alexametrics
Minggu, 12 Juli 2020
Minggu, 12 Juli 2020

Tak Perlu Rapid Test, Pendaki Lokal Bisa Langsung Naik Gunung Rinjani

MATARAM-Rencananya, pendakian Gunung Rinjani akan dibuka secara bertahap mulai 30 Juni mendatang. ”Mudah-mudahan SOP dan kesiapan balai taman nasional (TNGR) minggu-minggu ini selesai,” kata Kepala Dinas Pariwisata NTB H Lalu Mohammad Faozal, kemarin (17/6/2020).

Dijelaskan, untuk mendaki Gunung Rinjani, pendaki lokal tidak perlu rapid test. Sedangkan pendaki dari luar daerah harus rapid test. ”Orang datang ke Lombok semua wajib rapid test, berlaku tiga hari, pas baliknya wajib rapid test lagi,” kata

Pembukaan pendakian Gunung Rinjani tersebut merupakan satu rangkaian dari pembukaan kawasan tiga gili secara bertahap 20-25 Juni. ”Karena biasanya menjadi satu paket wisata,” katanya.

Selain menjadi ikon pariwisata NTB, wisata pendakian juga lebih mudah diatur. ”Physical distancing di sana (gunung) juga lebih terjaga, tanpa masker juga bisa karena ada di ketinggian,” katanya.

Tiga pintu pendakian yang akan dibuka di tahap awal, yakni Sembalun, Senaru, dan Aik Berik. Fasilitas dan infrastruktur di tiga pintu tersebut sudah disiapkan Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR).

SOP detailnya disiapkan Balai TNGR. Tapi yang penting dipastikan saat ini, Balai TNGR juga siap menerapkan aturan protokol covid-19. ”Sebelum mendaki ada briefing protokol covid, memakai masker, wajib menjaga jarak dan membawa hand sanitizer,” katanya.

Dalam pertemuan beberapa waktu lalu, Dinas Pariwisata NTB dan Balai TNGR sudah sepakat dengan SOP pendakian, tinggal finalisasi akhir. ”Hanya saja kita belum ketemu untuk SOP kalau di sana ada yang sakit,” katanya.

Terpisah, Kepala Balai TNGR Dedy Asriady menjelaskan, beberapa persiapan sudah dilakukan Balai TNGR. Antara lain menyiapkan destinasi, seperti jalur wisata pendakian Sembalun, Senaru, Aik Berik, Timbanuh, Torean, dan Propok. ”Sudah selesai perbaikan sejak akhir Maret 2020,” katanya.

Sementara objek wisata non pendakian seperti Joben, Kembang Kuning, Sebau, dan lainnya juga sudah siap. ”SOP pendakian dan non pendakian sedang dalam finalisasi dan akan dibahas bersama stakeholder minggu kedua dan ketiga Juni,” jelasnya.

Koordinasi persiapan dengan Pemprov NTB, Pemda Lombok Timur, Lombok Tengah, dan Lombok Utara dan tim gugus covid-19 dilakukan akhir Juni. ”Kalau semua kelar, kami akan laporkan ke KLHK pusat untuk mendapatkan izin pembukaan,” jelasnya. (ili/r5)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Dewan Mataram Sorot Kualitas Makanan untuk Pasien Korona

Pansus pengawasan covid DPRD Kota Mataram mengkritisi penanganan pasien di Wisma Nusantara (Wisnu). ”Pas kunjungan ke sana, kita tanyakan beberapa hal. Salah satunya soal makanan,” kata Ketua Pansus Abdurrachman,

Ke Praya Tak Pakai Masker, Siap-siap Dihukum Push Up

Menurunnya kesadaran warga menggunakan masker membuat jajaran Polres Lombok Tengah menggelar razia. “Kami sasar pasar-pasar dan pusat pertokoan di wilayah Praya,” kata Kasatnarkoba Polres Loteng Iptu Hizkia Siagian, Jumat (10/7).

JPS Gemilang III Segera Disalurkan, Mudah-mudahan Tepat Sasaran

antuan Jaring Pengaman Sosial (JPS) Gemilang tahap III segera disalurkan. Gubernur NTB H Zulkieflimansyah meminta penyaluran JPS yang terakhir ini dilakukan tanpa cela.

Pemerintah Janji Bantu UMKM NTB Terdampak Korona, Ini Syaratnya

encairan bantuan Rp 800 triliun bagi UMKM dan IKM masih menunggu petujuk pemerintah pusat. ”Kita tunggu petunjuk teknisnya dari kementerian koperasi UKM,” kata Kepala Dinas Koperasi dan UKM NTB Wirajaya Kusuma, Jumat (10/7

Kompak Lawan Korona, Kelurahan Cakra Timur Bertahan di Zona Hijau

Kelurahan Cakranegara Timur patut dicontoh. Saat keluarahan lain di Kota Mataram zona merah Covid-19, justru Cakra Timur berada pada zona hijau. Strategi para pemimpin di wilayah ini membuat virus Korona tak berani mendekat. Apa resepnya?

Berkurban di Masa Korona, Ini Fatwa MUI

Jumat (10/7) malam Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan fatwa terbaru bernomor 36/2020 tentang salat Idul Adha dan penyembelihan hewan kurban. MUI di antaranya meminta kegiatan penyembelihan tidak tekonsentrasi pada saat Idul Adha saja.

Paling Sering Dibaca

Diserang Penjahat, Perwira Polisi di Sumbawa Meninggal Dunia

IPDA Uji Siswanto, Kepala Unit (Kanit) Reskrim Polsek Utan, Sumbawa gugur dalam bertugas. Ayah tiga anak ini diserang oleh seorang terlapor berinisial RH alias Bim kasus pengancaman. Korban diserang, setelah mendamaikan warga dengan terduga pelaku.

Duka di Lombok Utara, Suami Tewas Tergantung, Istri Tergeletak di Ranjang

Warga Dusun Sumur Jiri, Desa Santong Mulia, Kecamatan Kayangan, Lombok Utara, geger. Pasangan suami istri (pasutri) berinisial S, 25 tahun dan R, 20 tahun ditemukan tewas di dalam rumahnya, Minggu malam (5/7).

12 Karyawan Bank di Cilinaya Mataram Positif Korona

Di Kelurahan Cilinaya misalnya. Di sini tercatat ada 12 karyawan salah satu bank terpapar virus Korona. “Sebenarnya hanya satu. Namun setelah kita tracing, menjadi 12 orang yang positif,” kata Lurah Cilinaya I Gusti Agung Nugrahini, Kamis (9/7)

Pakai Narkoba, Satu Anggota Polisi Ditangkap di Mataram

Tim Subdit II Ditresnarkoba Polda NTB menangkap jaringan narkoba di salah satu hotel di mataram dua pekan lalu. Sebanyak empat orang berinsial E, LA, AD, dan SL. “E adalah polisi aktif, LA dan AD pecatan polisi, SL warga sipil,” kata Dirresnarkoba Polda NTB Kombes Pol Helmi Kwarta Kusuma Putra Rauf, kemarin (10/7).

PKS Berpeluang Kocok Ulang Figur di Pilbup Lombok Tengah

Peta kekuatan politik Bakal Pasangan Calon (Bapaslon) di Lombok Tengah (Loteng) tampak berimbang. Ini terlihat dari hasil survei yang dilakukan PKS bekerja sama dengan Olat Maras Institute (OMI).
Enable Notifications.    Ok No thanks