alexametrics
Rabu, 4 Agustus 2021
Rabu, 4 Agustus 2021

Pemprov NTB Bersinergi untuk Memastikan Data Covid-19 Sinkron

MATARAM-Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah menegaskan manajemen data Covid-19 di kabupaten/kota se-NTB harus sinkron dengan data aplikasi all record TC-19, aplikasi pencatatan, dan pelaporan tes Covid-19 dari Kementerian Kesehatan RI. “Kita berharap agar seluruh kabupaten/kota dapat mengupdate data yang sebenarnya secara maksimal, harus lebih teliti, karena data itu sangat penting,” tegas wagub dalam rapat koordinasi antisipasi eskalasi pasien Covid-19 di Provinsi NTB yang berlangsung di ruang vidcon Mapolda NTB, Jumat (18/6/2021).

Data penanganan Covid-19 dikutip dari Laporan Harian Dinas Kesehatan NTB per tanggal 16 Juni 2021, bahwa AR sejumlah 271,8; CFR (Case fatality rare) 4,4 persen; kesembuhan 91,9 persen; kasus aktif 3,7 persen; dan Bed Occupancy Rate (BOR) 34,5 persen.

Alhamdulillah data kesembuhan di atas provinsi, BOR kita jauh di atas nasional. Alhamdulillah semua terkendali, PR kita adalah bagaimana data all new record dapat sesuai dengan kondisi yang sebenarnya,” kata Ummi Rohmi.

Kapolda NTB Irjen Pol Muhammad Iqbal mengatakan, manajemen data harus satu frekuensi. “Kalau kita sudah kerja di lapangan secara luar biasa, namun data amburadul sama saja bohong, sehingga data yang sebenarnya baik, namun menjadi jelek karena tidak adanya sinkronisasi, sehingga kami bersama Pemprov NTB konsen untuk mengawal data tersebut,” jelasnya.

Kepala Dinas Kesehatan NTB H Lalu Hamzi Fikri melihat, data penanganan Covid-19 di NTB masuk dalam kategori baik. Hanya saja untuk indikator CFR perlu ditingkatkan kembali tracing di setiap daerah. “Provinsi NTB dari indikator kesembuhan, kasus aktif, dan BOR tergolong baik, namun CFR terkait dengan tracing, sementara tracing terus menurun, dari sisi ketersediaan tidak masalah, namun kita lebih mengupayakan tingkat tracing,” tukasnya. (ewi/r1)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks