alexametrics
Minggu, 12 Juli 2020
Minggu, 12 Juli 2020

13 Pasien Korona di NTB Meninggal Tanpa Riwayat Penyakit Bawaan

MATARAM-Jumlah pasien Covid-19 sembuh di NTB cukup menggembirakan. Tapi angka kematian semakin mencemaskan. Bahkan kini muncul tren kasus pasien meninggal tanpa komorbid atau penyakit penyerta. Murni karena virus Covid-19.

”Ini 30 persen tanpa komorbid lho ya, hati-hati,” imbuh Kepala Dinas Kesehatan NTB dr Hj Nurhandini Eka Dewi, pada Lombok Post, Rabu (17/6).

Memang, sebagian besar pasien meninggal merupakan kaum lanjut usia dan punya penyakit bawaan. Tapi jika dicemati lebih detail, tipe kasusnya cukup mengkhawatirkan.

Dari 41 orang meninggal per 16 Juni, 13 orang di antaranya meninggal tanpa penyakit komorbid. Mereka meninggal murni karena virus Korona. ”Jadi yang muncul hanya gejala Covid-19, kita tidak menemukan dia hipertensi atau TBC,” katanya.

Kemudian 18 orang pasien meninggal dengan komorbid tunggal, mereka hanya memiliki satu penyakit penyerta seperti diabet, jantung coroner, dan kanker. Sedangkan 10 orang lainnya meninggal dengan banyak penyakit komorbid. Misalnya punya penyakit darah tinggi disertai gula darah, kanker, atau TBC.

Selain itu, jika dilihat dari usia pasien meninggal, 23 orang kaum lansia, usia di atas 50 tahun, tiga orang bayi, sisanya 15 orang merupakan orang dewas, usia 20-50 tahun. ”Angka kematian terbanyak terjadi di Kota Mataram dan Kabupaten Lombok Barat,” katanya.

Terpisah, Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah mengaku prihatin dengan kasus kematian yang terus bertambah. ”Saya tidak bosan-bosannya mengingatkan untuk disiplin menerapkan protokol kesehatan,” katanya, dalam rapat koordinasi di ruang Anggrek, kantor gubernur NTB.

Menyikapi kasus kematian tanpa komorbid, Wagub Rohmi mengimbau masyarakat tidak lengah. ”Jangan pernah anggap remeh atau enteng wabah Covid-19 ini,” tegasnya.

Rohmi mengajak seluruh jajarannya melakukan desiminasi dan edukasi lebih masif kepada masyarakat. Sehingga semua masyarakat bisa menerapkan protokol kesehatan secara benar.

Para kader posyandu juga perlu dibekali keterampilan dan pemahaman yang utuh terkait teknis protokol kesehatan. Termasuk memahami pelaksanaan isolasi mandiri. Harapannya mereka ikut aktif mengedukasi masyarakat di lingkungannya.

Pola edukasi, kata Rohmi, perlu dilakukan dengan pendekatan yang benar. Tidak menimbulkan kepanikan atau paranoid di tengah masyarakat. ”Tujuannya agar tumbuh kesadaran bersama melakukan pencegahan sesuai standar kesehatan,” imbuhnya.

Dalam catatan Dinas Kesehatan NTB, sejak diberlakukannya new normal di beberapa tempat ibadah dan pasar-pasar di Kota Mataram, tingkat kedisiplinan masyarakat terpantau mulai longgar. ”Banyak warga mengabaikan protokol kesehatan Covid-19,” kata Eka, dalam rapat tersebut.

Lemahnya pengawasan dan kesadaran harus menjadi atensi bersama. Caranya dengan memberikan sosialisasi edukasi dengan tidak menakut-nakuti masyarakat.

Khusus Kota Mataram, awalnya Mataram cukup sigap dalam mengendalikan kasus Covid-19. Namun akhir-akhir ini sudah mulai kendor. Akibatnya kasus di kota Mataram tidak turun-turun, malah terus meningkat.

Karenanya, diperlukan perhatian dan kerja sama dari semua pihak. Tidak hanya tim medis, tetapi juga seluruh stake holder dan pemerintah daerah setempat.

Hingga 17 Juni, jumlah kasus Covid-19 di NTB tembus angka 1.008 orang. Sebanyak 676 orang telah sembuh, 43 orang meninggal dunia, dan 289 orang masih dirawat.

Kemarin, terjadi penambahan kasus baru yang signifikan yakni 30 orang terkonfirmasi positif. ”Sebagian besar berasal dari Kota Mataram,” kata Sekda NTB H Lalu Gita Ariadi, dalam keterangan persnya.

Sementara angka kesembuhan lebih rendah yakni 20 orang. Dua orang meninggal baru asal Kota Mataram, yakni pasien nomor 979 Ny M, 58 tahun dan Ny Ir, 39 Tahun.

Dengan bertambahnya angka kematian dan penularan yang masih terus terjadi, Sekda Gita meminta seluruh kabupaten/kota memetakan pusat penularan di masing-masing daerah untuk mempermudah penangana

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Ke Praya Tak Pakai Masker, Siap-siap Dihukum Push Up

Menurunnya kesadaran warga menggunakan masker membuat jajaran Polres Lombok Tengah menggelar razia. “Kami sasar pasar-pasar dan pusat pertokoan di wilayah Praya,” kata Kasatnarkoba Polres Loteng Iptu Hizkia Siagian, Jumat (10/7).

JPS Gemilang III Segera Disalurkan, Mudah-mudahan Tepat Sasaran

antuan Jaring Pengaman Sosial (JPS) Gemilang tahap III segera disalurkan. Gubernur NTB H Zulkieflimansyah meminta penyaluran JPS yang terakhir ini dilakukan tanpa cela.

Pemerintah Janji Bantu UMKM NTB Terdampak Korona, Ini Syaratnya

encairan bantuan Rp 800 triliun bagi UMKM dan IKM masih menunggu petujuk pemerintah pusat. ”Kita tunggu petunjuk teknisnya dari kementerian koperasi UKM,” kata Kepala Dinas Koperasi dan UKM NTB Wirajaya Kusuma, Jumat (10/7

Kompak Lawan Korona, Kelurahan Cakra Timur Bertahan di Zona Hijau

Kelurahan Cakranegara Timur patut dicontoh. Saat keluarahan lain di Kota Mataram zona merah Covid-19, justru Cakra Timur berada pada zona hijau. Strategi para pemimpin di wilayah ini membuat virus Korona tak berani mendekat. Apa resepnya?

Berkurban di Masa Korona, Ini Fatwa MUI

Jumat (10/7) malam Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan fatwa terbaru bernomor 36/2020 tentang salat Idul Adha dan penyembelihan hewan kurban. MUI di antaranya meminta kegiatan penyembelihan tidak tekonsentrasi pada saat Idul Adha saja.

Batal Berangkat, 16 Jamaah NTB Tarik Ongkos Haji

Karena ibadah haji ditiadakan, 16 orang jamaah calon haji (JCH) asal NTB menarik ongkos haji yang telah dilunasi. ”Masing-masing lima orang dari Mataram, Lombok Barat, Sumbawa, dan satu orang dari Bima,” kata Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag NTB H Ali Fikri, Jumat (10/7).

Paling Sering Dibaca

Diserang Penjahat, Perwira Polisi di Sumbawa Meninggal Dunia

IPDA Uji Siswanto, Kepala Unit (Kanit) Reskrim Polsek Utan, Sumbawa gugur dalam bertugas. Ayah tiga anak ini diserang oleh seorang terlapor berinisial RH alias Bim kasus pengancaman. Korban diserang, setelah mendamaikan warga dengan terduga pelaku.

Duka di Lombok Utara, Suami Tewas Tergantung, Istri Tergeletak di Ranjang

Warga Dusun Sumur Jiri, Desa Santong Mulia, Kecamatan Kayangan, Lombok Utara, geger. Pasangan suami istri (pasutri) berinisial S, 25 tahun dan R, 20 tahun ditemukan tewas di dalam rumahnya, Minggu malam (5/7).

12 Karyawan Bank di Cilinaya Mataram Positif Korona

Di Kelurahan Cilinaya misalnya. Di sini tercatat ada 12 karyawan salah satu bank terpapar virus Korona. “Sebenarnya hanya satu. Namun setelah kita tracing, menjadi 12 orang yang positif,” kata Lurah Cilinaya I Gusti Agung Nugrahini, Kamis (9/7)

Pakai Narkoba, Satu Anggota Polisi Ditangkap di Mataram

Tim Subdit II Ditresnarkoba Polda NTB menangkap jaringan narkoba di salah satu hotel di mataram dua pekan lalu. Sebanyak empat orang berinsial E, LA, AD, dan SL. “E adalah polisi aktif, LA dan AD pecatan polisi, SL warga sipil,” kata Dirresnarkoba Polda NTB Kombes Pol Helmi Kwarta Kusuma Putra Rauf, kemarin (10/7).

PKS Berpeluang Kocok Ulang Figur di Pilbup Lombok Tengah

Peta kekuatan politik Bakal Pasangan Calon (Bapaslon) di Lombok Tengah (Loteng) tampak berimbang. Ini terlihat dari hasil survei yang dilakukan PKS bekerja sama dengan Olat Maras Institute (OMI).
Enable Notifications.    Ok No thanks