alexametrics
Kamis, 22 Oktober 2020
Kamis, 22 Oktober 2020

Empat Hari Razia di NTB, Pelanggar Protokol Korona Capai 1.222 Orang

BARU empat hari operasi yustisi oleh tim gabungan, warga yang terjaring razia masker sudah mencapai 1.222 orang. Sebanyak 30 orang di antaranya merupakan aparatur sipil negara (ASN). Sisanya 1.292 orang masyarakat umum.

Memang, jika dilihat dari grafiknya, warga yang terjaring razia terus berkurang setiap hari. Namun, penurunannya tidak signifikan.

”Berkurang sedikit saja. Sebab, ada di daerah tertentu dia meningkat, tapi adajuga yang menurun,” kata Kepala Satpol PP NTB  Tri Budiprayitno, kemarin (17/9).

Pada hari pertama razia 310 orang tidak pakai masker terjaring, tujuh orang ASN dan 303 masyarakat umum. Hari kedua 309 orang pelanggar, 291 di antaranya warga biasa dan 10 orang PNS. Hari ketiga berkurang dua orang menjadi 307 orang pelanggar, tujuh di antaranya ASN dan 300 masyarakat umum.

Sementara dalam operasi hari keempat kemarin, hingga pukul 20.20 Wita, jumlah pelanggar yang terjaring 296 orang. Sebanyak 290 masyarakat umum dan enam orang PNS. Yang dikenai sanksi denda 83 orang, terdiri dari 77 masyarakat umum dan keenam orang PNS. ”Sisanya, 213 orang jalani sanksi sosial,” katanya.

Dalam setiap razia, ASN selalu ada yang tertangkap tidak pakai masker. Seperti kemarin, di Dinas Pariwisata NTB satu orang ASN kena denda Rp 200 ribu. Kemudian di Dinas Pertanian NTB satu orang ASN dan satu orang pegawai tidak tetap (PTT) disanksi. ”Jumlah sanksi Rp 500 ribu,” katanya.

Meski berada di dalam kantor, pegawai harus tetap pakai masker. Sebab, kantor pemerintah merupakan tempat umum, terlebih banyak orang lain di ruangan yang sama. ”Mereka kan kontak dekat sehingga harus pakai. Kecuali dia hanya sendiri di dalam ruangan,” katanya.

Demikian halnya dengan pengendara mobil. Jika dia sendiri di dalam mobil tidak masalah tidak mengenakan masker. Tapi kalau banyak orang di dalam mobil, maka wajib menggunakan masker.

Bagi orang yang berolahraga, jika olahraganya ekstrem dan menguras tenaga, maka dia bisa tidak pakai masker. Sebab, mereka butuh sistem pernapasan yang bagus. ”Tapi kalau olahraganya santai dan berkerumun, maka harus pakai,” imbuhnya.

Hal-hal semacam itu, kata Tri, terus menjadi bagian dari dinamika di lapangan. Kondisi-kondisi itu menjadi masukan bagi tim dalam penegakkan Perda Nomor 7 Tahun 2020  tentang Penanggulagan Penyakit Menular.

Terpisah, Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah menegaskan, aturan tersebut berlaku bagi semua orang tanpa terkecuali. Bahkan denda bagi pegawai lebih berat karena harusnya aparatur memberikan contoh yang baik kepada masyarakat.

”Staf ahli gubernur itu sudah disanksi. Bahkan dia yang proaktif bayar denda Rp 200 ribu,” katanya.

Sebelumnya, salah seorang staf ahli Gubernur NTB memang tidak menggunakan masker saat turun ke lokasi tambang pasir di Desa Korleko, Lombok Timur. ”Perda ini tidak pandang bulu ya. Mau bupati, gubernur, wagub, siapa pun kena,” tegas Rohmi.

Meski pelanggar yang tidak pakai masker masih banyak, menurut Rohmi, mengubah pola pikir masyarakat memang tidak mudah. Semua membutuhkan proses sampai protokol kesehatan menjadi kebutuhan dan gaya hidup.

”Ini kan bukan sulap. Tapi mengubah mindset dan kosistensi kita,” katanya.

Rohmi menekankan, jika warga NTB bisa seperti warga di negara lain yang disiplin menerapkan protokol kesehatan, penularan virus Korona bisa ditekan. (ili/r6)

 

Pelanggar Setelah Empat Hari Razia

 

HARI PERTAMA

  • Total 310 orang pelanggar
  • Sebanyak 7 orang PNS dan 303 masyarakat umum

HARI KEDUA

  • Total 309 orang pelanggar
  • Sebanyak 10 orang PNS dan 291 masyarakat umum

HARI KETIGA

  • Total 307 orang pelanggar
  • Sebanyak 7 orang PNS dan 300 masyarakat umum

HARI KEEMPAT

  • Total 296 orang pelanggar
  • Sebanyak 6 orang PNS dan 290 masyarakat umum

 

Sumber: Satpol PP NTB

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Kenali La Nina, Waspadai Dampaknya

HUJAN dengan intensitas sedang hingga tinggi mengguyur sebagian wilayah Indonesia beberapa waktu belakangan ini. Tentu banyak pihak yang bertanya-tanya, apakah memang musim hujan telah datang ? Berdasarkan prakiraan awal musim kemarau tahun 2020/2021 oleh BMKG, musim kemarau tahun 2020 ini sifatnya memang tidak sekering tahun sebelumnya.

17 Ribu Tenaga Kesehatan NTB Bakal Divaksin Lebih Dulu

Pemprov NTB telah menyetor nama-nama tenaga kesehatan untuk diberikan vaksin anti Covid-19. ”Daftar tenaga medis sudah saya serahkan ke pusat,” kata Kepala Dinas Kesehatan NTB dr Hj Nurhandini Eka Dewi, kemarin (20/10).

Kampanye Sehat di Dompu Pasangan Eri-HI Bagi Masker untuk Para Lansia

PASANGAN Calon Bupati dan Wakil Bupati Dompu Eri Aryani-H Ichtiar (Eri-HI) terus menyuarakan kampanye sehat. Salah satunya dengan bagi-bagi masker saat ada kegiatan kampanye tertutup.

Juri Kampung Sehat NTB Mulai Menilai Pemenang di Sumbawa

Tim Penilai Lomba Kampung Sehat tingkat provinsi sedang berada di Sumbawa. Penilaian kini sedang dilakukan pada tiga pemenang Lomba Kampung Sehat tingkat kabupaten di wilayah tersebut. Yang sudah dinilai hingga kemarin Kelurahan Samapuin dan Desa Moyo Hilir.

XL Axiata, Pertama di Asia Tenggara yang Pakai SAP S/4HANA Cloud

“XL Axiata berhasil melakukan transformasi menjadi pemimpin dalam hal penyedia layanan digital dan data. Kami sangat percaya dan berkomitmen penuh terhadap transformasi digital sebagai bagian dari strategi bisnis perusahaan,” kata Yessie D. Yosetya, Director & Chief Information-Digital Officer XL Axiata.

Anggota DPR RI Ragukan NTB Siap Selenggarakan MotoGP

”Kami belum melihat ada promosi besar-besaran di tengah masyarakat,” katanya dalam keterangan pers di restoran Taliwang H Moerad, Rabu (20/10/2020).

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

52 Ribu UMKM NTB Bakal Dapat Bantuan Presiden Rp 2,4 Juta

Pemprov NTB mengusulkan 52.661 UMKM sebagai penerima bantuan presiden (banpres) produktif. ”Data ini terus kita perbarui sampai minggu kedua bulan September,” kata Kepala Dinas Koperasi dan UKM NTB H Wirajaya Kusuma, pada Lombok Post, kemarin (23/8).

Bantuan Presiden, Pedagang Kaki Lima Bakal Diberi Rp 2,4 Juta

Kucuran bantuan pemerintah dalam rangka stimulus ekonomi di tengah pandemi Covid-19 semakin beragam. Kemarin (19/8) sore di halaman tengah Istana Merdeka bersama sejumlah pedagang kecil, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkenalkan Bantuan Presiden (Banpres) Produktif.

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Pemerintah Janji Bantu UMKM NTB Terdampak Korona, Ini Syaratnya

encairan bantuan Rp 800 triliun bagi UMKM dan IKM masih menunggu petujuk pemerintah pusat. ”Kita tunggu petunjuk teknisnya dari kementerian koperasi UKM,” kata Kepala Dinas Koperasi dan UKM NTB Wirajaya Kusuma, Jumat (10/7
Enable Notifications    Ok No thanks