alexametrics
Sabtu, 20 Agustus 2022
Sabtu, 20 Agustus 2022

Solusi Kekurangan Kamar, Warga NTB Disarankan Buka Camping Ground

PRAYA-Para pelaku pariwisata di Lombok Tengah mulai putar otak mengatasi kekurangan kamar untuk penonton MotoGP di Sirkuit Mandalika. Salah satu cara yang dilakukan dengan membuka camping ground atau tenda perkemahan.

“Itu tentu dengan harga sewa yang dipastikan murah meriah,” kata Sekretaris Mandalika Hotel Associations (MHA) Loteng Rata Wijaya pada Lombok Post, kemarin (18/1).

Dijelaskan, fasilitas dan pelayanan camping ground tentu setara dengan penginapan pada umumnya. Seperti tempat tidur, sarapan pagi, jaringan listrik, air bersih dan kamar mandi. “Tamu dipastikan nyaman, aman dan bersih,” ujarnya.

Tarif camping ground antara Rp 250 ribu sampai Rp 350 ribu per malam. Untuk satu camping ground bisa menampung dua orang.

Baca Juga :  Pusat Alihkan Izin Pertambangan ke Pemda, NTB Butuh Pergub

“Bisnis ini bisa dijalankan warga pada umumnya,” pesan pengelola wisata Gunung Tunak Desa Mertak, Kecamatan Pujut tersebut.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disbudpar) Loteng H Lendek Jayadi menjelaskan, dari pendataan dinasnya, total kamar di seluruh Gumi Tatas Tuhu Trasna sebanyak 5.058. Sebanyak 2.292 kamar diantaranya homestay dan sarana hunian pariwisata (sarhunta).

“Kalau dihitung dengan kamar di Lombok Barat, Kota Mataram, Lombok Utara, Lombok Timur dan Pulau Sumbawa tidak cukup,” papar Jayadi.

Untuk itu, pihaknya menyarankan kabupaten/kota lain ikut membuka bisnis camping ground. Harapannya, tidak ada satupun penonton MotoGP yang menginap di luar Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa. “Jika tidak mampu, maka bisa memanfaatkan rumah masing-masing,” ujarnya.

Baca Juga :  Jelang MotoGP, ITDC Akan Kandangkan 500 Anjing Liar di KEK Mandalika

Dia menekankan, intinya warga NTB harus siap. “Mari kita membaca peluang dan mengambil kesempatan,” pesan pria berkumis tebal tersebut. (dss/r5)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks
/