di Lotim yang mencapai 160 ribu ekor dikatakan terancam tertular jika pasar hewan tidak ditutup. Karena sampai saat ini saja, kata Ismail, para peternak yang sapinya terkena PMK panik dan menjual sapinya dengan harga murah. “Tentu sudah banyak yang merugi,” jelasnya.

Dijelaskan, proses penutupan sempat mendapat protes dari peternak yang hendak menimbang sapinya. Namun hal tersebut dapat segera diatasi.

Baca Juga :  Pesepakbola Muda NTB Akan Dikirim ke Argentina

Ismail menjelaskan, penutupan tidak mendapat protes karena pada hari sebelumnya Disnakeswan Lotim telah melakukan sosialisasi. Hanya saja ada beberapa peternak yang ingin mengakses timbangan, namun saat diberikan, peternak lainnya berdatangan membawa puluhan sapi lainnya. “Karena berdatangan, jadi terpaksa kita tutup juga dacinnya,” tutur Ismail.

Salah seorang peternak sapi dari Kecamatan Selong Marjuandi mengaku kesulitan dengan kebijakan pemerintah menutup pasar. Hal itu dikatakan akan mempersulit para peternak untuk menjual sapinya.

Teknis yang bisa dilakukan adalah melakukan transaksi jual beli dari kandang ke kandang. “Terpaksa begitu. Ini tidak biasa dan membuat kita terpaksa menjual sapi dengan harga murah,” jelas Marjuandi.

Ia berharap, pemerintah bisa segera mendapatkan solusi dalam menangani penyebaran virus PMK tersebut. Sehingga virus PMK tidak berdampak pada peternak, atau pun juga pasar hewan yang menjadi pusat bisnis mereka.

Baca Juga :  Baru Rampung, Jalan Program Kotaku di Lotim Tergenang saat Hujan Deras

Sebelumnya, Kabid Kesehatan Hewan dan Masyarakat Veteriner Disnakeswan Lotim drh Hultatang menjelaskan, penyebaran virus PMK berdampak signifikan pada stabilitas ekonomi warga. Tidak hanya peternak, tapi juga jagal dan pedagang daging hewan ternak di pasar.

Ia menekankan, daging hewan ternak yang terkena virus PMK aman dikonsumsi oleh manusia. Hal ini penting untuk disosialisasikan mengingat agar dampak kerugian tidak dirasakan juga oleh pedagang daging di pasar. (tih/r5)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks
/