alexametrics
Minggu, 9 Agustus 2020
Minggu, 9 Agustus 2020

Kunjungan Wisman ke NTB Diprediksi Sepi Sampai Akhir Tahun

MATARAM-Wisatawan mancanegara (wisman) belum bisa diharapkan sampai akhir tahun ini. Pandemi Covid-19 membuat negara-negara masih menutup akses keluar masuk wilayahnya. ”Sampai akhir tahun saya duga tidak ada wisatawan asing,” kata Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kemenparekraf Harry Santoso Sungkary di Islamic Center NTB, Jumat (17/7/2020).

Wisman, kata Sungkary, baru akan ada 2021. Itu pun dengan konsep travel bubble. Artinya, wisata dibuka berdasarkan kesepakatan dua atau tiga negara. Mereka kemudian bekerja sama dalam pertukaran turis. ”Jadi untuk sementara, setahun dua tahun ini tidak bisa bebas seperti dulu, harus ada kesepatakan antar negara,” jelasnya.

Pertimbangan utama kerja sama travel bubble tetap mengacu pada protokol penanganan covid-19. Masing-masing negara akan melihat bagaimana penanganan pandemi di negara tujuan kerja sama. Mereka mau bekerja sama kalau penanganan covid-19 sudah bagus.

Pola itu diperkirakan akan terus digelar sampai ditemukannya vaksin antivirus. ”Tapi satu yang jadi kebiasaan kita dalam setahun ini yakni kita menjaga kebersihan, semoga bisa diteruskan,” harapnya.

Sedangkan untuk wisatawan nusantara, ia memperkirakan akan mulai menggeliat Agustus-September mendatang. Harry Santoso menambahkan, di NTB KEK Mandalika merupakan lima destinasi wisata super prioritas Indonesia. ”Kami harap itu berjejaring dengan destinasi wisata yang lain seperti Sumbawa, Rinjani Geopark dan semua,” katanya.

Ke depan, salah satu cara untuk menghidupkan pariwisata adalah dengan membuat event. MotoGP merupakan event intenasional yang akan digelar tahun depan. ”Nanti konsep wisata tidak padat tapi lebih banyak mencari avonturir dan wisata alam, apalagi di era Covid-19 ya,” ujarnya.

Hasil analisa World Tourism Organization (UNWTO) menyebut, wisata alam ke depan akan menjadi tren. Lombok dan Sumbawa sudah memiliki alam yang sangat indah. ”Itu tidak diragukan. Tapi saya minta jaga kebersihan,” imbuhnya.

Selain itu, pengelola destinasi wisata harus mampu meyakinkan pariwisata di NTB menerapkan cleanliness, health, safety (CHS). Itu untuk memberikan rasa aman kepada orang yang datang. Sehingga mereka tidak was-was terjangkit virus Covid-19.

”Yang kita promosikan sekarang jaminan dari pengelola lokal, mereka menerapkan protokol kesehatan, semua fasilitas higenis dan aman,” katanya.

Menurutnya, wisatawan sudah tahu keindahan destinasi di Lombok. Ia tidak ragu soal itu. Tapi tantangan ke depan bagaimana meyakinkan wisatawan, mereka aman dan tetap sehat datang ke Lombok. ”Kita harus hati-hati, jangan buru-buru membuka,” jelasnya.

Kepala Dinas Pariwisata NTB H Lalu Mohammad Faozal mengatakan, CHS menjadi syarat wajib sebuah destinasi wisata dibuka. Bahkan di Gili Trawangan, jika tidak memiliki sertifikat CHS, mereka tidak diperkenankan membuka tempat usaha. ”Semua destinasi yang akan buka wajib dengan protokol covid-19 dan prinsip CHS,” katanya.

Dispar dan para pelaku pariwisata sudah memahami, saat ini mereka tidak mungkin menggaet wisatawan asing. ”Target kita adalah wisatawan lokal. Syukur-syukur orang-orang kita mau memanfaatkan fasilitas wisata yang ada,” katanya.(ili/r5)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

TGB Dukung Mohan, Bang Zul Jagokan Selly di Mataram

Jika Bang Zul (panggilan akrab H Zulkieflimansyah) mendukung pasangan Hj Putu Selly Andayani-TGH Abdul Manan (paket Salaman). Maka tidak dengan TGB. Pria yang berkuasa selama 10 tahun di NTB itu memilih mendukung pasangan H Mohan Roliskana-TGH Mujibburahman (pasangan Harum).

Zona Merah, Pembelajaran Tatap Muka di Mataram Terlalu Berisiko

Pemkot Mataram belum bisa menerapkan pembelajaran tatap muka di sekolah. Karena kegiatan ini dinilai terlalu berisiko di tengah mewabahnya Covid-19 di Kota Mataram. “Pembelajaran tatap muka di sekolah belum bisa kita lakukan,” kata Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Mataram HL Fatwir Uzali pada Lombok Post, Jumat (7/8)

Senin, Gerindra Janjikan SK Dukungan untuk Makmur-Ahda

Bakal Pasangan Calon (Bapaslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Mataram HL Makmur Said-H Badruttamam Ahda (Muda) belum memegang SK dukungan. Baik dari Partai Gerindra maupun PKB.

Inovasi Pengusaha Kuliner Mataram Gaet Pengunjung di Masa Pandemi

IKON KULINER IBU KOTA: Karyawan warung Sate Rembiga Hj Sinnaseh menyiapkan pesanan pelanggan, Kamis malam.( DIDIT/LOMBOK POST)

Sekolah Tutup Pendataan Pemilih Pemula di Mataram Terhambat

Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Mataram kesulitan mendata warga  berusia 17 tahun atau pemilih pemula pada Pilkada Kota Mataram 9 Desember mendatang. Alasannya, karena sampai saat ini belum ada proses belajar mengajar tatap muka dilakukan sekolah.

Satu Tenaga Kesehatan Positif Korona Sejumlah Ruang RSUD Bima Ditutup

Tenaga Kesehatan (Nakes) yang bertugas di RSUD Bima ternyata sudah ada yang terpapar Covid-19.  Informasi yang berhasil dihimpun, ada sembilan yang terdiri dari Nakes dan pegawai RSUD Bima yang terpapar.

Paling Sering Dibaca

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Peredaran Gelap Tramadol di Gomong Mataram, Lima Orang Ditangkap

Tim Satnarkoba Polresta Mataram menggerebek rumah pengedar obat-obatan daftar G di Gomong, Mataram, Rabu (5/8). Sebanyak lima orang ditangkap. ”Dua pembeli, satu perempuan sebagai  penyedia, dan dua penjual,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson usai penggerebekan.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Dugaan Mahasiswi Unram Dibunuh Menguat

Penyidik terus mengumpulkan bukti mengungkap penyebab kematian gadis berinisial LNS (inisial, Red). Sejauh ini, polisi belum mengungkap penyebab pasti kematian gadis yang baru diterima S2 Fakultas Hukum Unram.
Enable Notifications.    Ok No thanks