alexametrics
Senin, 28 September 2020
Senin, 28 September 2020

Perdagangan Ilegal Ancam Satwa NTB

MATARAM-Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) NTB kembali melepas 3.413 ekor burung hasil sitaan. Burung-burung tersebut dilepas-liarkan di Taman Wisata Alam (TWA) Kerandangan, kemarin (18/3). Harapanya satwa tersebut hidup dan berkembang dengan baik di habitat aslinya.

          Kepala BKSDA NTB Ari Subiantoro menjelaskan, burung-burung tersebut merupakan hasil tangkapan petugas BKSDA bersama TNI AL, polisi, dan Karantina Pertanian Lembar, di Pelabuhan Lembar, Sabtu (16/3). Petugas menyita satwa tersebut karena tidak dilengkapi dokumen. ”Burung-burung tersebut akan diangkut ke Tabanan, Bali, untuk diperjualbelikan,” ungkap Ari.

          Ke-3.413 ekor burung tersebut merupakan jenis burung yang hidup di Pulau Lombok dan Sumbawa. Seperti burung manyar 30 ekor, burung kopi cabe 40 ekor, burung cabe 40 ekor, burung opior 30 ekor, kecial 2.100 ekor, kepodang 90 ekor, dan srigunting 5 ekor.

Jika burung tersebut dibawa ke luar daerah, dikhawatirkan tidak bisa berkembang dengan baik, karena habitat aslinya di Lombok dan Sumbawa. Di daerah lain mereka bisa berkembang, namun karena bukan habitat asli, perkembangannya tidak akan baik.

Humas BKSDA NTB Ivan Juhandra menambahkan, perdagangan satwa secara ilegal menjadi ancaman serius bagi NTB. Bila tidak dihentikan, lambat laun satwa tersebut akan menjadi langka. NTB akan rugi besar jika kekayaan sumber daya alam itu punah. Dia memperkirakan puluhan ribu burung hilang karena perburuan dan diperjualbelikan.

BKSDA mencatat, tren pengiriman satwa liar ke luar daerah terus meningkat. Tahun 2016 sebanyak 2.805 ekor satwa diamankan dari penyelundupan. Tahun 2017 bertambah 6.718 ekor diamankan. Tapi tahun 2018 kembali bertambah menjadi 7.719 ekor. Sementara 2019 baru 3.416 ekor satwa diamankan. ”Maraknya penangkapan satwa liar karena tingginya permintaan pasar di luar daerah,” tambahnya.

Selama ini para pelaku tidak bisa ditindak. Sebab bagi satwa yang tidak dilindungi, pelaku tidak bisa dipidana. Kecuali satwa yang dilindungi. Itu sesuai UU Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistemnya. Sayangnya, 3.413 ekor burung yang ditangkap tidak ada  satwa yang dilindungi. ”Inilah lemahnya undang-undang kita dan masih menjadi perdebatan,” tandasnya. (ili/r1) 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Belum Terima Bantuan Kuota, Siswa Diminta Lapor ke Sekolah

Bantuan subsidi kuota internet 2020 dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) resmi dikucurkan sejak Selasa (22/9). Kuota diberikan bertahap. Bila hingga batas waktu belum menerima, peserta didik dan pendidik dipersilahkan lapor.

Penataan Kawasan Wisata Senggigi Dimulai

Penataan kawasan wisata Senggigi direalisasikan Dinas Pariwisata (Dispar) Lombok Barat (Lobar). Sayang, dari tujuh proyek dalam perencanaan, hanya lima yang bisa dieksekusi.

LPPOM MUI NTB Target Sertifikasi Halal 125 Usaha Rampung Tahun Ini

”Rinciannya, dari Dinas Perindustrian NTB dan pusat sebanyak 75 usaha, serta Dinas Koperasi Lombok Barat sebanyak 50 usaha,” katanya, kepada Lombok Post, Rabu (23/9/2020).

Solusi BDR Daring, Sekolah Diminta Maksimalkan Peran Guru BK

Jika terkendala akses dan jaringan internet, layanan dilaksanakan dengan pola guru kunjung atau home visit. ”Di sanalah mereka akan bertemu dengan siswa, orang tua, keluarga. Apa permasalahan yang dihadapi, kemudiann dibantu memecahkan masalah,” pungkas Sugeng.

Subsidi Kuota Internet, Daerah Blank Spot di NTB Pertanyakan Manfaat

”Kalau jangkauan towernya luas, tentu ini sangat menunjang sekaligus mendukung pemanfaatan kebijakan pusat,” tandasnya.

Anugerah Pewarta Astra 2020 Kembali Digelar

Astra mengajak setiap anak bangsa untuk menebar inspirasi dengan mengikuti Anugerah Pewarta Astra 2020. ”Di NTB sendiri kami membina warga Kelurahan Dasan Cermen yang merupakan wilayah Kampung Berseri Astra. Harapannya, masyarakat dapat menggambarkan dukungan Astra untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang lebih optimis demi kemajuan dan kesejahteraan bangsa,” ujar Gusti Ayu.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Bantuan Presiden, Pedagang Kaki Lima Bakal Diberi Rp 2,4 Juta

Kucuran bantuan pemerintah dalam rangka stimulus ekonomi di tengah pandemi Covid-19 semakin beragam. Kemarin (19/8) sore di halaman tengah Istana Merdeka bersama sejumlah pedagang kecil, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkenalkan Bantuan Presiden (Banpres) Produktif.

Trailer Film MOHAN Bikin Baper

Kreativitas sineas Kota Mataram terasa bergairah. Ditandai dengan garapan film bergenre drama romantic berjudul ‘Mohan’ yang disutradai Trish Pradana. Film yang direncanakan berdurasi sekitar 35 menit ini mengisahkan perjalanan asmara Wakil Wali Kota Mataram H Mohan Roliskan dengan istrinya Hj Kinastri Roliskana. Film Mohan dijadwalkan mulai tayang Bulan Oktober mendatang.
Enable Notifications    Ok No thanks