alexametrics
Selasa, 29 September 2020
Selasa, 29 September 2020

Penutupan Pendakian Rinjani Bisa Lebih Lama

MATARAM-Penutupan jalur pendakian Gunung Rinjani bisa lebih lama. Pascagempa 5,4 skala Richter (SR) Minggu (17/3), longsoran di tebing-tebing gunung diprediksi kembali terjadi.  Meski demikian, Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) belum berani memutuskan. ”Kami harus menunggu hasil evaluasi dengan tim,” kata Kepala Balai TNGR Sudiyono, kemarin (18/3).

            Namun Sudiyono memberi harapan, dampak gempa kali ini tidak separah Agustus 2018. Kalau pun ada longsor, tidak sebesar tahun lalu. Sehingga masih ada kemungkinan pendakian dibuka. Tapi akan sulit sampai puncak dan Danau Segara Anak. ”Longsor di lereng-lereng danau kemungkinan masih terjadi,” ujarnya.

            Jalur pendakian Aik Berik di Lombok Tengah, masih dibuka. Namun pendakian tidak sampai ke Danau Segara Anak. Sementara jalur pendakian yang lain belum dibuka karena belum aman.

            Untuk memastikan pendakian Gunung Rinjani aman, tim survei sudah diterjunkan. Bahkan saat gempa Minggu (17/3) lalu, 72 orang tim survei gabungan sedang berada di Rinjani untuk memantau kondisi jalur-jalur pendakian. Mereka terbagi menjadi dua tim: Tim Senaru 18 orang dan Tim Sembalun 54 orang.

            Tim Senaru sudah mencapai Pelawangan Senaru . Namun tidak sampai danau karena kondisi tidak memungkinkan. Ketika di puncak Pelawangan, mereka memutuskan untuk kembali.

Sementara Tim Sembalun sudah berada di Pelawangan Sembalun. Karena terjadi gempa, mereka kaget dan berusaha menyelamatkan diri. Satu orang sempat pingsan. Mereka kembali ke Pos II. Hingga kemarin (18/3) belum ada kontak lagi, apakah mereka memutuskan pulang atau meneruskan survei. ”Namun semuanya dalam kondisi selamat,” ujarnya.

            Terpisah, Kepala Dinas Pariwisata NTB H Lalu Mohammad Faozal berharap yang terbaik. Pemerintah mengharapkan Rinjani normal agar wisatawan bisa menikmati kembali keindahan Rinjani.  ”Belum bisa kita putuskan, tapi semoga dampaknya tidak parah,” harapnya.

Pastikan Destinasi Wisata Punya Papan Informasi

Sementara itu, gempa Minggu (17/3) lalu, menguak fakta baru tentang minimnya fasilitas di destinasi wisata NTB. Salah satunya papan informasi keselamatan. Destinasi wisata air terjun Tiu Kelep, Desa Senaru, Kabupaten Lombok Utara, lokasi meninggalnya dua wisatawan diketahui tidak dilengkapi fasilitas itu.

Kepala Dispar NTB HL Moh. Faozal mengatakan, destinasi itu murni dijual para pemandu wisata di sana. “Pengelola tour di situ yang menjual,” kata Faozal, kemarin (18/3).

Faozal mengakui, gempa kali ini betul-betul memberikan catatan penting bagi Dispar NTB. Bagaimana mengevaluasi dan membenahi kembali destinasi-destinasi yang ada. “Ini pelajaran berharga bagi kami,” tegasnya.

Terkait itu, dalam waktu dekat, Dispar NTB bersama para pelaku wisata, akan membangun papan informasi di setiap destinasi yang ada. Tidak melulu menjelaskan hal-hal terkait dengan sejarah terbentuknya destinasi wisata itu.

Mengenai papan informasi di setiap destinasi wisata, Gubernur NTB H Zulkieflimansyah mengaku, pemprov telah menerima banyak masukan dari para pegiat desa wisata untuk segera merealisasikannya. Karena berkaitan langsung dengan mitigasi bencana. “Ini memang masukan yang bagus, supaya kita lebih hati-hati sebab semua proses keselamatan di destinasi wisata bukan hanya indah tetapi juga aman untuk dikunjungi,” tandasnya. (ili/yun/r1)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Memenangkan Pilkada dengan Survei

ADALAH sahabat saya satu almamater, Denny JA, yang pertama kali memopulerkan survei untuk pemilihan umum melalui lembaganya yang bernama Lingkaran Survey Indonesia.  Baik untuk pemilihan Presiden, pemilihan kepala daerah, ataupun pemilihan anggota DPR, DPD, dan DPRD.

Kisah Wenri Wanhar, Lima Tahun Kaji Sejarah Borobudur

Borobudur bukan sekadar mahakarya untuk wisata atau ber-selfie ria. Tapi, secara tersembunyi merekam ajaran dan teknologi masa lampau. Wenri menemukan ajaran dan teknologi itu tersebar di pelosok Indonesia.

Lomba Kampung Sehat NTB Bangkitkan Semangat dan Kekompakan

WAKAPOLDA NTB Brigjen Pol Asby Mahyuza mengunjungi dua Kampung Sehat di Sumbawa. Yakni Kampung Sehat Lingkungan Maras, Kelurahan Samapuin, di Sumbawa Besar, dan Kamung Sehat Desa Moyo, Kecamatan Moyo Hilir, di Pulau Moyo.

Pelibatan Tiga Pilar, Kunci Teggakkan Protokol Kesehatan

PENEGAKAN protokol kesehatan terus dimaksimalkan Polres Lombok Barat. Salah satunya dengan mengoptimalkan peran tiga pilar.

Proyek Pembangunan Dermaga Senggigi Tak Jelas

Dermaga Senggigi berpotensi mangkrak lebih lama. Meski Dinas Perhubungan (Dishub) Lombok Barat (Lobar) tetap mengupayakan kelanjutan pembangunannya. ”Mau tidak mau harus kita lanjutkan. Itu kewajiban kita,” kata Kadishub Lobar HM Najib.

Distribusi Bantuan Beras Lelet, Dewan Minta Pemprov NTB Ambil Alih

”Pemda harus secepatnya koordinasi ke pusat, kalau ada kemungkinan ambil alih, take over secepatnya, kasihan masyarakat,” tegas Anggota Komisi V DPRD NTB Akhdiansyah, Minggu (27/9/2020).

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Bantuan Presiden, Pedagang Kaki Lima Bakal Diberi Rp 2,4 Juta

Kucuran bantuan pemerintah dalam rangka stimulus ekonomi di tengah pandemi Covid-19 semakin beragam. Kemarin (19/8) sore di halaman tengah Istana Merdeka bersama sejumlah pedagang kecil, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkenalkan Bantuan Presiden (Banpres) Produktif.
Enable Notifications    Ok No thanks