alexametrics
Rabu, 30 November 2022
Rabu, 30 November 2022

Pengusaha Ikan Koi Gugat BWS dan Gubernur NTB Rp 4 M Lebih, Ini Sebabnya!

MATARAM-Ni Kadek Sri Dewi dan Sutera William, pemilik Rinjani Koi Farm, melayangkan gugatan ke Pengadilan Negeri (PN) Mataram. Gugatan tersebut masuk pada 21 Oktober lalu.

Ada 11 pihak yang digugat. Antara lain, Gubernur NTB; Bupati Lombok Barat; Kepala Dinas PUPR NTB; Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Nusa Tenggara I; Direktur Jenderal Sumber Daya Air; Kepala Unit pengelola bendungan BWS. Serta BUMN yang menggarap Bendungan Meninting.

Kabag Bantuan Bantuan Hukum di Biro Hukum Setda NTB Yudha Prawira Dilaga membenarkan soal gugatan tersebut. Menurutnya apa yang dilakukan penggugat merupakan hak dari warga negara.

”Iya sudah ada gugatannya. Kalau dari pemprov yang pasti siap menghadapi,” kata Yudha, Kamis (16/11).

Baca Juga :  NTB Diguyur Bansos Rp 5,1 Triliun Lebih, Gubernur: Tak Boleh untuk Beli Rokok!

Yudha mengatakan, proses persidangan sudah dimulai. Diawali dengan mediasi antara penggugat dan tergugat pada 14 November. Namun, banyak pihak dari tergugat yang tidak hadir sehingga sidang ditunda.

”Rencananya dilanjut 5 Desember. Agendanya masih sama, soal mediasi,” sebutnya.

Gugatan yang dilakukan Sri dan William bermula dari peristiwa meluapnya Sungai Meninting medio Juni 2022. Luapan tersebut diduga kuat akibat jebolnya tanggul pada proyek Bendungan Meninting di Kecamatan Gunungsari, Lombok Barat.

Air sungai yang bercampur lumpur menyebabkan kolam ikan koi milik Sri rusak. Bahkan banyak ikan koinya yang hanyut terbawa arus. Peristiwa ini membuat Sri merugi hingga Rp 2 miliar. Sri bahkan sempat meluapkan amarahnya ke Kantor BWS Nusa Tenggara I peristiwa banjir terjadi.

Baca Juga :  Dihalangi Warga, TNI-Polri Kawal Pemakaman Pasien Korona di Lombok Tengah

Dalam gugatannya kepada BWS Nusa Tenggara I dan Gubernur NTB serta 9 pihak lainnya, Sri meminta majelis hakim menyatakan para tergugat telah melakukan perbuatan melawan hukum.

Majelis hakim juga diminta menghukum tergugat berupa membayar kerugian materiil sebesar Rp 3.728.630.000 dan kerugian imateril Rp 1 miliar. Pembayarannya dilakukan secara tanggung renteng.

Sebelum gugatan dilayangkan ke PN Mataram, Sri telah bersurat ke Presiden Joko Widodo. Dalam suratnya, ia meminta agar dilakukan investigasi terhadap pembangunan Bendungan Meninting.

Kata Sri, sebelum adanya pembangunan Bendungan Meninting, daerah tempat kolam koinya berada tidak pernah terjadi banjir bandang. ”Sejak pembangunan bendungan itu ada saja banjir,” kata Sri. (dit/r5)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications OK No thanks
/