alexametrics
Rabu, 8 Desember 2021
Rabu, 8 Desember 2021

Setelah 19 Bulan Pandemi, Akhirnya NTB Nol Kasus Baru Covid 19

MATARAM-Pemerintah tetap waspada dengan adanya varian baru Covid-19. Setelah Malaysia, varian delta terbaru AY.4.2 sudah sampai di Singapura.

“Sub varian ini masih bisa memicu gelombang berikutnya di Indonesia,” kata Juru Bicara Kemenkes terkait Covid-19 Siti Nadia Tarmizi, kemarin (16/11).

Untuk antisipasi masuknya varian AY.4.2, pelaku perjalanan dari luar negeri kata Nadia, wajib melakukan pemeriksaan Covid-19. Pemeriksaan ini dilakikan saat masuk Indonesia dan selesai karantina. Untuk pintu masuk negara, seperti bandara, tidak semuanya dibuka.

Dia memastikan, saat ini kasus di Indonesia tengah melandai. Memang beberapa daerah mengalami kenaikan kasus dalam beberapa pekan terakhir, dan hal tersebut saat ini terus dicermati.

Sampai sekarang varian baru seperti AY.4.2 dan Mu belum ditemukan di Indonesia. Pemerintah telah rutin melakukan genome sequencing. Langkah ini sebagai mitigasi dalam menemukan varian anyar.

Khusus NTB, ada kabar gembira. Bumi Gora akhirnya mencatatkan nol kasus baru, setelah pandemi berlangsung selama 19 bulan. Kemarin, Satgas Covid-19 NTB mengumumkan, tidak ada penambahan kasus baru di seluruh NTB.

Sementara untuk Pulau Lombok, ini adalah hari kedua secara beruntun, tak ada kasus baru yang muncul di Pulau Seribu Masjid. Hingga kemarin, capaian vaksinasi di seluruh kabupaten/kota di Pulau Lombok sudah lebih dari 70 persen untuk suntikan dosis pertama. Capaian tertinggi ada di Kota Mataram dengan 98,26 persen. Disusul Lombok Utara dengan 82,09 persen. Sementara Lombok Timur sudah 72,48 persen, Lombok Tengah 75,9 persen, dan Lombok Barat dengan 73,9 persen.

Sementara untuk Pulau Sumbawa, belum ada kabupaten/kota yang capaian vaksinasinya 70 persen. Kota Bima menjadi daerah dengan capaian tertinggi yakni 68,68 persen. Sisanya di bawah capaian tersebut.

Sedangkan kasus aktif di seluruh NTB hingga kemarin masih 136 orang. Sedangkan sudah sepekan terakhir, pasien Covid-19 di NTB tidak ada yang meninggal.

 

Antibodi Alami

Pada kesempatan lain, Menkes Budi Gunadi Sadikin membeberkan bahwa antibody alami dari varian delta diharapkan sudah terbentuk di masyarakat. Sehingga jika ada varian baru yang masuk, diharapkan dapat dilawan dengan antibody tersebut.

Sejauh ini yang ada di Indonesia jenis virus delta subvarian AY.4, AY.23, dan AY 24. Mutasi varian delta mirip dengan induknya. Inilah yang menyebabkan varian baru diharapkan bisa ditanggulangi. “Kekebalan sudah terbentuk di masyarakat. Masih cukup mengatasi penyebaran (varian baru) ini,” ungkapnya.

Terpisah, Menkeu Sri Mulyani Indrawati mengingatkan potensi ancaman peningkatan kasus Covid-19 jelang akhir tahun. Menurut dia, hal itu harus terus diwaspadai. Sebab, gelombang pandemi tentu akan berdampak pada kinerja ekonomi dalam negeri.

‘’Mendekati tahun baru dan liburan Natal kita harus ekstra hati-hati karena kita lihat sekali bahwa setiap terjadi kenaikan dari kasus, ini menimbulkan setback dari sisi masyarakat dan perekonomian RI dan dari kesejahteraan mereka,’’ ujarnya, kemarin (16/11).

Dia juga menyebut beberapa negara yang mempertimbangkan lockdown ketat akibat peningkatan kasus. Di antaranya yakni Rusia, Prancis, dan Italia.

Kondisi itu membuatnya mengimbau agar masyarakat tidak terlena dengan kondisi pandemi di dalam negeri yang semakin melandai. Untuk mencegah terjadinya kembali lonjakan kasus Covid-19, pemerintah juga terus gencar melakukan vaksinasi.

‘’Dengan pandangan mengenai kondisi Covid-19, Pak Presiden (Jokowi) melihat bagaimana perkembangan Covid-19 termasuk akselerasi vaksinasi yang kita lakukan. Saat ini kita akselerasi agar bisa mencapai dari populasi Indonesia,’’ tuturnya.

Sementara itu seiring dengan sejumlah pelonggaran yang diambil pemerintah, Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) Jusuf Kalla mengingatkan ancaman gelombang ketiga penularan Covid-19. Dia mengatakan seluruh pihak harus siap menghadapi kemungkinan munculnya gelombang baru tersebut.

Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 itu menuturkan saat ini memang jumlah kasus positif Covid-19 di Indonesia sudah menurun. Tetapi merujuk dari pengalaman sejumlah negara lain, saat ini justru mengalami lonjakan kasus Covid-19. Bahkan di negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura. ’’Jika dilihat pada Juni lalu itu 50 ribuan kasus per hari. Sekarang rata-rata 500-an per hari atau turun hingga 99 persen,’’ katanya di Markas Pusat PMI kemarin (16/11).

Pria yang akrab disapa JK itu berharap gelombang ketiga penularan Covid-19 tidak sampai melanda Indonesia. Cara mencegahnya adalah masyarakat untuk tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan. Utamanya jelang momen hari libur natal dan tahun baru sebentar lagi.

Menurut dia pemerintah sudah berupaya dan bekerja dengan baik mengatasi pandemi. Termasuk menyiapkan fasilitas-fasilitas pendukungnya. Tetapi upaya tersebut tidak aka nada artinya jika tidak diikuti dengan kesadaran masyarakat. JK menuturkan dua tahun diliputi pandemi Covid-19, jutaan penduduk terdampak. Kemudian 144 ribuan meninggal karena Covid-19.

Ancaman gelombang ketiga penularan Covid-19 juga disinggung Wakil Presiden Ma’ruf Amin saat meninjau kegiatan vaksinasi Covid-19 di Aceh kemarin. Dia mengatakan meskipun kasus sudah landau, tetapi ada kekhawatiran peningkatan kasus seperti yang terjadi di luar negeri.

Ma’ruf mengatakan peningkatan kasus Covid-19 di sejumlah negara dipicu adanya varian baru. ’’Varian baru bahkan sudah sampai ke Malaysia, Singapura, ini sudah dekat dengan aceh. Maka harus diwaspadai,’’ tuturnya. Ma’ruf mengingatkan masyarakat untuk tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan. (kus/mia/lyn/dee/wan/JPG/r6)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks